Inibaru.id - Bulan puasa mestinya jadi momen buat memperbanyak ibadah dan menjaga sikap. Tapi, ada satu “ujian” kecil yang sering bikin nggak pede saat ngobrol sama orang lain di bulan suci ini, yaitu bau mulut. Walaupun kondisi ini terbilang wajar karena mulut cenderung kering saat kita nggak makan dan minum seharian, bukan berarti nggak bisa diminimalkan, lho.
Selain menjaga kebersihan gigi dan lidah, kamu juga perlu lebih selektif dalam memilih menu sahur dan berbuka. Soalnya, ada beberapa jenis makanan yang bisa bikin aroma napas bau selama puasa. Yuk, kenali satu per satu supaya kamu bisa lebih waspada!
1. Jengkol
Buat sebagian orang, jengkol adalah kenikmatan dunia yang susah ditolak. Tapi kita semua tahu konsekuensinya. Aroma khas jengkol bisa bertahan lama di mulutmu, apalagi kalau dimasak dengan cara yang kurang tepat.
Saat puasa, produksi air liur berkurang sehingga mulut jadi lebih kering. Kondisi ini membuat aroma dari makanan seperti jengkol makin terasa. Jadi, mungkin ada baiknya “libur” dulu makan jengkol sampai bulan puasa selesai, deh, Gez.
2. Petai
Mirip dengan jengkol, petai juga punya aroma yang kuat dan khas. Bahkan setelah sikat gigi sekalipun, terkadang baunya masih terasa. Senyawa alami dalam petai bisa bertahan cukup lama di dalam tubuh dan memengaruhi bau napas.
Kalau kamu punya agenda rapat, presentasi, atau sekadar kumpul bareng teman saat puasa, sepertinya skip makan petai dulu adalah pilihan bijak.
3. Bawang-bawangan
Bawang putih, bawang merah, sampai bawang bombai memang jadi bumbu andalan di banyak masakan Indonesia. Tanpa mereka, rasanya seperti ada yang kurang. Tapi, kelompok bawang ini mengandung senyawa sulfur yang cukup tinggi. Nah, senyawa inilah yang bikin aroma mulut jadi lebih menyengat.
Yang bikin tricky, bau dari bawang nggak cuma “tinggal” di mulut, tapi juga bisa masuk ke aliran darah dan keluar lewat napas. Jadi, kalau nggak mau aroma napas makin tajam saat puasa, coba kurangi porsi bawang di menu sahurmu.
4. Daging merah
Daging merah memang sumber protein yang baik untuk tubuh. Tapi, kalau dikonsumsi berlebihan, terutama saat sahur, bisa memicu bau mulut. Kenapa begitu?
Saat tubuh mencerna protein dalam jumlah besar, bisa terbentuk senyawa seperti amonia. Senyawa inilah yang berkontribusi terhadap aroma kurang sedap pada napas dan bahkan keringat. Jadi, bukan berarti nggak boleh makan daging sama sekali, ya. Kuncinya ada di porsi yang seimbang.
5. Makanan tinggi gula
Permen, kue manis, atau buah kering memang menggoda saat berbuka. Tapi hati-hati, kandungan gula yang tinggi bisa jadi “makanan favorit” bakteri di mulut. Semakin banyak gula yang tertinggal di sela-sela gigi, semakin cepat bakteri berkembang biak dan menghasilkan bau tak sedap.
Apalagi saat puasa, kita nggak bisa langsung minum atau berkumur kapan saja. Jadi, membatasi asupan gula bisa membantu menjaga kesegaran napas lebih lama.
Intinya, bau mulut saat puasa memang wajar, tapi bukan berarti nggak bisa dikontrol. Dengan memilih makanan yang lebih ramah untuk napas dan tetap rajin menjaga kebersihan mulut, kamu bisa menjalani puasa dengan lebih percaya diri. Jadi, sudah siap atur ulang menu sahurmu, Gez? (Arie Widodo/E07)
