BerandaHits
Sabtu, 18 Sep 2020 13:05

Berkah di Masa Pandemi, Bisnis Peti Jenazah Laris Manis

Ilustrasi-Pandemi memberi keuntungan tersendiri buat perajin peti jenazah. (Inibaru.id/ Audrian F)

Banyak bisnis yang mengalami kerugian atau bahkan bangkrut di masa pandemi Covid-19. Namun, hal berbeda justru dirasakan pemilik bisnis peti mati yang terus mengalami peningkatan penjualan.<br>

Inibaru.id - Nggak semua bisnis mengalami kerugian atau bahkan bangkrut di masa pandemi Covid-19. Hal ini dibuktikan oleh pembuat peti mati di toko Cahaya Nusantara yang terletak di Jalan Menoreh, Sampangan, Kota Semarang. Perajin peti jenazah di toko tersebut, Pur, mengaku semenjak pandemi, bisnisnya justru semakin menguntungkan.

"Sekarang ini yang pesan tambah banyak. Rata-rata bisa sepuluh buah seminggu. Itu kejadiannya sejak bulan-bulan kemarin," kata pria paruh baya tersebut sembari mengampelas peti pesanan.

Hal yang sama juga diungkap pemilik Toko Cahaya Nusantara, Emi Widiarsi. Dia mengaku jualan peti jenazah terus mengalami kenaikan sejak April 2020.

Ilustrasi-Lonjakan terjadi di bulan-bulan April hingga Juni. Mulai September pesanan sudah mengendor. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Nggak hanya melayani pembuatan peti jenazah Covid-19 secara utuh, toko ini kini pun menyediakan berbagai bahan yang dibutuhkan untuk membuat peti jenazah Covid-19 seperti berlapis-lapis plastik untuk membungkus peti, menyediakan alumunium foil sebagai pembungkus di dalam peti dan mayatnya, hingga proses pengantaran peti jenazah memakai ambulans.

"Yang kerjasama dengan toko saya itu ada tiga rumah sakit swasta. Beberapa kali juga sempat sama rumah sakit negeri. Sekitar dua bulan mulai Juli sampai Agustus, pesanan yang kita terima naik 200 persen. Setiap hari full terus pokoknya," jelas Emi.

Dalam sehari, pembuat peti jenazah mengerjakan sekitar 4-6 buah. Saking banyaknya orderan, Emi mengaku bisa mengantarkan peti mati hingga belasan kali.

Soal harga, Emi menyebut peti mati buatan tokonya memiliki harga yang bervariasi dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Bahkan ada jenis peti mati khusus yang dihargai sampai Rp 10 juta.

Sebetulnya di bulan September ini, pesanan peti mulai menurun. Emi menyebut lonjakan pesanan peti mati sepertinya mulai berkurang jika dibandingkan dengan dua atau tiga bulan yang lalu.

Banyaknya pesanan sering nggak berbanding lurus dengan pembayaran. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Banyak Pesanan Nggak Selalu Untung

Sayangnya, di balik tingginya pesanan peti jenazah di masa pandemi, Emi nggak selalu meraup keuntungan. Hal ini disebabkan oleh pihak rumah sakit nggak selalu membayar tagihan peti mati yang telah dipakai pasien. Pengalaman ini dia alami saat mendapatkan pesanan dari rumah sakit negeri.

"Kadang kita kasihan sama perajinnya di sini. Kita harus nombok bayar gajiannya dulu. Soalnya kan dari rumah sakit negeri sering ngorder, tapi ngelunasin pembayarannya nggak bisa seketika hari itu juga. Mereka bilangnya nunggu klaim pencairannya," kata Emi tanpa menyebut identitas rumah sakit yang dimaksud.

Selama pandemi, hanya dua toko peti mati Covid-19 di Kota Semarang yang menjalin kerjasama dengan rumah sakit. Selain toko Cahaya Nusantara, ada juga sebuah toko peti mati lainnya yang berlokasi di belakang kamar mayat RSUP dr Kariadi.

"Pas masa pandemi orderannya memang banyak. Paling sering ya dari rumah sakit Kariadi. Karena jarak kita paling deket," kata seorang perajin toko tersebut.

Meski bisa memberikan keuntungan, tapi tetap saja pandemi ini memakan banyak korban sehingga kita pun harus mencegahnya dengan lebih sering di rumah aja dan selalu menjaga protokol kesehatan selama di luar rumah. (Idn/IB28/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: