BerandaHits
Sabtu, 17 Mar 2023 15:02

Beri Permen sebagai Pengganti Uang Kembalian adalah Pelanggaran Hukum

Ilustrasi: pelaku usaha yang mengganti uang kembalian dengan permen bisa dipidanakan dengan ancaman hukuman penjara maksimal satu tahun dan denda Rp200 juta. (Istimewa)

Jika biasanya kamu hanya diam jika mendapatkan permen sebagai ganti uang kembalian, mulai sekarang kamu bisa protes. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap undang-undang.

Inibaru.id - Bagaimana perasaanmu jika menerima uang kembalian di kasir berupa permen, bukannya uang? Sebagian pasti ada yang merasa sebal ya? Karena nggak berniat membeli permen, kita pasti lebih memilih kembalian dalam bentuk uang.

Entah kenapa kembalian dalam bentuk permen ini sering ditemui di setiap daerah. Jika hal ini terjadi berlarut-larut, maka uang koin jadi jarang terlihat dalam transaksi di masyarakat. Tentunya itu dapat menyebabkan masalah dalam sistem perputaran uang.

Saat kita sebagai pelanggan dihadapkan pada situasi ini, apa yang akan kamu lakukan, Millens? Jika belum tahu aturan resminya, kamu pasti akan membiarkan saja karena menganggap ini perkara yang nggak seberapa. Tapi tahukah kamu jika tindakan ini ternyata termasuk pelanggaran terhadap undang-undang dan menelantarkan hak konsumen?

Dikutip dari UU Mata Uang, Pasal 23 ayat (1), disebutkan bahwa setiap orang dilarang menolak untuk menerima Rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran atau untuk menyelesaikan kewajiban yang harus dipenuhi dengan Rupiah dan/atau untuk transaksi keuangan lainnya di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali karena terdapat keraguan atas keaslian Rupiah.

Ilustrasi: Permen sering dijadikan alat kembalian saat kita berbelanja, padahal permen bukan alat transaksi. (Kids.grids)

Di sisi lain, pelaku usaha yang mengganti uang kembalian dengan permen bisa dipidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal satu tahun dan denda Rp200 juta.

Hal ini sesuai dengan Pasal 33 ayat (1) UU Mata Uang. Pada pasal ini, disebutkan bahwa setiap orang yang tidak menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran; penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang; dan/atau transaksi keuangan lainnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

Berdasarkan dari aturan tadi, sudah sangat jelas bahwa menjadikan permen sebagai alat kembalian adalah sebuah larangan.

Jika Uang Kembalian Disumbangkan

Selain kembalian berupa permen, terkadang kita juga mengalami hal yang kurang mengenakkan lainnya, yaitu diberi pilihan kasir untuk menyumbangkan uang kembalian kita..

Menanggapi hal ini, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BKPN) Rizal E. Halim menyatakan, pihak toko atau ritel harus menunjukkan legalitas lembaga sosial yang menerima dana sumbangan tersebut. Selain itu, nggak diperkenankan juga uang konsumen digunakan sebagai dana CSR.

“Kalau disumbangkan untuk kegiatan sosial maka harus punya izin kegiatannya. Itu diatur oleh Kementerian Sosial. Aturannya adalah nggak boleh (uang kembalian diganti permen),” katanya, dikutip dari Solopos (6/2).

Nah, itulah aturan yang mengatur soal uang kembalian ya, Millens. O ya, meski memberikan permen sebagai ganti uang kembalian adalah melanggar hukum, menurut Rizal, nggak semua masalah konsumen harus dilaporkan ke penegak hukum, ya.

Sebisa mungkin permasalahan seperti itu diselesaikan antara konsumen dan pelaku usaha. Kalau nggak selesai, barulah kamu bisa melaporkannya ke Lembaga Perlindungan Konsumen yang bisa berperan sebagai penengah. Jika tindakan yang dilakukan pelaku usaha tersebut sudah membahayakan keselamatan konsumen dan mengarah ke pelanggaran hukum seperti penipuan, kamu bisa melaporkan ke pihak yang berwajib. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: