BerandaHits
Kamis, 23 Jul 2025 16:29

Bank Indonesia segera Luncurkan Payment ID: Potensi dan Tantangan

Ilustrasi: Keberadaan Payment ID akan memudahkan Bank Indonesia memantau transaksi keuangan masyarakat secara menyeluruh. (Emerchantpay)

Payment ID, fitur yang menjadi bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) akan diluncurkan BI pada 17 Agustus mendatang. Bagaimana potensi dan tantangan yang mungkin dihadapi dari sistem berbasis NIK ini?

Inibaru.id – Peringatan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus tahun ini akan dirayakan Bank Indonesia (BI) dengan meluncurkan Payment ID, semacam kode unik yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP.

BI mengklaim, kode unik berupa kombinasi huruf dan angka ini akan sangat kuat untuk memantau transaksi keuangan masyarakat, termasuk di dalamnya sumber pendapatan, pengeluaran, riwayat pinjaman, investasi, hingga keterlibatan atau transaksi judi atau pinjaman daring.

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Dudi Dermawan mengungkapkan bahwa Payment ID juga bisa digunakan untuk mendeteksi fraud.

"Pihak bank bisa menggunakan Payment ID untuk mengetahui profil atau kondisi keuangan calon nasabah mereka karena sistem ini bisa memantau data keuangan masyarakat di bank, dompet digital, dan lain-lain," tutur Dudi, dikutip dari Kompas, Senin (21/7/2025).

Disambut dengan Kekhawatiran

Keberadaan Payment ID merupakan sebuah lompatan besar bagi dunia keuangan yang seharusnya disambut dengan suka cita oleh masyarakat Indonesia. Namun, nggak demikian bagi Ahmad Rizal. Mahasiswa jurusan akuntansi di sebuah kampus swasta di Yogyakarta ini justru menyambutnya dengan kekhawatiran.

"Ini berkaitan dengan privasi kita. Jika data yang digunakan melalui mekanisme perizinan (consent), tentu saja Payment ID akan menjadi basis evaluasi keuangan personal yang transparan. Namun, menurut saya BI harus jelasin dulu mekanisme perizinan dan auditnya gimana,” tutur Rizal.

Setali tiga uang, Karisa Utami, analis keuangan di sebuah perusahaan swasta di Kota Semarang menuturkan, keberadaan sistem ini tentu saja membuat keberadaan pelaku pinjol di Indonesia lebih terkontrol. Akan tetapi, melihat banyaknya data pribadi yang dibobol belakangan ini, wajar jika masyarakat khawatir.

“Penting bagi BI untuk melakukan sosialisasi secara intens dan menyeluruh hingga akar rumput, agar masyarakat tidak resisten karena khawatir data mereka bocor,” jelasnya.

Bukan Alat Pembayaran

Ilustrasi: Payment ID memungkinkan bank mengevaluasi kondisi keuangan nasabah agar mereka nggak terjebak utang yang lebih besar. (Nationaldebtrelief)

Oya, perlu dipahami bahwa ini bukanlah alat pembayaran, melainkan fitur analitik internal BI, sebagaimana pernah diungkapkan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono. Dia mengatakan, fitur yang menjadi bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) ini bukan untuk transaksi, tapi analisis internal.

Secara umum, Payment ID bisa diartikan sebagai fitur dari BSPI berupa kode pengenal unik berbasis NIK yang akan menyatukan seluruh data transaksi digital atas nama seseorang. Mengutip pernyataan Dudi Dermawan, keberadaan fitur ini akan memungkinkan untuk menganalisis pola transaksi tiap individu.

“Payment ID ini sangat powerfull, akan terlihat pola transaksi tiap individu seperti apa; terlibat judi online atau pinjaman online tidak, bahkan berapa pendapatan dan dari mana asalnya bisa terlihat jelas," terangnya.

Tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menyebutkan bahwa pihaknya menyambut langkah ini sebagai dorongan terhadap evolusi credit scoring di Indonesia. Kepala Pengawas Inovasi Keuangan OJK Hasan Fawzi mengatakan, data profil dan transaksi granular meningkatkan akurasi dalam menilai risiko kredit.

Dua Sisi Mata Uang

Menurut Hasan Fawzi, keberadaan Payment ID memungkinkan bank untuk mengevaluasi kondisi keuangan nasabah lebih akurat, termasuk dalam upaya menghindari debt trap sekaligus mendukung inklusi keuangan nasional di Indonesia.

Namun begitu, sebagaimana dikhawatirkan Rizal dan Karisa, akurasi terhadap data personal yang akan disediakan Payment ID ibarat dua sisi mata uang, karena fitur ini berpotensi menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan di dunia siber atau mengalami kebocoran data.

Terkait hal ini, BI telah menegaskan bahwa sistem ini hanya akan aktif jika pemilik memberikan persetujuan (consent) eksplisit.

"BI akan sangat berhati-hati dalam menjalankan payment ID, termasuk meminta persetujuan pemilik akun jika sewaktu-waktu ada kebutuhan pemeriksaan data transaksi, baik dari kami maupun oleh pihak lain," ungkap Dudi. "Kami pastikan data tidak akan dibagikan tanpa otorasi BI dan nasabah, sejalan dengan UU Perlindungan Data Pribadi."

Sebagai upaya untuk menuju sistem pembayaran digital yang kredibel dan inklusif, Payment ID tentu saja bisa menjadi langkah yang strategis. BI juga telah berusaha menjaga transparansi dan keamanan data melalui sejumlah mekanisme yang tampak meyakinkan. Gimana, masih khawatir nggak nih, Gez? (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: