BerandaHits
Minggu, 15 Mar 2025 14:05

Bahlil, Dispenser Air Minum, dan Aturan Label Hemat Energi di Negeri Ini

Ilustrasi: Dispenser air minum di Indonesia harus menyertakan label 'hemat energi'. (Thereaderstime)

Berdasarkan Kepmen ESDM terbaru, dispenser air minum di Indonesia harus mengikuti aturan 'hemat energi'. Bagaimana detailnya?

Inibaru.id - Untuk kamu yang saat ini menggunakan dispenser air minum di rumah, pastikan tempatmu memakai yang berlabel "hemat energi" ya. Sebab, baru-baru ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerbitkan aturan baru berkaitan dengan hal tersebut.

Melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 87.K/ΕΚ.01/ΜΕΜ.Ε/2025 yang ditetapkan di Jakarta pada 6 Maret 2025, Ketua Umum Partai Golongan Karya ini mengharuskan dispenser air minum bertanda label hemat energi untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan konsumsi listrik.

Artinya, produsen dispenser dari dalam negeri dan para importir cuma diperbolehkan menyediakan dispenser air minum bertenaga listrik yang menerapkan standar energi minimum, agar bisa mencantumkan label "hemat energi" dalam penjualannya.

"Ketentuan mengenai penerapan standar kinerja energi minimum melalui pencantuman label tanda hemat energi untuk peralatan pemanfaat energi dispenser air minum sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA mulai berlaku 12 (dua belas) bulan terhitung sejak Keputusan Menteri ini ditetapkan," tulis Kepmen tersebut.

Tingkat Hemat Energi Dispenser Air 

Ilustrasi: Produk dispenser air minum impor harus menyertakan label 'hemat energi' di negaranya. (Lowes)

Beleid tersebut mengatur batasan "hemat energi" dalam dispenser air. Batasan tersebut terbagi dalam beberapa kategori, yakni:

1. Dispenser pemanas

Untuk jenis dispenser air minum dengan pemanas, nilai tingkat hemat energinya sebesar 292 kWh per tahun.

2. Dispenser pemanas dan pendingin

Sementara itu, jenis dispenser air dengan pemanas dan pendingin diatur nilai tingkat hemat energinya sebesar 438 kWh per tahun.

3. Dispenser impor

Terakhir, dispenser air minum yang berasal dari impor wajib mencantumkan label tanda hemat energi di negara asal.

"Label tanda hemat energi pada kemasan dapat dicantumkan menggunakan 1 (satu) warna kontras," bunyi aturan tersebut.

Rata-Rata Daya Dispenser

Umumnya, daya listrik yang dihasilkan oleh dispenser di pasaran Tanah Air sekitar 180-420 watt. Angka ini berbeda-beda, tergantung merek dan fasilitas yang diberikan. Penggunaan mode panas dan dingin juga akan memengaruhi besaran daa pada sebuah dispenser.

Sebagai contoh, dispenser merek Miyako menggunakan daya sebesar 350 watt hingga 420 watt. Sementara, dispenser merek Sharp sekitar 180-185 watt untuk yang hanya mode panas, tapi mencapai 350-385 watt untuk yang berpendingin.

Mirip dengan Sharp, dispenser berpemanas dan pendingin Sanken juga menggunakan daya 320-350 watt. Selain itu, masih banyak lagi dispenser dengan daya yang lebih tinggi.

Oya, yang tertera pada alat dispenser itu adalah daya yang diperlukan alat tersebut untuk bisa berfungsi per detik. Jadi, untuk menentukan apakah peralatan tersebut sudah hemat energi atau belum, silakan kalikan dengan penggunaan dalam waktu tertentu.

Bingung? Sudahlah, kamu nggak perlu menghitungnya sendiri, karena nantinya setiap dispenser air minum yang beredar di pasaran akan memiliki label "Hemat Energi" untuk menyesuaikan aturan tersebut. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: