BerandaHits
Sabtu, 31 Mei 2024 14:50

All Eyes on Rafah, Gambar Kontroversial yang Bikin Dunia Melihat Penderitaan Palestina

Gambar All Eyes on Rafah yang viral di media sosial. (IG/shahv4012)

Karena dibuat dengan AI, gambar All Eyes on Rafah jadi kontroversi. Tapi, gambar yang viral ini justru bikin dukungan terhadap Palestina makin besar. Dunia seperti jadi semakin tahu kekejaman Israel di sana. Kok, bisa?

Inibaru.id – Gambar yang dibuat dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bertuliskan All Eyes on Rafah viral. Berlatar tanah tandus dan tenda-tenda pengungsi Palestina, All Eyes on Rafah dibagikan lebih dari 47 juta kali pengguna Instagram di seluruh dunia. Nggak hanya pengguna biasa, sejumlah tokoh tersohor seperti Dua Lipa, Lewis Hamilton, Bella Hadid, dan Gigi Hadid juga ikut membagikannya. Meski kontroversial karena dibuat dengan kecerdasan buatan (AI), nyatanya gambar tersebut seperti membuat dunia kini benar-benar melihat penderitaan Palestina.

Gambar ini muncul semenjak Israel melakukan serangan keji ke kamp pengungsi Palestina yang berlokasi di Rafah, Gaza Selatan sejak awal pekan ini. Gara-gara hal ini, setidaknya 45 rakyat sipil meninggal dan ratusan lainnya luka-luka. Banyak di antara korban meninggal adalah perempuan dan anak-anak. Yang bikin geram, pihak Israel berdalih bahwa serangan tersebut adalah kecelakaan. Target mereka sebenarnya adalah dua komandan Hamas.

Sebenarnya, serangan Israel ke Rafah sudah berlangsung sejak tiga pekan terakhir, Millens. Israel bahkan seperti sengaja tutup telinga pada seruan International Court Justice (ICJ) untuk menghentikan serangannya ke wilayah Palestina.

Hal inilah yang bikin orang yang kali pertama memelopori gerakan All Eyes on Rafah, Richard Peeperkorn, resah. Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di wilayah Tepi Barat dan Gaza ini juga menyebut bakal terjadi bencana dengan kengerian yang nggak terbayangkan jika Israel terus menyerang Rafah.

Keresahan laki-laki asli Belanda tersebut juga dirasakan banyak pihak. Banyak pejabat dan aktivis WHO yang juga menyuarakan hal serupa. Mereka meminta semua pihak untuk memperhatikan (all eyes on) Rafah dan memastikan bencana yang nggak terbayangkan itu bisa dicegah. Di pihak lain, Israel dengan keji terus menyerang banyak orang nggak berdosa di Rafah.

“Pada akhirnya, ‘All Eyes on Rafah’ menjadi viral di seluruh dunia karena banyak orang yang marah dan nggak terima dengan serangan Israel ke kamp pengungsi Palestina di Rafah yang memakan banyak korban nggak bersalah,” ucap pengajar Universitas Westminster Inggris Anastasia Kavada sebagaimana dinukil dari Bbc, Jumat (31/5/2024).

Meski dibuat dari AI sehingga menjadi kontroversi, nyatanya gambar ini 'berhasil' membuka mata dunia tentang kekejaman Israel terhadap Palestina. (AlJazeera/

Kritik juga datang untuk gambar ini. Banyak orang yang merasa kurang sreg dengan konsep gambar All Eyes on Rafah yang viral tersebut. Pasalnya, nggak ada pemandangan menyedihkan yang menunjukkan penderitaan masyarakat Palestina.

“Ada banyak orang yang nggak puas dengan gambar dan template tersebut. Saya minta maaf dengan hal ini. Tapi saya harap kita semua nggak meremehkan masalah Rafah sekarang. Kita harus menyebarkan hal ini agar semua orang tahu apa yang sebenarnya terjadi di Rafah,” ucap seniman asal Malaysia yang membuat gambar tersebut di akun shahv4012.

Namun sisi positifnya, gambar tersebut nggak di-banned Instagram karena nihil unsur mengerikan. Orang juga makin penasaran dan mencari tahu lebih dalam mengenai apa yang terjadi di Rafah dan Gaza, Millens. Berkat ini, dunia jadi benar-benar melihat kekejian yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Sejauh ini, 146 dari 193 negara anggota PBB sudah mengakui negara Palestina. Disusul tiga negara Eropa, yaitu Norwegia, Spanyol, dan Irlandia yang memastikan dukungannya. Terkini, Brasil juga menarik duta besarnya dari Israel setelah berulang kali menuding Israel melakukan genosida di Gaza.

Sayangnya, dari banyaknya dukungan dan pengakuan dari dunia internasional, belum ada solusi konkret untuk menghentikan kekejian Israel terhadap Palestina, ya, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: