BerandaCoffreak
Jumat, 10 Mei 2018 16:23

Aroma Tembakau dalam Seduhan Kopi Arabika Temanggung

Meracik kopi Temanggung pada suatu festival kopi. (Antara Foto/Anis Efizudin)

Selain jenis robusta, kopi arabika Temanggung terkenal bercita rasa unik. Ada rasa tembakaunya. Mengapa?

Inibaru.id – Sebagai daerah penghasil terbesar kopi di Jawa Tengah, kini kopi Temanggung telah diekspor ke beberapa benua, antara lain Eropa dan Amerika Latin.

Seperti dikutip dari Suaramerdeka.com, Rabu (9/5/2018), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengapresiasi produksi dan cita rasa kopi Temanggung saat hadir pada panen raya kopi di kawasan Gunung Sindoro, tepatnya di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Temanggung, Selasa (8/5/2018).

“Luar biasa kopi di sini ditanam tumpangsari dengan tanaman lainnya termasuk tembakau sebagai komoditas andalan masyarakat Temanggung. Kami mengapresiasi Pemkab Temanggung yang telah menunjukkan eksistensinya dalam mendorong pertumbuhan dan perkambangan produksi kopi daerah serta mendorong industri pengolahan kopi di Temanggung," ujar Airlangga Hartarto.

Sistem tumpangsari? Benar, Millens, sebagian besar kopi Temanggung ditanam di antara tanaman komoditas lain seperti tembakau yang memang menjadi andalan Temanggung. Dan lantaran itu pulalah, cita rasa kopi Temanggung beraroma tembakau ketika diseduh.

Kopi Temanggung termasuk jenis Robusta dan Arabika. Kedua jenis kopi itu memang nggak dihasilkan dari satu tempat yang sama tapi keduanya sangat unik. Seperti ditulis laman Lintaskopi.com (25/8/2017), kopi jenis robusta biasanya dihasilkan dari daerah Pringsurat, Kranggan, Kaloran, Kandangan, Jumo, Gemawang, Candiroto, Bejen, dan juga Wonoboyo.

Adapun kopi jenis arabika yang nggak sebanyak jenis robusta dihasilkan dari dataran tinggi Temanggung. Wajar, umumnya para petani Temanggung menanam kopi jenis arabika hanya untuk sekat atau pembatas dari beberapa tanaman, atau biasa dikenal sebagai tumpangsari.

Bagaimana karakter khas kopi Temanggung? Mengutip lintaskopi.com,  kopi robusta maupun arabika Temanggung memiliki ciri dan karakter tersendiri. Robusta beraroma lebih harum dibanding kopi robusta daerah lain. Kopi arabikanya berasa asam yang tertinggal lama di mulut. Cita rasa kopi kaya begitu nggak ditemukan pada cita rasa kopi daerah lain, Millens.

Pengolahan

Pengolahan biji kopi di Temanggung sudah dilakukan sejak 1980-an. Saat itu produk olahan kopi hanya dijual di warung-warung. Kopi dipasarkan dalam kemasan plastik tanpa merek. Seperti ditulis Juragankopitemanggung.blogspot.com, pada sekitar 2000-an muncul ide kreatif untuk memasarkan kopi kemasan berlogo.

Pengolahan kopi-kopi kemasan tersebut masih sangat sederhana. Biji kopi dicuci, dijemur, disangrai lalu digiling. Setiap merek menjual keunggulan berupa kenikmatan asli kopi.

Perlu Millens tahu, sejak 2008 kopi Temanggung telah menembus pasar ekspor. Pada tahun tersebut volume kopi yang diekspor mencapai 6.000 ton bubuk kopi dengan nilai ekspor Rp 63 miliar. Itu artinya, penikmat kopi Temanggung tak hanya masyarakat lokal saja,  tapi juga orang asing.

Dalam perkembangannya, pengolahan kopi robusta dan arabika Temanggung semakin kreatif sehingga penikmat kopi bisa menjajal beberapa varian. Bila kamu membuka laman jualkopitemanggung.com, kamu akan mendapat informasi mengenai beberpa jenis kopi olahan.

Varian itu antara lain kopi robusta, kopi excelsa, kopi liberika, kopi arabika green coffee (kopi hijau) yang dimanfaatkan untuk diet, yellow coffee (kopi kuning), kopi arabika winy, kopi arabika honey, dan kopi arabika natural.

Tertarik? Kamu bisa memesan via laman jualkopitemanggung.com. Di situ ada nomor Whatsapp yang bisa dihubungi. (IB02/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: