BerandaAdventurial
Kamis, 9 Apr 2025 18:01

Momen Dramatis Penerbangan Balon Udara Warna-warni di Langit Wonosobo

Kami yang memandang takjub saat balon-balon warna-warni berukuran raksasa membumbung tinggi di langit Wonosobo. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Momen paling dramatis dalam festival tahunan ini adalah ketika ke-42 balon udara raksasa dengan berbagai motif warna-warni diterbangkan serentak dan perlahan menghiasi langit Wonosobo pada Sabtu (5/4/2025).

Inibaru.id - Pagi-pagi buta saya telah tiba di lapangan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2025). Di tanah lapang tersebut, ratusan bahkan ribuan orang telah berkumpul, sama-sama menunggu momen pelepasan balon udara raksasa di desa tersebut.

Pelepasan balon udara merupakan tradisi tahunan di kabupaten yang berlokasi di punggung Dataran Tinggi Dieng itu, yang biasa digelar saat Syawal atau pasca-lebaran. Ketua pelaksana event ini, Hasyim Wicaksono mengatakan, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak 1970-an.

Semula pelepasan balon udara dilakukan secara personal, liar, dan bisa kapan saja. Namun, kini tradisi tersebut telah jadi festival yang diakomodasi Dinas Pariwista Wonosobo. Untuk tahun ini, festival digelar di 16 titik berbeda, dimulai sejak H+4 lebaran hingga puncaknya di Alun-Alun Wonosobo pada Minggu (6/4).

“Untuk jadwal, kami sekarang mengikuti dinas pariwisata, tapi persiapan sudah sejak tiga bulan lalu,” ujar Hasyim yang saya temui di tengah festival pelepasan balon udara tersebut, Sabtu (5/4). "Lumayan; melatih kreativitas, melestarikan budaya, dan menghindarkan diri dari kegiatan negatif selama Ramadan."

Persiapan Berbulan-bulan

Mengasapi balon udara dengan tungku berbahan bakar kayu menjadi salah satu tahap terpenting sebelum menerbangkannya. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Wiyono, salah seorang penerbang balon udara mengatakan, membuat balon udara berukuran raksasa bukanlah pekerjaan mudah. Dia dan tim membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk merancang, mempersiapkan bahan yang dibutuhkan, dan membangun balon udara.

"Cukup lama, karena (pembuatan balon udara) lumayan rumit. Harus belanja ini dan itu. Jadi, untuk selesai tepat waktu, kami memang harus bekerja sama, dilakukan bersama-sama," paparnya di sela kesibukannya mempersiapkan pelepasan balon udara.

Nggak sia-sia saya memutuskan menginap di Wonosobo sehari sebelumnya, karena pagi itu Festival Balon Udara di Desa Lamuk benar-benar meriah. Satu demi satu tim balon udara mulai menunjukkan hasil karya mereka, nggak terkecuali Ante Grup Tembelang Tengah.

Saat saya menyambangi mereka, sebagian anggota kelompok ini tengah menata kain balon, sedangkan sisanya sedang menyalakan api di tungku pengapian yang nantinya bakal diletakkan di bawah balon untuk membuatnya terbang.

Membutuhkan Kerja Sama Tim

Dirigen pemberi komando sekaligus penyemangat tim dalam momen persiapan penerbangan balon udara di Wonosobo. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Rifaudin, salah seorang anggota kelompok Ante Grup Tembelang Tengah mengatakan, proses penerbangan balon udara raksasa ini nggak bisa dilakukan seorang diri. Setelah kain balon ditata, tungku yang sudah menyala diletakkan pada bagian bawah kain untuk membuat balon yang semula kempis mengembang.

"Tungku ditaruh di lubang balon yang ditahan dengan 4-6 tali pada bagian bawahnya. Untuk bahan bakar tungku biasanya pakai kayu atau batok kelapa," paparnya, Sabtu (5/4).

Kain yang diasapi, lanjut Rifaudin, nantinya akan membentuk balon udara besar. Tali penambat pada balon ini harus terus dipegang erat-erat oleh beberapa orang agar balon nggak terbang sebelum waktunya. Nantinya, ada satu orang yang bertindak sebagai dirigen pemberi aba-aba.

"Pada proses peniupan balon ini, dirigen akan diiringi penabuh drum sebagai suporter. Karena prosesnya lama, agar penonton nggak bosan, dirigen ada yang pakai kostum anak-anak, burung, atau cosplay jadi spiderman biar meriah," kata dia.

Warna-warni di Langit Wonosobo

Puluhan balon udara yang melayang di langit Wonosobo, tapi tetap tertambat pada tali sepanjang 150 meter agar nggak mengganggu jalur penerbangan pesawat. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Momen paling dramatis pada festival ini adalah ketika semua balon udara dari masing-masing tim siap dilepaskan. Secara serentak, para dirigen akan memberikan aba-aba kepada tim untuk melepaskan pegangan dan membiarkan balon udara melayang di angkasa.

Bersama-sama, puluhan balon udara warna-warni membumbung tinggi perlahan, meninggalkan para pemiliknya, menuju langit biru Wonosobo yang pagi itu begitu cerah. Nggak kurang dari 42 balon udara yang berhasil diterbangkan pagi itu.

Hasyim mengatakan, dulu balon udara biasa diterbangkan dengan petasan di bawahnya. Namun, sekarang hal itu sudah dilarang. Selain itu, balon juga harus tetap ditambatkan pada tali sepanjang 150 meter supaya nggak membumbung terlalu tinggi atau terbang tanpa terkendali sehingga mengganggu jalur penerbangan.

"Untuk saat ini, hanya itu regulasinya. Peserta boleh siapa saja, dari luar daerah juga boleh. Balon berukuran 12x24 meter, tanpa petasan, dan harus ditambatkan. Kami nggak ada penilaian khusus, hanya memberi rekomendasi, balon udara terbaik bisa ditampilkan dalam festival puncak di Alun-Alun Wonosobo," tutupnya.

Pagi itu, langit Wonosobo bermotif balon warna-warni, bercorak barong, logo berbagai media sosial, harimau, dan lain sebagainya. Sungguh memanjakan mata. Fix, tahun depan harus merencanakan agenda ke sini lagi, sih! (Alfia Ainun Nikmah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: