BerandaAdventurial
Rabu, 23 Apr 2024 17:00

Jembatan Gantung Duwet Kulon Progo, Titian Penghubung Yogyakarta dan Magelang

Jembatan Gantung Duwet di Kulon Progo, Yogyakarta. (Amorphouz.wordpress)

Masih dipakai sampai sekarang untuk menghubungkan Kulon Progo, Yogyakarta dan Magelang, Jembatan Gantung Duwet ternyata sudah eksis sejak zaman penjajahan. Seperti apa ya sejarah dari jembatan ini?

Inibaru.id – Ada cukup banyak peninggalan dari zaman penjajahan yang masih eksis hingga sekarang. Tapi, nggak banyak yang merupakan jembatan, apalagi yang berjenis jembatan gantung. Nah, salah satu jembatan gantung yang sudah eksis sejak masa kolonial tersebut adalah Jembatan Gantung Duwet, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi jembatan ini bisa kamu temui di Dusun Duwet, Kalurahan Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang. Meski begitu, sebenarnya jembatan ini menghubungkan Bandarharjo dengan Kecamatan Ngluwar yang sudah masuk wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kalau diukur dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta, jembatan ini berjarak kurang lebih 27 kilometer ke arah barat laut.

Melintas di atas Sungai Progo, jembatan ini konon sudah eksis sejak 1930 lalu. Alasan pembangunannya tentu saja karena warga di sekitar jembatan tersebut membutuhkan akses penghubung yang bisa memudahkan warga untuk melintasi sungai yang dikenal dengan arus derasnya tersebut. Keberadaan jembatan ini juga dianggap bisa membuat sektor ekonomi daerah di sekitarnya jadi lebih hidup.

“Dulu Belanda memakainya jika pengin melakukan inspeksi kebun kopi di Kalibawang,” ujar Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulonprogo Mursito sebagaimana dilansir dari Solopos, Selasa (19/9/2017).

Meski begitu, saat Indonesia mengalami pergolakan saat dijajah Jepang, jembatan ini sempat dirusak. Hal serupa juga terjadi pada 1948 atau saat Agresi Militer Belanda II terjadi. Kala itu, pejuang Indonesia sengaja merusak jembatan ini agar pasukan Belanda dan sekutunya nggak bisa dengan mudah masuk ke wilayah Kulonprogo dari Magelang.

Jembatan Duwet menghubungkan Kulon Progo dan Kabupaten Magelang. (FB/Jogja Info - @rma_dhn)

Untungnya, pada 1958, jembatan ini direkonstruksi kembali dan diresmikan pada 1960. Sejak saat itu pula, warga Kabupaten Magelang dan Kulon Progo bisa kembali dengan mudah bolak-balik di antara kedua wilayah tersebut.

Kini, masyarakat setempat lebih sering menyebut jembatan ini dengan sebutan Jembatan Duwet atau Kretek Gantung saja. Yang pasti, karena punya nilai sejarah yang tinggi, bangunan dengan panjang kurang lebih 100 meter ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Kabupaten Kulon Progo.

“Karena bangunan ini masuk cagar budaya, tentu perlu dilestarikan dan dijaga,” terang Siti Isnaini, Kepala Bidang Warisan Budaya dari Kundha Kabudayan Kulon Progo sebagaimana dilansir dari Kompas, (20/3/2023).

Hingga hari ini, Jembatan Gantung Duwet masih dipakai sebagai akses transportasi utama warga. Tapi, karena lebarnya hanya 1,5 meter, tentu saja nggak ada kendaraan roda empat yang bisa melaluinya. Pengguna roda dua saja hanya bisa melintas secara bergantian.

Selain itu, terkadang Jembatan Duwet juga dipakai untuk aktivitas olahraga ekstrem bungee jumping. Maklum, jembatan ini cukup tinggi jika diukur dari permukaan Sungai Progo, tepatnya sekitar 60 meter sehingga dianggap cocok untuk dijadikan lokasi olahraga tersebut.

Gimana, tertarik nggak untuk melihat langsung Jembatan Gantung Duwet yang kaya sejarah dan memiliki pemandangan indah ini, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: