BerandaHits
Kamis, 21 Jan 2026 19:31

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

Populasi penyu hijau, sang penjaga laut diperkirakan semakin meningkat dibanding tahun 80-an. (Greeners)

Di tengah riuhnya isu krisis iklim, Bumi ternyata menyimpan segudang kabar baik. Dari pulihnya populasi paus hingga rekor energi surya termurah, alam pelan-pelan mulai menunjukkan tanda-tanda kesembuhan yang bikin kita makin optimis menatap masa depan.

Inibaru.id - Sering nggak sih merasa sesak sama berita perubahan iklim yang seram-seram? Tenang, tarik napas dulu. Di balik kabar buruk yang sering seliweran, ternyata Bumi kita lagi diam-diam berbenah, lo. Ada banyak "keajaiban" pemulihan alam yang terjadi di depan mata kita yang telah dirangkum Ailesh.

Kabar paling haru datang dari samudera. Paus Bungkuk yang tadinya hampir punah dan cuma tersisa 450 ekor di abad ke-20, sekarang populasinya sudah melonjak ke angka 25.000 ekor. Nggak cuma di permukaan, di dasar laut pun Great Barrier Reef Australia lagi mencatat rekor tutupan karang tertinggi dalam 36 tahun terakhir. Efeknya? Penyu Hijau juga ikut berpesta dengan rekor 76.000 lebih sarang yang ditemukan di wilayah Florida dan Meksiko. Jauh banget kalau dibanding tahun 80-an yang nggak sampai 50 sarang!

Nggak cuma di air, di darat dan udara pun progresnya nyata. Proyek Great Green Wall di Afrika sukses menghijaukan kembali 20 juta hektar lahan gersang, sekaligus membuka ratusan ribu lapangan kerja. Sementara itu, "atap" dunia kita alias lapisan ozon juga dilaporkan terus membaik dan diprediksi bakal pulih total di tahun 2066.

Titik balik pencapaian ini dimulai pada 1987. Negara-negara di dunia menandatangani Protokol Montreal, yang melarang penggunaan CFC, bahan kimia yang menjadi penyebab penipisan lapisan ozon. Penandatangan ini tercatat sebagai kerja sama lingkungan paling sukses sepanjang masa.

Udara Makin Segar

Para perempuan Senegal sedang merawat tanaman yang akan ditanam untuk proyek Great Green Wall. (FAO)

Semua ini makin lengkap dengan udara di Benua Eropa yang makin segar karena angka kematian akibat polusi turun hingga 57%.

Lewat aturan baru yang resmi berlaku sejak 10 Desember 2024 kemarin, Uni Eropa sepakat buat "diet" polusi udara besar-besaran.
Nggak main-main, mereka memangkas ambang batas tahunan partikel jahat PM2.5 hingga lebih dari separuh dari aturan lama! Langkah berani ini sengaja diambil biar standar kualitas udara mereka makin sinkron sama rekomendasi dari WHO di tahun 2030 nanti.
Bukan cuma soal angka di atas kertas, aturan ini juga jadi "angin segar" buat pemerintah daerah. Sekarang, mereka punya dukungan penuh buat mempercanggih sistem pemantauan dan pemodelan kualitas udara.

Mereka juga makin pintar memanfaatkan matahari. Sekarang, energi surya resmi jadi sumber listrik termurah sepanjang sejarah manusia. Biayanya turun drastis sampai 89% dalam sepuluh tahun terakhir!

Melihat semua data ini, rasanya jadi makin optimis kan? Ternyata kalau kita mau kasih kesempatan, alam punya cara hebat buat menyembuhkan dirinya sendiri. Kuy tetap semangat jaga lingkungan dengan cara-cara simpel kita sehari-hari! (Siti Zumrokhatun/E05)


Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: