BerandaAdventurial
Sabtu, 14 Nov 2025 15:21

Gaia, Kampus Bisnis NTU Singapura yang Hampir Sepenuhnya Berbahan Kayu

Salah satu sudut di kampus bisnis NTU, Gaia. (Gaia/Joseph Goh Meng Huat)

Gaia, kampus kayu terbesar di Asia di NTU Singapura, dirancang oleh arsitek Jepang Toyo Ito dengan konsep ramah lingkungan dan net-zero energy. Menggabungkan keindahan alam dan teknologi modern, Gaia menjadi simbol masa depan arsitektur hijau dunia.

Inibaru.id - Di jantung kawasan Nanyang Technological University (NTU) Singapura, berdiri megah sebuah bangunan yang nggak biasa. Dari luar, bentuknya melengkung lembut seperti batang pohon yang tumbuh alami, dikelilingi cahaya matahari yang memantul hangat di permukaan dinding kayu.

Bangunan itu bernama Gaia, kampus fakultas bisnis NTU sekaligus gedung kayu terbesar di Asia yang kini menjadi simbol baru arsitektur ramah lingkungan di benua ini.

Gaia bukan sekadar kampus, tetapi karya seni yang hidup. Dengan luas mencapai 43.500 meter persegi, bangunan enam lantai ini hampir seluruhnya terbuat dari kayu, mulai dari balok penyangga, dinding, hingga furnitur di dalamnya.

Hanya beberapa bagian seperti tangga, toilet, dan pelat lantai dasar yang menggunakan beton untuk memastikan kekuatan struktur.

Diarsiteki Maestro Asal Jepang

Arsitek di balik keindahan ini adalah Toyo Ito, maestro arsitektur asal Jepang peraih penghargaan Pritzker Prize, yang bekerja sama dengan firma lokal RSP Architects. Dalam sebuah wawancara, Ito mengungkapkan filosofi di balik desain Gaia.

“Saya selalu berusaha membayangkan hubungan dan nuansa alam seperti pepohonan dan air dalam setiap rancangan arsitektur saya,” ujarnya, dikutip dari CNN (5/6/2023).

Desain itulah yang terasa sejak pertama kali memasuki gedung. Aroma kayu yang alami menyatu dengan pencahayaan lembut dari langit-langit tinggi. Ruang-ruang kelas berjejer melingkar, menghadap ke taman dalam yang hijau dan tenang.

Suasana belajar di sini seolah membuat siapa pun lebih dekat dengan alam — sebuah pengalaman yang jarang ditemui di kampus modern.

Ramah Lingkungan dan Hemat Energi

Kampus bisnis 'Gaia' di NTU hampir seluruh strukturnya menggunakan kayu. (NTU Singapore)

Keunikan Gaia nggak hanya pada estetikanya. Hampir seluruh strukturnya menggunakan mass-engineered timber, teknologi kayu rekayasa yang terdiri atas lapisan kayu yang direkatkan kuat (glulam) dan disusun menjadi panel besar (cross-laminated timber).

Material ini dikenal lebih ringan dari beton, tapi tetap kuat, tahan api, dan mampu mengurangi emisi karbon hingga 50 persen dibanding bahan bangunan konvensional.

Kayu-kayu ini didatangkan dari sumber bersertifikat yang dikelola secara berkelanjutan. Menurut NTU, pendekatan ini adalah bagian dari visi universitas untuk mencapai emisi nol bersih (net-zero) dalam pembangunan fasilitas kampusnya.

Selain memukau secara visual, Gaia juga dirancang untuk menghasilkan energi sebanyak yang dikonsumsinya. Atapnya dilapisi panel surya fotovoltaik (PV) yang mampu memenuhi kebutuhan listrik harian gedung. Sistem pendinginnya menggunakan teknologi PDV, pendingin udara cerdas yang bekerja dengan sensor suhu dan aliran udara alami, sehingga menghemat energi sekaligus mengurangi emisi karbon.

Keindahan yang Mendunia

Hampir segala aspek dalam bangunan ini benar-benar diperhitungkan dengan saksama, termasuk arah bangunan yang diatur mengarah ke utara-selatan agar bisa memanfaatkan arah angin utama (prevailing winds) untuk menciptakan sirkulasi udara alami.

Semua itu menjadikan Gaia sebagai salah satu gedung bersertifikat Green Mark Platinum (Zero Energy) dari Otoritas Bangunan dan Konstruksi Singapura (BCA). Dengan semua itu, Gaia pun sukses menarik perhatian dunia.

Struktur kampus bisnis NTU, Gaia, yang terbuat dari kayu membuatnya sangat estetik. (Gaia/Joseph Goh Meng Huat)

Pada 2024, gedung ini meraih penghargaan Prix Versailles untuk kategori World’s Most Beautiful Campuses dari Unesco; sebuah pengakuan internasional bagi inovasi arsitektur yang ramah lingkungan. Bangunan ini juga menjadi inspirasi bagi kampus di Asia yang ingin bertransformasi menuju kampus hijau dan berkelanjutan.

Namun, bukan berarti perjalanan Gaia tanpa tantangan. Beberapa laporan media menyebut adanya masalah jamur akibat iklim tropis Singapura yang lembap. Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa hal itu bukan karena material kayu, tapi kondisi cuaca ekstrem yang kemudian ditangani via sistem ventilasi tambahan.

Simbol Inovasi dan Harmoni

Lebih dari sekadar struktur bangunan, Gaia adalah simbol dari harmoni antara manusia, alam, dan teknologi. Warna cokelat kayu berpadu dengan cahaya matahari yang menyelinap dari atap kaca, menciptakan suasana hangat dan menenangkan. Ruang-ruangnya terbuka, seolah menghapus batas antara ruang belajar dan taman.

Gaia seakan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi nggak harus menjauhkan manusia dari alam. Justru, keduanya bisa berpadu indah, sebagaimana pesan sang arsitek Toyo Ito.

“Hubungan antara manusia dan alam bukan sesuatu yang harus dipisahkan. Arsitektur seharusnya menjadi jembatan yang menyatukan keduanya,” tegasnya.

Kini, siapa pun yang berkunjung ke Singapura bisa menyaksikan keindahan Gaia langsung di kawasan Nanyang Avenue, Wee Cho Yaw Plaza, NTU. Sebuah kampus kayu yang bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga ruang refleksi tentang masa depan arsitektur yang lebih hijau dan berjiwa manusia.

Hm, kalau ada waktu ke Singapura, jangan lupa untuk menyempatkan waktu mengunjungi kampus menawan ini ya, Gez! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: