BerandaAdventurial
Kamis, 27 Nov 2019 16:15

Delapan Fakta Menarik Tentang Benteng Willem II Ungaran

Bagian tengah Benteng WIllem II Ungaran. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Berlibur ke Ungaran nggak lengkap rasanya jika kamu melewatkan Benteng Willem II atau Benteng Diponegoro. Selain menjadi saksi banyak peristiwa sejarah di Semarang, benteng ini memiliki fakta-fakta menariknya tersendiri. Penasaran?

Inibaru.id – Benteng Willem II Ungaran menjadi salah satu benteng kebanggan Semarang yang kondisinya masih eksis hingga sekarang. Benteng tersebut menjadi bukti peristiwa bersejarah antara Pakubuwono II seorang penguasa keraton Mataram pada masa itu dengan Gubernur Jenderal Van Imhoff. Selain itu, penguasaan benteng sempat berpindah-pindah dari Belanda, Jepang, hingga POLRI. Berikut fakta-fakta menarik terkait benteng yang Inibaru.id berhasil rangkum.

1. Letaknya Strategis di Pusat Kota Ungaran

Lokasi di depan Kantor Bupati Semarang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Letak Benteng Willem II tepat persis berada di depan Kantor Bupati Semarang di pinggir Jalan Diponegoro, Ungaran. Benteng tersebut dapat dicapai dari Kota Semarang dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum Trans Jawa Tengah dengan tarif Rp 4.000.

2. Dikenal Juga dengan Sebutan Benteng Ungaran dan Benteng Diponegoro

Benteng dikenal dengan banyak julukan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Benteng ini ternyata punya banyak julukan. Selain Willem II juga dinamai Benteng Diponegoro dan Benteng Ungaran. Diperkirakan dibangun pada 1743-1746, benteng ini jadi salah satu bangunan pada masa penjajahan Belanda. Saat itu, Gubernur Jenderal VOC yang menjabat bernama Gustaaf Willem Baron van Imhoff yang berkuasa di Hindia Belanda pada 1743-1750.

3. Petilasan Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro

Sumur petilasan Pangeran Diponegoro telah dipasang pompa air. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Benteng ini pernah menjadi lokasi transit Pangeran Diponegoro sebelum diasingkan ke Makassar. Di sini terdapat sumur yang digunakan Pangeran Diponegoro untuk wudu kemudian salat. Sumur tersebut masih ada di Benteng berada di antara panggung dan dipasang pompa air.

4. Lokasi perundingan

Menjadi tempat pertemuan bersejarah. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Benteng ini juga menjadi tempat bertemunya Gubernur Jenderal Willem dengan Pakubuwono II pada saat pecah Geger Pecinan. Dari buku Sejarah Keraton Yogyakarta yang ditulis Ki Sabdacarakatama, Belanda menawarkan bantuan pada Pakubuwono II untuk meredam pemberontakan tersebut dengan menyodori Perjanjian Ponorogo. 

Isinya, setelah Pakubuwono II meninggal, kekuasaan Mataram akan jatuh ke tangan Belanda. Posisi Sri Susuhunan yang serba salah membuatnya menyetujui perjanjian ini.

5. Penjara pada Masa Penjajahan

Menjadi penjara pada berbagai masa. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Benteng juga sempat menjadi lokasi penjara bagi WNI pada masa penjajahan Jepang, masa Perang kemerdekaan, hingga penjara militer. Sisa-sisa perang juga ada di benteng ini seperti meriam-meriam.

6. Sebagai Barak Bintara, Tentara, dan Markas Kepolisian

Meriam di benteng, menjadi simbol kekuatan perang prajurit. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Bangunan ini juga pernah dipakai sebagai barak tentara dari negara yang pernah menduduki Indonesia seperti Belanda, Perancis, dan Inggris. Pada masa perang kemerdekaan, benteng ini digunakan sebagai penjara warga negara Belanda beserta anak laki-lakinya. Setelah kepengurusan benteng jatuh pada POLRI, benteng menjadi kantor polisi, asrama bagi personel POLRI.

7. Dapat Digunakan untuk Kepentingan Umum

Bagian benteng yang menjadi klinik kesehatan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Selain digunakan oleh kepolisian, Benteng Willem II ini juga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat umum juga lo. Kamu bisa berkunjung ke sini untuk mempelajari sejarah, atau saat ada pagelaran budaya.

Selain itu, klinik kesehatan di sini juga dipakai untuk menyelenggarakan posyandu untuk masyarakat sekitar.

8. Arah Depan Benteng Berubah Dibandingkan yang Dulu

Lukisan dan arah asli dari benteng dilihat dari depan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Ketika Inibaru.id berkunjung dan bertemu dengan perawat dan penjaga benteng bernama Acik, dia mengatakan jika letak benteng saat ini terbalik dari yang dulu. Benteng seharusnya nggak menghadap ke Kantor Bupati Semarang, tapi sebaliknya. Perubahan ini sepertinya dikarenakan faktor strategis di mana mengarah ke Jalan Diponegoro, yang menjadi jalan utama Kota Ungaran dan banyak dilewati kendaraan.

Hm, fungsional dan bersejarah sekali ya, Millens. Kamu tertarik mengunjunginya? (Isma Swastiningrum/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: