BerandaAdventurial
Sabtu, 2 Mei 2025 16:19

Berinteraksi dengan Ratu Kalinyamat di Museum Pop-up 'Pejuang Bahari Nusantara' di Jepara

Pengujung pameran sedang melihat dan mengamati dengan membaca keterangan gambar (Inibaru.id/ Imam Khanafi)

Dengan mengunjungi Museum Pop-up 'Pejuang Bahari Nusantara' di Masjid Mantingan, kamu akan punya gambaran lebih detail sosok Pahlawan Nasional dari Jepara, Ratu Kalinyamat yang sebelumnya hanya dikenal lewat cerita rakyat.

Inibaru.id - Jepara sore itu seperti menahan napasnya. Langkah-langkah kecil mulai mengalir pelan di pelataran Masjid Astana Sultan Hadlirin, seolah bumi turut bersiap menyambut sesuatu yang telah lama tertidur.

Matahari tergantung malas di balik tirai awan tipis, menebar cahaya keemasan yang jatuh hangat di antara harum kayu jati dan tanah basah; aroma masa lalu yang diam-diam menyelinap ke hidung siapa pun yang lewat.

Di halaman masjid itu, sejarah bukan hanya dikenang. tapi juga dibangkitkan. Bukan dari batu nisan atau lembaran buku, tetapi dari ingatan kolektif yang mulai dijahit kembali lewat tangan-tangan yang rindu akan jejak peradaban; disatukan dalam Museum Pop-up Ratu Kalinyamat: Pejuang Bahari Nusantara.

Sedikit informasi, museum pop-up adalah sebuah pameran sementara yang biasanya fokus pada pengalaman unik dan interaktif. Tema pameran ini biasanya relevan dengan tren terkini, lokasi yang nggak biasa, dan acap menekankan pada aspek pengalaman pengunjung.

Dari berbagai penjuru, orang-orang berjejal seperti ditarik oleh magnet sejarah bagitu museum tersebut dibuka pada akhir April lalu. Anak-anak dengan orang tua mereka, remaja dengan kamera di tangan, dan para ibu yang masih menenteng mukena selepas berjemaah di Masjid Mantingan, menyeruak masuk.

Sosok dari Cerita Rakyat

Pengujung pameran berswafoto di depan baliho pameran (Inibaru.id/ Imam Khanafi)

Mereka disatukan dalam rasa penasaran sama; penasaran pada bentuk museum dan Ratu Kalinyamat yang menjadi subjek utamanya. Sebagai orang Jepara, mereka tahu sosok pahlawan tangguh yang namanya menggema di seluruh Nusantara itu, tapi hampir nggak pernah membayangkan bagaimana wujudnya.

Museum mungil di samping masjid itu mendadak menjadi jendela besar yang membuat pengunjung bisa melongok ke masa lalu, menjangkau masa keemasan sang Ratu yang semula hanya didengar dari cerita rakyat atau legenda tanpa tahu kebenaran kisahnya.

Di antara pengunjung, ada Bupati Jepara Witiarso Utomo yang tampak berdiri dengan senyum lebar di sisi Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Bersama keduanya, ada Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno dan perwakilan Yayasan Dharma Bakti Lestari, Nurhidayat.

Bersama-sama, keempat sosok tersebut secara bergantian menyambut pengunjung sekaligus membuka pameran. Dengan penuh kekaguman, mereka membaur bersama masyarakat, menikmati keindahan sejarah dari sosok perempuan perkasa yang pernah memimpin Jepara pada abad ke-16.

Museum yang Bergerak dan Bersuara

Pengujung pameran sedang mengabadikan gambar. (Inibaru.id/ Imam Khanafi)

Rainha de Japora Senhora Poderosa e Rica atau "Ratu Jepara yang kaya dan berkuasa", begitu orang-orang Portugis menyebut Ratu Kalinyamat dalam naskah pelayaran yang kini turut dipamerkan di museum yang akan dibuka hingga 24 Juni 2025 tersebut.

Oya, jangan bayangkan tempat ini sebagaimana kebanyakan museum yang berupa bangunan tua berkubah tinggi yang di dalamnya tersimpan pelbagai artefak dan benda tua yang diam. Sebaliknya, ia hidup; bergerak, bercerita, dan bersuara.

Ilustrasi-ilustrasi karya Nano Warsono, seniman asal Jepara yang juga akademisi, menyajikan kisah Ratu Kalinyamat dalam visual yang menggugah. Dengan riset yang dalam, Nano mengkaji bentuk kapal, pakaian, dan ornamen dari abad ke-16, lalu merakit ulang imajinasi pertempuran Jepara melawan Portugis di Selat Malaka. Hasilnya, gambar-gambar yang bukan sekadar menarik mata, tapi menggugah batin.

“Ini baru permulaan,” ujar Wiwit, sapaan akrab Bupati Jepara Witiarso, dalam sambutannya, yang kemudian mengungkapkan bahwa sudah ada diskusi dengan Wakil Menteri Kebudayaan untuk membuat film tentang Ratu Kalinyamat; sebuah langkah lanjutan agar sosok tersebut juga menjangkau lebih banyak kaum muda.

Kisah Sejarah dalam 'Bahasa' Sederhana 

Pengujung pameran sedang mendokumentasikan gambar. (Inibaru.id/ Imam Khanafi)

Lestari Moerdijat, tokoh di balik proses panjang pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, yang kemudian resmi disahkan pada 2023, berharap pameran ini bisa menjadi jembatan emosional antara masa lalu dengan masa depan.

Bersama Yayasan Dharma Bakti Lestari, dia menginisiasi pameran bertajuk Inspirasi Sejarah Bahari Ratu Kalinyamat, menggandeng berbagai pihak seperti Sahabat Lestari dan Suar Bahri Kultura.

Pameran yang dirancang untuk berlangsung selama dua bulan itu menghadirkan kombinasi antara sejarah primer, yakni naskah Portugis asli, buku sejarah, dan artefak bahari; dengan pendekatan kekinian. Ada layar interaktif, sudut ilustrasi anak-anak, hingga cerita sejarah yang dituturkan ulang dalam bahasa sederhana.

Semuanya merujuk pada satu tujuan: membuat sejarah terasa dekat, bahkan akrab. Sekelompok anak SD yang mendatangi pameran pun tampak betah dan nyaman menikmatinya. Mata mereka menyisir pelan lukisan dan salinan dokumen dengan rasa ingin tahu yang menyala.

Menuju Museum Permanen

Bupati Jepara, Witiarso Utomo dan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat sedang mendengarkan penjelasan setelah selesai peresmian. (Inibaru.id/Imam Khanafi)

Anak-anak yang bertandang ada yang mencatat, ada yang bertanya kepada guru mereka tentang siapa sebenarnya Ratu Kalinyamat. Dalam tawa mereka, dalam kerutan kening karena berpikir, semacam benih telah ditanam, yang mungkin kelak akan tumbuh sebagai kesadaran sejarah yang lebat dan berbuah.

Nurhidayat dari Yayasan Dharma Bakti Lestari mengungkapkan, kehadiran pameran ini bukanlah semata bentuk bentuk penghormatan terhadap Ratu Kalinyamat, tetapi juga langkah awal menuju kehadiran museum permanen di area makam Ratu Kalinyamat.

“Kami ingin sejarah tidak hanya jadi cerita, tapi jadi inspirasi,” tuturnya sesaat setelah museum resmi dibuka. “Sejarah bukan hanya milik masa lalu, tapi juga jalan kita melangkah ke depan.”

Maka, begitulah Museum itu mulai dibuka. Selama dua bulan ke depan, Ratu Kalinyamat akan menyambutmu di pelataran masjid tua di Mantingan untuk membuaimu dalam kisah Jepara masa lalu dengan kekuatan maritimnya yang ditakuti hingga daratan Eropa. (Imam Khanafi/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: