BerandaAdventurial
Minggu, 10 Agu 2019 18:47

Benteng Pendem, Saksi Bisu Derita Rakyat Dalam Cengkeraman Jepang

Tanah tempat berdirinya Benteng Pendem merupakan hasil rampasan militer Jepang. (Ihategreenjello)

Romusha merupakan salah satu cerita kelam dalam sejarah bangsa Indonesia, termasuk warga Purworejo. Dalam penindasan yang dilakukan Jepang, pembangunan tanpa upah hingga pembakaran rumah dialami warga di kabupaten ini. Salah satu saksi bisu kisah menyedihkan ini ada di Benteng Pendem, Desa Donorejo.

Inibaru.id – Seperti Kota Yogyakarta, Kabupaten Purworejo pun memiliki beberapa tempat bersejarah. Salah satu tempat bersejarah di kabupaten ini adalah Benteng Pendem. Di sana, tersimpan kisah menyedihkan tentang penderitaan rakyat Indonesia di bawah penjajah Jepang.

Sebelum dibangun menjadi lokasi pengintaian, tentara Jepang merampas lahan seluas 500 hektare dari tiga desa yaitu Desa Dadirejo, Desa Sumorejo, dan Desa Bapangsari. Selain merampas, tentara Jepang juga memaksa sekitar 200 pekerja membantu mereka melakukan pembangunan.

Di bawah ancaman militer, tenaga para pekerja dibayar dengan upah yang murah. Sayang, angka tersebut belum bisa menuntaskan target pembangunan Jepang.

Negeri Sakura kemudian mendatangkan para pekerja dari luar daerah untuk menjadi romusha. Lantaran nggak diberi upah, nggak sedikit yang meninggal selama proses pembangunan.

https://pbs.twimg.com/media/BSZzsE7CMAESusz.jpg:large

Vandalisme merusak bagian dalam Benteng Pendem. (Iqbalkautsar)

Nggak cukup sampai di situ. Setelah pembangunan Benteng Pendem selesai, Jepang mengusir dan membakar rumah-rumah warga. Sebelum pergi, warga diperbolehkan membawa harta-benda mereka. Sejak itulah Desa Dadirejo sepenuhnya dihuni militer Jepang.

Penjajahan memang melahirkan banyak kisah sedih. Sejarah pilu yang dialami masyarakat Dadirejo tentu membuka mata bangsa Indonesia untuk lebih menghargai kemerdekaannya.

Sekarang, Indonesia sudah merdeka. Untuk berterima kasih pada putra bangsa yang gugur, yuk, isi kemerdekaan ini dengan mencetak prestasi! (IB06/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: