BerandaAdventurial
Selasa, 4 Jan 2021 10:51

Belajar Kasih dan Pengabdian di Tanah Mutiara Hitam

Anak asuh Panti Asuhan Kerahiman Putri tengah menampilkan tarian selamat datang. (Dok. Tim Ekspedisi Bakti untuk Negeri)

Mari bertemu Suster Aleksia dan Grace yang sama-sama mengabdi di Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai. Dengan segala keterbatasan, mereka memaksimalkan potensi agar bisa tumbuh dan mencapai impian. Dari mereka pula kami belajar kasih bagi sesama.

Inibaru.id – Siang itu kedatangan Tim Ekspedisi untuk Negeri disambut dengan tarian penjemputan oleh anak asuh dari Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai Sentani. Tak lupa, kami juga dikalungi noken yang sarat akan kehangatan, seperti suasana panti asuhan yang ada sejak 1992 ini.

Lepas penyambutan, kami diajak untuk melihat sekeliling oleh Sr Aleksia DSY yang merupakan Kepala panti asuhan yang beralamat di Jalan Raya Hawai Sentani, Sentani Kota, Sentani, Jayapura, Papua, tersebut. Ya, hari ini kami akan menghabiskan waktu di tempat anak dari pelbagai sudut di Papua ini ditampung.

Suster DSY itu kemudian kemudian mengajak kami untuk melihat berbagai kegiatan anak-anak di area panti. Di sela kesibukan belajar, para anak asuh ini diajari mandiri dan mengembangkan kreativitas dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Beruntung, hari itu kami dapat melihat aktivitas berkebun dan pembuatan berbagai pernak-pernik khas Papua seperti noken, topi, dan asesori lain. Menurut Suster Aleksia, berbagai kegiatan anak-anak asuh ini dimaksudkan agar mereka mandiri sejak dini.

Selain digunakan dan dikonsumsi sendiri, hasil dari kegiatan anak panti ini juga diperjualbelikan lo, Millens! Dengan menggunakan media sosial, Aleksia mengungkapkan, penjualan produk mereka jadi lebih cepat.

“Kami bersyukur sinyal internet masih lancar di sini. Internet lebih cepat, kami tdak perlu capai, orangnya datang,” ungkapnya dengan mata berbinar-binar.

Warga Hawai sudah bisa menikmati internet. (Dok. Ekspedisi Bakti untuk Negeri)

Ya, meski internet di Papua masih belum merata, masyarakat di beberapa tempat sudah bisa megaksesnya. Anak asuh di panti ini beruntung, mereka dapat menikmati internet untuk menunjang pembelajaran jarak jauh saat pandemi.

Mengabdi untuk Sesama

Kendati belum sempurna, intenet di sana cukup bisa diandalkan. Namun begitu, keterbatasan pengetahuan dalam menggunakan gawai masih terjadi, sehingga mereka butuh didampingi. Salah satu sukarelawan pendamping itu adalah Grace Edowai.

Grace saat ini tercatat sebagai mahasiswa kedokteran gigi di Tiongkok. Selama pandemi, dia memang tinggal di Papua. Sembari melakoni kuliah jarak jauh, dia juga mengajari anak-anak asuh di panti cara menggunakan gawai.

Dengan jaringan internet yang lancar, dirinya mengaku nggak kesulitan dalam mengakses berbagai sumber belajar.

Grace mengabdikan diri di Panti Asuhan Putri Kerahiman. (Dok. Tim Ekspedisi Bakti untuk Negeri)

“Ya, sekarang sudah muali bagus. Lancar! Perkuliahan selama satu jam menggunakan aplikasi-aplikasi di sana (Tiongkok) juga lancar-lancar saja,” ungkapnya, yang mengaku pernah mengalami masa suram ketika sinyal telepon bisa tiba-tiba menghilang dan saluran terputus.

Grace tentu saja merasa bersyukur dengan kondisi yang dialaminya sekarang. Dia turus mengupayakan untuk memanfaatkan jaringan internet itu dengan baik, sehingga kuliah dan pengabdiannya untuk panti asuhan bisa terus sejalan.

Kini Grace dan anak panti yang lain punya impian besar yang menjadi satu tujuan hidup yang besar, yaitu menjadi yang terbaik, agar bisa berbakti untuk negeri.

Mengakhiri perjumpaan dengan Grace dan Suster Aleksia, kami jadi belajar lebih banyak tentang cinta kasih dan pengabdian. Baik-baik ya di sana ya, Kalian! (Med/IB27/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: