BerandaTradisinesia
Rabu, 11 Des 2018 10:46

Mirip Kurban, Orang Batak di Sumatera Utara Rayakan Natal dengan Tradisi Marbinda

Ilustrasi menyembelih kerbau dalam tradisi Marbinda. (Majalahkartini)

Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam merayakan Natal. Nah, kalau umat Kristiani Sumatera Selatan punya tradisi menyembeli hewan yang disebut Marbinda untuk merayakan Natal.

Inibaru.id – Selama ini, kurban selalu identik dengan Iduladha yang dirayakan orang muslim. Namun, rupanya umat Kristiani di Sumatera Utara pun punya tradisi menyembelih hewan seperti kegiatan kurban, Millens. Tradisi tersebut dinamakan Marbinda yang dilakukan untuk merayakan Natal.

Tradisi Marbinda merupakan tradisi masyarakat Batak, khususnya Batak Toba. Konon, tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun setelah agama Kristen masuk ke Tanah Batak. Tradisi itu pun rutin dilaksanakan setiap menyambut Natal dan Tahun Baru Masehi.

Medanbisnisdaily.com (29/12/2017), menulis tradisi ini bertujuan untuk merawat kebersamaan dan memeriahkan Natal. Selain itu, Marbinda juga wujud syukur orang Batak Toba atas berkat yang telah didapat selama satu tahun sekaligus menyongsong Tahun Baru Masehi dengan penuh suka cita.

Dalam tradisi ini, mereka akan menyembelih hewan kurban, selanjutnya daging hewan kurban akan dibagikan kepada warga lainnya. Warga yang mendapat jatah daging adalah mereka yang ikut berpartisipasi dalam pengumpulan dana. Namun, nggak menutup kemungkinan, daging bakal dibagikan kepada masyarakat yang nggak mampu yang ada di kampung itu.

Ongkos pembelian hewan itu berasal dari uang yang iuran setiap warga. Karena itulah, hewan yang dibeli dan dikurbankan sangat bergantung kepada banyaknya warga yang ikut menggalang dana. Bila jumlah warga yang berpartisipasi mencukupi dan uang yang terkumpul juga banyak, warga bisa kurban kerbau. Akan tetapi, bila dana yang terkumpul tidak begitu banyak masyarakat bisa membeli babi.

Kendati demikan, tradisi Marbinda masih terus dilakukan di Sumatra Utara terutama di daerah permukiman orang Batak, salah satunya di Ujung Serdang, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk kebersamaan, kekeluargaan, dan kehangatan. Masing-masing akan mendapatkan bagian daging yang sama dengan yang lain sehingga setiap orang bisa merasakan kebahagiaan yang sama.

“Tradisi Marbinda patut untuk dilestarikan. Ia bukan sekadar bagi-bagi daging. Di dalamnya ada nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Di dalam budaya Batak Toba itu dibilang ‘si sada hudon’, artinya setiap orang merasakan makanan yang sama dan dari sumber yang sama,” tukas Budayawan Batak Toba Batara Siahaan.

Dalam pelaksanaan Marbinda, setiap warga yang merayakan Natal akan bergotong-royong dengan cara membagi tugas. Ada yang menyembelih, menguliti, memotong daging, dan membungkus ke dalam plastik untuk dibagikan. Di sinilah bentuk kebersamaan itu terjalin.

Wah, pasti guyub rukun bakal terasa saat Marbinda berlangsung, ya. Kalau di daerahmu, ada tradisi apa saja nih saat Natal? (IB07/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: