Inibaru.id – Berjarak ratusan kilometer dari garis pantai Jawa, Pulau Bawean punya sejumlah tradisi unik yang masih terjaga kelestariannya hingga sekarang, salah satunya Tradisi Risol. Mereka menggelar tradisi tahunan ini setiap musim tanam tiba.
Sebagaimana kebanyakan mayarakat Jawa yang mengandalkan pembagian 12 Pranata Mangsa untuk menentukan musim tanam, warga di pulau yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini juga punya pedoman untuk menentukan kapan mulai mengolah sawah untuk ditanami padi.
Proses mengolah sawah di Bawean juga nggak jauh berbeda dengan orang Jawa pada umumnya. Yang agak lain hanyalah mereka hinga kini masih menggunakan tenaga sapi untuk membajak atau menggemburkan tanah.
Nah, selesai membajak, para sapi piaraan petani itu kemudian dimandikan dengan air laut. Ritus memandikan sapi inilah yang disebut sebagai tradisi Risol. Dari tahun ke tahun, masyarakat di pulau yang berjarak sekitar 135 kilometer dari Gresik itu melakoni tradisi tersebut bersama-sama dengan penuh suka cita.
Agenda Tahunan Desa
Salah satu tempat yang bisa kamu tuju kalau pengin menyaksikan tradisi Risol berada di Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura. Pemda setempat telah menetapkan tradisi ini sebagai bagian dari agenda tahunan desa.
“Risol itu lebih dari sekadar memandikan sapi di laut, karena sebetulnya di dalamnya ada nilai-nilai luhur pula, termasuk di antaranya momen kebersamaan desa, bareng-bareng melepas lelah setelah menggarap sawah demi menyambut musim tanam,” cerita Kepala Desa Bululanjang Umar pada pertengahan Februari lalu.
Risol memang bukan sekadar memandikan sapi dengan air laut, karena sebelum ritus tersebut dilakukan, warga akan terlebih dulu mengadakan doa bersama di musala yang tersebar di setiap kampung. Selain mengucap syukur, mereka juga berdoa agar hasil panen pada musim tanam berikutnya juga melimpah.
Setelah itu, warga membawa makanan ke pantai untuk kembali berdoa dan dilanjutkan dengan aktivitas makan bersama. Nggak lama kemudian, kaum laki-laki membimbing sapi-sapi mereka ke perairan untuk dimandikan. Umar menilai, rangkaian tradisi Ini menjadi tontonan yang menarik untuk masyarakat.
“Tradisi Rasol ini sudah jadi ajang hiburan bagi warga karena mereka bisa melihat pantai yang indah sambil makan bersama sembari melihat sapi-sapi dimandikan," tutupnya.
Duduk bersantai, mengudap makanan, lalu menyaksikan tradisi yang unik bersama masyarakat satu desa di pantai; apa lagi yang lebih nikmat dari itu? Ha-ha. (Arie Widodo/E10)