BerandaTradisinesia
Jumat, 3 Agu 2023 09:36

Miliki Informasi Penting, Situs Liyangan Jadi Cagar Budaya Nasional

Situs Liyangan diperkirakan lebih besar dari Candi Borobudur. (Antara/Anis Efizudin)

Situs Liyangan di Temanggung diperkiraan dulu merupakan permukiman masyarakat pada zaman Mataram Kuno. Karena akan ada banyak informasi penting yang bisa digali, Situs Liyangan dijadikan cagar budaya nasional.

Inibaru.id - Situs Liyangan yang ada di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung ditemukan oleh para penambang pasir pada tahun 2008. Konon situs tersebut nggak hanya berupa candi, melainkan komplek permukiman kuno pada zaman Kerajaan Mataram.

Dilansir dari goodnewsfromindonesia (11/8/2016), di sana banyak benda kepurbakalaan yang ditemukan mulai dari bangunan talud, candi, bekas rumah kayu dan bambu, struktur bangunan batu, lampu dari bahan tanah liat, dan tembikar berbagai bentuk.

Selain itu, ditemukan juga padi, serbuk sari pertanian, dan saluran air yang dipercaya sebagai saluran irigasi, hingga fragmen tulang belulang dari hewan ternak dan manusia.

Berdasarkan penelitian tim Balai Arkeologi Yogyakarta, Situs Liyangan terdiri atas tiga bagian, yakni area hunian, peribadatan, dan kawasan pertanian. Situs Liyangan ini diperkirakan lebih besar dari Candi Borobudur. Tapi, tempat ini bukanlah suatu candi melainkan semacam permukiman warga Zaman Mataram Kuno atau semacam pusat permukiman yang terletak di Pusat Segitiga Candi Besar yaitu Borobudur, Gedong Songo dan Dieng.

Cagar Budaya Nasional

Situs Liyangan yang terletak di lereng Gunung Sindoro itu tengah disiapkan menjadi cagar budaya nasional. (Kebudayaan.kemendikbud)

Sudah lama menjadi sorotan para peneliti di Indonesia maupun dunia, akhirnya Situs Liyangan yang terletak di lereng Gunung Sindoro itu tengah disiapkan menjadi cagar budaya nasional. Arkeolog senior tim ahli Cagar Budaya Nasional Junus Satrio Atmodjo mengaku telah diberi tugas khusus untuk menyiapkan situs tersebut menjadi level nasional.

"Walaupun adanya di Kabupaten Temanggung, tetapi karena memiliki nilai penting, kami cenderung untuk mengangkat menjadi nasional," katanya di Temanggung, Selasa (1/8/2023).

Menurut Junus, Situs Liyangan memiliki informasi yang berharga. Contoh sederhananya, dari teras-teras batu dan sisa candi saja, ada informasi peradaban di baliknya.

"Jadi kita ingin mengetahui sebetulnya apa yang menyebabkan daerah ini dipilih sebagai daerah suci atau keagamaan itu sampai orang di abad VII-IX membangun kompleks ini, tentu mereka punya alasan yang kuat dikaitkan dengan sistem kepercayaan waktu itu, terutama agama Hindu yang sifatnya adalah pada pemujaan Dewa Syiwa," katanya.

Batas-Batas Cagar Budaya

Sebelum dikonservasi, tim ahli Cagar Budaya Nasional mengecek batas-batas dari daerah yang akan diusulkan sebagai cagar budaya nasional. Dalam hal batas, tim akan menggunakan batas jalan, batas pemilikan lahan, batas sungai, dan batas administrasi sebagai pertimbangan, di samping juga batas-batas arkeologi.

"Situs harus ada batas-batasnya. Mana yang akan dikonservasi dan tidak dikonservasi. Tugas kami mengecek semuanya. Ada berapa banyak tinggalan di sini dan sebarannya di mana. Kemudian kalau akan diproteksi batas-batasnya apa," katanya.

Wah, pastinya akan ada banyak informasi baru seputar sejarah yang bisa kita dapatkan dari Situs Liyangan setelah ditetapkan menjadi cagar budaya nasional ya, Millens? (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Pemprov Jateng Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Jangan Panic Buying!

3 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: