BerandaTradisinesia
Senin, 4 Feb 2018 12:56

Tradisi Susuk Wangan dan Pesan untuk Menjaga Sumber Air

Ritual Susuk Wangan (budayajawa.id)

Air merupakan salah satu sumber kehidupan yang sangat penting. Untuk itu keberadaannya perlu dijaga. Nah, salah satu upaya untuk melestarikan sumber air yang menjadi berkah bagi kemakmuran warga adalah tradisi susuk wangan.

Inibaru.id – Nenek moyang kita sebenarnya telah mewariskan beragam kearifan lokal yang dipakai sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam berinteraksi dengan alam dan lingkungan. Semuanya itu dapat Sobat Millens lihat dari berbagai tradisi dan budaya yang ada. Jika selama ini kamu lebih mengenal sedekah laut, ternyata ada juga sedekah sungai, lo. Salah satunya adalah tradisi susuk wangan di Kabupaten Kendal.

Hmm, tradisi apalagi itu?

Bagi yang belum tahu, susuk wangan memiliki arti membersihkan saluran air. Tradisi susuk wangan ini rutin dilaksanakan setiap tahun di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Menjadi tradisi turun-menurun yang dilakukan sejak puluhan tahun silam, susuk wangan  merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas air yang melimpah. Dengan demikian, warga bisa mendapatkan manfaat air baik untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk mengairi lahan pertanian warga yang mayoritas petani.

Mengutip suaramerdeka.com (3/2/2018), konon pada zaman dahulu terdapat tokoh berpengaruh bernama Kiai Kisabar Iman, Kiai Citrongodo, dan Nyai Ukel, yang membuka jalan air sehingga Desa Peron diberi air melimpah untuk mengairi sawah warga. Sejak saat itulah, tradisi susuk wangan dilakukan sebagai adat sedekah sungai.

Ya, ini karena tradisi tersebut berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari warga yang banyak berkutat dengan pertanian dan sumber air.

Seperti apakah ritualnya? Dalam susuk wangan, warga terlebih dahulu akan bekerja bakti membersihkan saluran air secara bergotong royong. Hal ini dilakukan sebagai upaya warga melestarikan sumber air gunung yang dianggap membawa berkah kemakmuran.

Baca juga:
Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral dari Keraton Surakarta
Penari Lengger Zaman Old Itu Lelaki

Benar banget, Millens, menjaga aliran sungai dan irigasi memang sangat penting. Kalau nggak pasti akan mengganggu lahan pertanian. Jika saluran irigasi mampat, tentu akan mengganggu kelancaran air, bukan?

Oya, ritual susuk wangan biasanya dipimpin oleh tokoh adat desa. Selain itu warga juga akan membawa berbagai hasil tanaman dan tumpeng dengan lauk ayam bakar. Semuanya itu nanti akan dibawa ke sumber air setelah selesai membersihkan saluran air.

Nah, di sumber air itulah mereka akan memohon doa restu kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini supaya air yang digunakan warga desa menjadi sangat berarti dan bermanfaat besar bagi segenap warga masyarakat semuanya. Maka dari itulah, warga berdoa bersama di dekat sumber air tersebut. Setelah didoakan, nasi tumpeng yang dibawa kemudian sebagian dilarungkan ke saluran irigasi. Seusai melarung, mereka kemudian bersama-sama menyantap nasi tumpeng  yang dibawa tersebut.

Nggak hanya para warga desa yang hadir di acara adat susuk wangan. Kini, upacara dan tradisi juga menjadi penyambung silaturahmi dan kebersamaan warga tersebut bahkan mampu menghadirkan banyak pengunjung. Di beberapa tempat lain yang mengadakan susuk wangan bahkan dilaksanakan dengan meriah sekali. Biasanya selesai ritual ada dilanjutkan dengan lomba, hiburan, dan lain-lain.

Beberapa tempat yang mengadakan susuk wangan dengan meriah adalah Desa Gondangan yang masih berada di Kecamatan Limbang. Selain itu, kamu juga bisa menemukan tradisi susuk wangan yang meriah di Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Di Desa Setren ini susuk wangan dilaksanakan setiap hari Sabtu Kliwon yaitu pada bulan Besar (Dzulhijjah).

Baca juga:
Tanam Tembakau Petani Itu Diawali dengan Ritual Among Tebal
Menyayat Bambu, Menciptakan Bunyi Melung-melung, Jadilah Calung Banyumasan

Ya, mendapatkan dukungan dari pemerintah desa sampai tingkat lebih atas lagi, tradisi susuk wangan nggak hanya menjadi salah satu wujud warga desa untuk selalu menjaga kelestarian alamnya. Tapi tradisi ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi desa yang mengadakan. Dengan adanya acara ritual susuk wangan menjadikan warga desa bertambah lebih bersemangat dan lebih percaya diri serta meyakini bahwa desa mereka mempunyai potensi alam yang luar biasa.

Nah, adakah ritual serupa di daerahmu? (ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: