BerandaTradisinesia
Senin, 19 Jan 2020 09:00

Menelusuri Eksistensi Wayang Beber

Wayang beber dalam keadaan tergulung. (Wikipedia)

Salah satu jenis wayang ini sudah ada sejak abad ke-12. Bagaimana gaungnya saat ini?

Inibaru.id – UNESCO telah mengakui wayang sebagai warisan budaya dari Indonesia sejak 7 November 2003. Ini nggak serta-merta membuat keberadaan wayang terus lestari. Sejumlah wayang di negeri ini bahkan dikabarkan hampir punah, salah satunya Wayang Beber.

Sudah ada sejak abad ke-12, wayang ini konon menjadi awal dari wayang kulit yang banyak kita kenal sekarang. Namun, berbeda dengan wayang kulit, wayang beber adalah cerita wayang dalam bentuk lukisan.

Cerita wayang tersebut digambar di atas kulit kayu khusus yang pada tiap ujungnya diberi tongkat kayu untuk membuka atau menggulung. Untuk mementaskannya, sang dalang akan membuka atau membeber gulungan itu dan menancapkan tongkat kayu pada tempat yang disediakan.

Dalang, dengan diiringi gamelan, akan menceritakan kisah yang dilukis dengan menunjuk satu per satu tokoh menggunakan tongkat kayu kecil.

Hanya Dimiliki Dua Orang

Wayang beber asli saat ini hanya dimiliki dua orang. Pertama, milik Ki Karmanto Hadi Kusumo dari Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Kedua, milik Keluarga Sumardi (generasi ke-13 Ki Tawang Alun), dari Dusun Karangtalun, Desa Gedompol, Kecamatan Donorejo, Pacitan, Jawa Timur.

Meski berjenis sama, ada yang beda dari wayang beber di Yogyakarta dan Pacitan. Wayang di Pacitan memiliki enam gulungan, sedangkan yang ada di Yogyakarta berjumlah delapan gulungan. Cerita keduanya pun berbeda.

Wayang beber Pacitan hanya menceritakan pernikahan Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji yang merupakan salah satu episode cerita Panji, yang populer disebut lakon Jaka Kembang Kuning. Sementara, wayang beber Yogyakarta kondang disebut Wayang Beber Ki Remeng Mangunjaya sesuai dengan lakon ceritanya.

Ki Karmanto Hadi Kusumo sedang memntaskan wayang beber. (Zahirulalwan.wordpress)

Kini, wayang beber masih dipentaskan, tapi nggak menggunakan wayang yang asli lantaran kondisi wayang yang telah rusak. Mereka memilih menggunakan duplikatnya.

Wayang Beber Kontemporer

Selain terus mementaskan wayang beber, upaya untuk melestarikan wayang ini juga ditempuh dengan membuat versi kontemporernya. Dani Iswardana-lah yang mencetuskan dan mementaskannya pada 2005.

Alih-alih bercerita tentang Panji atau Remeng Mangunjaya, Dani memilih mengambil kisah kehidupan saat ini dengan memasukkan unsur kritik sosial.

Dani Iswarana menunjukkan wayang beber kontemporer miliknya. (Suaramerdekasolo/Won Poerwono)

Selain Dani, Komunitas Wayang Beber Metropolitan juga mementaskannya dengan menyoal kehidupan di Jakarta lengkap dengan isu masyarakat perkotaan dan solusi yang ditawarkan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga berusaha mengenalkan wayang beber ke masyarakat.

Lewat acara Festival Panji Nusantara yang digelar tiap tahun, wayang beber mendapat tempat untuk dipentaskan dan ditonton khalayak umum.

Wah, asyik nih makin banyak yang membuka mata dengan kehadiran wayang beber. Semoga dengan segala upaya yang dilakukan, wayang beber tetap bisa eksis ya, Millens! (IB03/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Film Pendek Indonesia Golden Island Raih Penghargaan di Festival Film Singapura

3 Nov 2026

Gunung Tidar, Paku Tanah Jawa yang Menyimpan Filosofi Keseimbangan

4 Nov 2026

Menteri UMKM Pastikan Tukang Cukur hingga Warteg Beromzet Kecil Bebas PPh

5 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: