BerandaTradisinesia
Minggu, 15 Jun 2019 18:45

Kisah Islam di Kendal dan Duel Sunan Katong dengan Pakuwaja

Makam para ulama dan tokoh pendiri Kabupaten Kendal di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. (NU Online)

Menelisik Islam di Tanah Jawa sungguh mengasyikkan. Ada beragam cerita, jutaan inspirasi, salah satunya di Kendal yang nggak terlepas dari keberadaan Sunan Katong dan kisah perseteruannya dengan Pakuwaja yang menjadi ihwal nama Kaliwungu. Hm, seperti apa kisahnya?

Inibaru.id – Bagi sebagian masyarakat Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, penyebaran Islam nggak bisa dilepaskan dari keberadaan Batara Katong. Dari sekian banyak kisah Islam di Tanah Jawa yang diturunkan secara lisan, kisah sosok berjuluk Sunan Katong itu memang masih dikenang hingga kini.

Syahdan, dikutip dari Inibaru.id (19/4/2018), suatu ketika Sunan Katong dan rombongannya sampai di Kaliwungu. Mereka sempat berada di daerah yang dulu disebut Pegunungan Penjor atau Pegunungan Telapak Kuntul Melayang.

Wali Joko, seorang ulama penyebar agama Islam, murid Sunan Kalijaga dan Kiai Gembyang, juga ada dalam rombongan ini.

Sepanjang perjalanan mereka, nggak ada hambatan berarti yang mengadang. Namun, memasuki wilayah Barat, ada seorang tokoh Hindu yang mempersulit mereka.

Konon, sosok itu dikenal dengan nama Suramenggala atau Empu Pakuwaja. Dia ahli pembuat pusaka yang dulunya merupakan petinggi kadipaten di bawah Kerajaan Majapahit.

Sunan Katong dan Empu Pakuwaja bersitegang. Kemudian, Pakuwaja menyerukan kalimat untuk menantang Sunan Katong.

Pakuwaja bertaruh, jika Sunan Katong mampu mengalahkannya, dia bersedia memeluk Islam dan menjadi murid Sunan Katong.

Dua tokoh dengan kekuatan hebat itu pun bertarung habis-habisan. Diselingi dengan adu kekuatan batin, pertarungan mereka nggak mudah untuk diikuti oleh mata awam. Keduanya saling mengejar selama berjam-jam. Arena pertarungan meluas, hingga di darat dan di air.

Selama pertarungan tersebut, Pakuwaja nggak bisa menang. Lama-lama, dia pun berniat untuk bersembunyi agar bisa berhenti dari pertarungan. Ada sebuah pohon besar berlubang yang dijadikan tempat persembunyian olehnya.

Sunan Katong bukannya. Dengan mengeluarkan ilmu yang dimiliki, dirinya pun menemukan Pakuwaja. Pakuwaja menyerah dan memenuhi janjinya. Dia masuk Islam dan menjadi santri Sunan Katong. Selanjutnya, Pakuwaja tinggal di Desa Getas, Kecamatan Patebon, dan di padepokan di Perbukitan Sentir.

Oya, untuk menghargai Pakuwaja sebagai mantan petinggi kerajaan, Sunan Katong mengubah namanya menjadi Pangeran Pakuwaja.

Lalu, apa hubungannya dengan Kendal? Konon, Sunan Katong menamai pohon yang dijadikan tempat persembunyian Pakuwaja sebagai “pohon kendal” yang berarti penerang. Sementara, wilayah di sekitar pohon tersebut disebut Kendalsari.

Adapun sungai yang menjadi saksi pertarungan keduanya dinamai Kaliwungu. Seperti namanya yang berarti sungai berwarna ungu, konon warna ungu itu tercipta dari darah yang bercampur antara Sunan Katong yang berwarna biru dengan Pakuwaja yang berdarah merah.

Yap, ini hanyalah satu versi sejarah berdirinya Kabupaten Kendal. Boleh percaya, boleh tidak. Kamu punya versi lain, Millens? (IB20/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indikator Bensin Menyala, BBM Mobil Masih Sisa Berapa?

19 Mar 2026

Mencicipi Kelezatan Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi Solo yang Melegenda

19 Mar 2026

Jangan Kalap! Tips Aman Santap Menu Lebaran buat Si Diabetes & Hipertensi

19 Mar 2026

Mudik Tetap Glowing! Ini Trik Reapply Sunscreen Tanpa Bikin Makeup 'Longsor'

19 Mar 2026

Operasi Ketupat PDAM Semarang: Puluhan Sambungan Air Diputus, tapi Ada Toleransi

19 Mar 2026

Sheer Khurma, Puding Manis yang Mengikat Kenangan Lebaran di Persia

19 Mar 2026

Sampaikan Hasil Sidang Isbat, Kemenag: Lebaran 2026 Jatuh pada Sabtu, 21 Maret

19 Mar 2026

Aman Nggak Sih Mencampur Pertalite dan Pertamax untuk Kendaraan Bermotor?

20 Mar 2026

Eksis Lebih dari 7 Dekade, Begini Cerita Rumah Makan Bu Carik Temanggung

20 Mar 2026

Duduk di Atas Bantal Bikin Bisulan? Ini Fakta Medisnya!

20 Mar 2026

Mencapai Keputusan Bisnis yang Saling Menguntungkan: Incentive Alignment!

20 Mar 2026

Jangan Asal Taruh! Roda Koper Ternyata 58 Kali Lebih Kotor dari Kursi Toilet

20 Mar 2026

Seperti Apa ya Suasana Idulfitri di Suriname?

21 Mar 2026

Uniknya Makam Mbah Kuwu di Kebumen yang Full Kayu!

21 Mar 2026

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta: Wujud Syukur dan Sedekah Raja untuk Rakyat

21 Mar 2026

Sering Ketindihan? Itu Tanda Tubuh yang Sedang 'Lag'!

21 Mar 2026

Seni, Tradisi, dan Ekspresi Keislaman di Festival Takjil Piji Wetan

22 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Kebun Teh Sikatok di Wonosobo

22 Mar 2026

Ternyata, Kangkung Nggak Pernah Ada di Menu bagi Pasien Rumah Sakit

22 Mar 2026

Michael Spence, Teori Sinyal, dan Proses Rekrutmen di Perusahaan Modern

22 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: