BerandaKulinary
Senin, 18 Jan 2026 11:01

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

Pecel dan Brongkos di Warung Mbok Teguh, Magelang. (Myra)

Lagi di sekitar Kopeng atau di tengah perjalanan antara Magelang dan Salatiga? Coba deh wisata kuliner ke Warung Mbok Teguh yang terkenal punya menu unik kombinasi pecel dan brongkos. Seperti apa ya kelezatannya?

Inibaru.id - Kalau sedang melintas di jalur Magelang–Salatiga dan perut mulai memberi sinyal minta diisi, ada satu warung legendaris yang sayang kalau dilewatkan begitu saja, yaitu Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh di Pakis, Magelang.

Warung ini bukan pendatang baru. Jejaknya sudah ada sejak 1978, menjadikannya salah satu warisan kuliner yang masih bertahan dan dicintai lintas generasi.

Awalnya, warung ini dikelola dengan nama yang berbeda. Baru pada 1994, Mbok Teguh sebagai penerus keluarga melanjutkan usaha di lokasi yang sama dengan nama Warung Makan Mbok Teguh seperti yang dikenal sekarang. Meski zaman terus berganti, cita rasa masakan di sini tetap dijaga dengan gaya masakan Jawa yang medok, rumahan, dan penuh rasa yang bikin ketagihan.

Menu di Warung Mbok Teguh terbilang lengkap. Ada pecel, brongkos, rica-rica entok, opor entok, krecek, sampai aneka nasi sayur dan lauk lainnya. Namun, ada satu menu yang usianya setua warung ini sendiri, yaitu dendeng kelem, yang dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai terik daging sapi. Dagingnya empuk, bumbunya gurih dengan sentuhan manis khas masakan Jawa klasik.

Penampakan Warung Mbok Teguh yang masih sederhana.(Kaylo)

Meski begitu, primadona utama di warung ini tetaplah brongkos yang terkenal dengan kuahnya yang pekat, gurih, dan kaya rempah. Aroma smokey yang khas muncul karena proses memasaknya masih menggunakan tungku tradisional. Tak heran kalau menu ini sering viral dan diburu pembeli. Saking favoritnya, brongkos biasanya sudah habis sebelum jam 12 siang. Jadi, kalau ingin mencicipinya, datang pagi adalah pilihan paling aman.

Yang menarik, banyak pelanggan justru jatuh cinta pada kombinasi pecel dan brongkos dalam satu piring. Sambal pecelnya halus, gurih, dengan sensasi manis tipis yang tidak berlebihan. Saat dipertemukan dengan kuah brongkos yang asin dan gurih yang kuat, rasanya saling melengkapi. Hasilnya adalah comfort food Jawa yang sulit dilupakan.

Untuk yang tidak terlalu tahan pedas, sebaiknya bilang dari awal saat memesan, karena beberapa menu di sini punya tendensi pedas yang cukup terasa. Soal harga, Warung Mbok Teguh masih sangat bersahabat.

Selama tidak mengambil banyak olahan daging, seporsi nasi dengan lauk bisa dinikmati mulai dari kisaran Rp10.000-an saja. Pembayaran yang berlaku di sini masih tunai. Sementara untuk parkir kendaraan, karena terbatas, terkadang kamu perlu melakukannya di tepi jalan raya.

Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh berlokasi di Jalan Magelang–Kopeng KM 17, Pakis Kulon, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Warung ini buka setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Di warung sederhana inilah, rasa zadul dan kehangatan masakan rumahan masih setia menunggu. (Arie Widodo)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Margin Kian Tipis, Banyak Seller Mulai Tinggalkan Marketplace

20 Mei 2026

SMA Negeri 1 Kemalang Resmi Berdiri, Anak Lereng Merapi Tak Perlu Sekolah Jauh Lagi

20 Mei 2026

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Sebelum Nasi Mendominasi, Leluhur Kita Sudah Diversifikasi Pangan Sejak Dulu

26 Mei 2026

5 Tradisi Iduladha di Indonesia yang Unik, Sarat Makna, dan Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

28 Mei 2026

Congklak, Permainan Tradisional Tertua yang Kini Mulai Dilupakan

29 Mei 2026

Mengenal Thudong, Perjalanan Spiritual Para Biksu yang Selalu Mencuri Perhatian Saat Waisak

2 Jun 2026

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: