BerandaHits
Senin, 18 Jan 2026 19:58

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

Parenting Tipe C mengutamakan kehadiran emosional. (via Pemkab Bantul)

Parenting Tipe C muncul sebagai jalan tengah antara gaya asuh yang kaku dan yang terlalu santai. Dengan mengutamakan kehadiran emosional daripada jadwal ketat, gaya ini terbukti ampuh melatih mental baja pada anak tanpa harus kehilangan kehangatan dalam keluarga.

Inibaru.id - Lagi ramai nih di obrolan para orang tua soal label kepribadian saat mengasuh anak. Kamu tipe yang mana, Gez? Yang jadwalnya saklek banget kayak kereta api (Tipe A), atau yang supersantai ala "let it flow" (Tipe B)?

Nah, ternyata sekarang muncul istilah baru yang dianggap sebagai "jalan tengah" paling pas, yaitu Parenting Tipe C. Gaya pengasuhan ini lagi naik daun karena dianggap lebih manusiawi dan nggak bikin orang tua cepat burnout.

Penasaran apa itu Parenting Tipe C? Yuk, kita bedah bareng gaya asuh yang satu ini!

Bukan Sempurna, tapi "Cukup Baik"

Susan Groner, pendiri The Parenting Mentor, menyebutkan kalau orang tua Tipe C adalah mereka yang secara sadar memilih untuk menjadi "cukup baik", bukan sempurna. Prinsipnya simpel: anak nggak butuh rumah yang selalu rapi atau jadwal yang selalu tepat waktu buat tumbuh optimal.

“Anak-anak tumbuh dengan baik karena mereka merasa aman, diperhatikan, dan didukung bahkan ketika keadaan sedang berantakan,” jelas Groner. Jadi, kalau sesekali waktu tidur anak molor atau mainan berantakan di mana-mana, orang tua Tipe C nggak bakal langsung panik atau marah-marah.

Berada di "Zona Goldilocks"

Parenting Tipe C diklaim membentuk anak bermental baja. (USA Kids Montessori)

Beberapa pakar menyebut gaya ini sebagai Zona Goldilocks. Artinya apa? Nggak terlalu menekan (kayak Tipe A yang haus prestasi), tapi juga nggak terlalu bebas (kayak Tipe B yang saking santainya kadang bikin anak bingung soal batasan).

Orang tua Tipe C itu fleksibel tapi tetap hadir. Misalnya gini: mereka punya aturan soal makan malam dan jam belajar, tapi kalau si kecil lagi tantrum atau kelelahan setelah hari yang panjang, mereka bakal lebih memprioritaskan kedekatan emosional daripada memaksakan aturan. Aturan tetap ada, tapi nggak kaku kayak tembok beton.

Jangan salah, salah satu keuntungan besar dari gaya Tipe C adalah anak jadi belajar soal ketahanan atau resilience. Karena orang tuanya nggak langsung panik saat rencana berubah atau ada kesalahan, si anak belajar kalau "salah itu manusiawi".

Saat anak lupa ngerjain tugas sekolah atau berantem sama teman, orang tua Tipe C nggak bakal langsung pasang badan buat beresin semuanya. Mereka bakal kasih empati dan arahan, membiarkan si anak belajar tanggung jawab tanpa merasa sendirian. Nilai diri si anak pun nggak cuma diukur dari prestasi, tapi dari rasa dihargai.

Tetap Tegas, kok!

Banyak yang salah sangka kalau Tipe C itu berarti boleh bebas apa saja. Padahal nggak gitu, Gez. Mereka tetap punya batasan dan konsekuensi yang jelas. Bedanya, mereka menegakkan aturan tanpa rasa panik atau kekakuan yang berlebihan. Hubungan antara orang tua dan anak tetap jadi prioritas nomor satu.

Pada akhirnya, label A, B, atau C cuma alat bantu saja. Yang paling penting adalah kenyamanan kamu dan kebahagiaan si kecil. Karena nggak ada orang tua yang benar-benar cocok cuma di satu kategori saja, kan?

Gimana, kamu merasa lebih cocok jadi tim Tipe A, B, atau malah sudah lama menerapkan gaya Tipe C ini? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: