BerandaTradisinesia
Kamis, 29 Jan 2020 09:06

Berusia Seabad, Rumah Kuno di Semarang Ini Dihuni 70 Keluarga

Rumah tampak dari luar. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Terletak nggak jauh dari Masjid Kauman Semarang, rumah yang berusia lebih dari seabad ini dikenal dengan Rumah 100 Kepala Keluarga. Gimana sih kisah dari rumah unik yang satu ini?

Inibaru.id - Sabtu siang itu kebetulan cuaca cerah, saya menepikan kendaraan di depan rumah dua lantai yang hampir nggak punya halaman. Ya, rumah tua nan kusam yang saya kunjungi ini konon dihuni oleh 100 kepala keluarga. Letaknya nggak jauh dari Masjid Agung Kauman, tepatnya ada di dalam Kampung Jajan, Kauman Bangunharjo No. 391.

Rumah ini langsung menghadap ke gang yang hanya muat untuk dilewati satu motor. Ini juga yang bikin saya kesulitan memarkirkan kendaraan.

Nggak seramai yang saya bayangankan, di dalam rumah cuma ada tiga penghuni pria dan satu anak lelaki. Sementara 2 perempuan tengah sibuk memasak di dapur. Beberapa amben besar mendominasi ruangan di lantai dasar. Mustofa yang kala itu sedang bersantai di sudut lain bangkit dari tempat duduk dan menemui saya.

Potret H. Sahly. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)<br>

“Saya cucu mantu dari H. Sahly” kata lelaki 40 tahun ini.

H. Sahly yang merupakan kyai tersohor pada masa itu. Meski bukan keturunan asli, Mustofa bisa menjelaskan dengan gamblang mengenai rumah unik yang satu ini.

Mustofa bercerita kalau kiai asal Semarang ini mempunyai banyak keturunan dari tujuh perempuan yang dinikahinya. Saat ini ada 70-an keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Semuanya merupakan keluarga dari cucu dan cicit H. Sahly.

“Kurang lebih kalau dikumpulkan ya sekian (100 KK), namun yang tersensus selama ini (tinggal di sini) ya 70-an KK,” tutur Mustofa.

Pembagian Ruangan

Nampak dalam bangunan rumah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)<br>

Penasaran dengan pembagian ruangan di rumah ini, penghuni yang lain, Muhammad Amhar yang merupakan cucu H. Sahly mengatakan ada banyak kamar di rumah ini.

“Di dalam banyak sekali kamar. Di bawah ada 5, di sana ada 10, di atas ada 8,” tutur lelaki 57 tahun ini.

Yap, menurut penghuninya, semua keluarga di sini punya kamar tidur, dapur bahkan kamar mandi sendiri lo. Ada pula kamar mandi dengan kulah (bak mandi besar) yang diperuntukkan bagi tamu yang datang untuk mengaji.

Rasa penasaran saya kian bertambah untuk melihat langsung ruangan-ruangan tadi. Sayangnya saya cuma dipersilakan untuk melihat ruang tamu. Jadi wajar jika saya menyangsikan apa yang dikatakan Mustofa dan Amhar. He

Mengikuti Sunah Rasul

Cucu dan cicit H. Sahly yang berprofesi sebagai pedagang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)<br>

Banyaknya keluarga yang tinggal di rumah tersebut bikin saya nggak habis pikir. Ternyata hal ini sudah terjadi dari terjadi saat nenek moyang mereka, H. Sahly menikah dan mendirikan rumah ini sekitar tahun 1901-1902.

Menurut Mustofa, kakek mertuanya tersebut benar-benar totalitas dalam menjalankan sunah rasul dengan memiliki banyak istri hingga tujuh orang.

“Benar punya istri tujuh, tapi bukan langsung beristri tujuh. Awalnya empat, jika meninggal baru cari gantinya,” terang Mustofa.

Kini, sangking ramainya penguni dari bangunan berlantai dua ini, warga sekitar menyebutnya dengan sebutan kerajaan. Kini mayoritas cucu dan cicit H. Sahly berprofesi sebagai pedagang.

Karena nggak diperbolehkan berkeliling, salah satu yang meyakinkan saya akan banyaknya anggota keluarga di sini adalah banyaknya amben yang konon digunakan ketika kumpul keluarga dan salat berjamaah.

Kamu sendiri penasaran nggak dengan rumah unik yang satu ini, Millens? (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mulai 1 Oktober, Semua Merchant Bisa Nikmati Transaksi QRIS Bebas Biaya

24 Agu 2026

Mengenal Sekaten, Tradisi Maulid Nabi Warisan Dakwah Wali Songo

25 Agu 2026

Indonesia Mulai Program PLTS, 14 Proyek Jadi Tahap Awal

26 Agu 2026

Wayang Klithik, Wayang Kayu Pipih yang Lahir dari Tradisi Jawa dan Bunyi "Klithik"

27 Agu 2026

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

28 Agu 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan “Layers of Living”, Pameran Dua Seniman dengan Perspektif Berbeda

28 Agu 2026

Berburu Barang Antik di Solo? Ini 3 Tempat Favorit yang Wajib Dikunjungi Kolektor

29 Agu 2026

Komdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet Pelanggan

31 Agu 2026

Manuskrip Al-Qur’an Berusia 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi

1 Sep 2026

Transaksi Indonesia-Singapura Bisa Pakai Rupiah dan Dolar Singapura Tanpa US$

2 Sep 2026

Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026

3 Sep 2026

Saat Serayu Jadi Pengantin dalam Prosesi Manten Gethek

4 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: