BerandaTradisinesia
Rabu, 21 Okt 2025 18:51

Beduk, Dari Penanda Perang hingga Simbol Kehidupan Islam di Nusantara

Beduk bukan berasal dari Nusantara. (Antara)

Beduk yang kini akrab dengan masjid dan waktu salat ternyata punya sejarah panjang. Dahulu, alat tabuh ini justru digunakan sebagai penanda perang dan alat komunikasi masyarakat Nusantara sebelum akhirnya menjadi simbol kehidupan Islam.

Inibaru.id -Kini, beduk identik dengan suara yang menggema dari masjid setiap waktu salat tiba. Tapi, tahukah kamu kalau dulu beduk justru punya fungsi yang sama sekali berbeda yakni sebagai alat komunikasi perang?

Beduk, alat musik tabuh berbentuk gendang besar ini biasanya terbuat dari batang kayu utuh, seperti pohon enau, yang bagian tengahnya dilubangi hingga berbentuk tabung. Salah satu ujungnya kemudian ditutup kulit hewan yang berfungsi sebagai selaput gendang. Suaranya berat, khas, dan bisa terdengar hingga jarak yang cukup jauh. Makanya dulu cocok dijadikan alat pemberi tanda bahaya atau pemanggil pasukan.

Menurut legenda, beduk dibawa ke Indonesia oleh armada Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok. Ketika tiba di Semarang, rombongan Cheng Ho memperdengarkan bunyi beduk kepada Raja Jawa sebagai tanda penghormatan. Di negeri asalnya, beduk juga digunakan di kuil-kuil Buddha di Tiongkok, Korea, dan Jepang sebagai alat ritual keagamaan.

Namun jauh sebelum itu, masyarakat Nusantara pada masa Hindu sudah mengenal alat serupa yang disebut teg-teg. Beduk kala itu digunakan untuk mengumpulkan warga menjelang perang. Baru pada masa Islamisasi abad ke-15, beduk mendapat makna baru: menjadi penanda waktu ibadah.

Catatan dari Penjelajah Belanda

Konon, beduk dibawa Laksamana Cheng Ho. (Britannica)

Catatan Cornelis de Houtman, pelaut Belanda yang pertama kali datang ke Nusantara, menyebut beduk populer di daerah Banten. Menurutnya, setiap perempatan jalan memiliki genderang besar yang dibunyikan sebagai tanda bahaya atau penanda waktu.

Beberapa tahun kemudian, dokter kapal Belanda, Wouter Schouten, juga mencatat hal serupa di Ternate dan Banten. Dia menulis bahwa suara beduk di masjid terdengar hingga bermil-mil jauhnya, bahkan sampai ke pegunungan.

Sejak abad ke-17, beduk nggak hanya menjadi penanda waktu salat, tapi juga tradisi sosial. Suaranya yang khas memanggil warga untuk beribadah, sekaligus menjadi simbol kebersamaan di tengah masyarakat.

Meski kini teknologi sudah menggantikan fungsinya dengan pengeras suara dan jam digital, gema beduk tetap punya tempat istimewa. Dia bukan sekadar alat tabuh, tapi juga saksi perjalanan panjang budaya dan spiritualitas di Nusantara.

Menarik banget ya? Di masjid atau musala di sekitar tempat tinggalmu masih menggunakan beduk asli atau diganti rekaman nih, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: