BerandaPasar Kreatif
Sabtu, 24 Agu 2018 13:00

Propagul Jadi Pewarna Alami Batik yang Ramah Lingkungan

Pewarna batik da propagul kering. (pusatgrosirsolo.com)

Hindari pencemaran lingkungan dari limbah pembuatan batik, Ita ciptakan pewarna alami batik dari propagul kering. Yuk simak ulasannya!

Inibaru.id – Batik merupakan produk asli Indonesia yang menjadi unggulan di beberapa daerah. Misalnya Pekalongan, Solo, Cirebon, Yogyakarta, Madura, dan masih banyak lagi. Sayangnya, limbah air bekas pewarnaannya yang menyebabkan pencemaran.

Sisa pewarnaan sintesis yang digunakan dalam pembuatan batik dianggap sebagai polutan yang dapat mengotori lingkungan terutama di aluran air sungai. Karena itu, pihak pemerintah di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan sebagai sentra produksi batik berusaha mencari alternatif pengganti pewarna sintesis.

Hingga akhirnya seorang tenaga pengajar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Ita Riniatsih, menemukan ide dan solusinya yakni dengan mengolah tanaman mangrove menjadi pewarna batik yang ramah lingkungan.

https://mangrovemagz.com/wp-content/uploads/2017/04/Albino2.jpg

Biji mangrove yang telah berkecambah (propagul). (mangrovemagz.com)

Propagul atau buah mangroave yang telah mengalami perkecambahan bisa lo jadi bahan alternatif pewarna batik ramah lingkungan. Biasanya yang dipakai adalah buahnya yang sudah mengering dan yang sudah jatuh dari pohonnya.

"Manfaat mangrove sangat banyak, selain penahan abrasi laut. Propagul yang sudah kering juga bisa dimanfaatkan untuk mengganti bahan pewarna batik sintetis dan lebih ramah lingkungan," katanya, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (9/8/2018).

Proses Pembuatan

Dalam pembuatannya, dibutuhkan propagul mangrove sebanyak 1 kilogram untuk 5 liter pewarna batik. Caranya, propagul yang sudah kering dicincang, kemudian direbus dengan air sebanyak 10 liter hingga air tersisa sebanyak 5 liter.

"Warna dasar dari rebusan propagul yaitu cokelat, namun bisa dikombinasikan dengan secang agar mendapatkan warna orange," terangnya.

Meski nggak memiliki banyak warna, saat ini, permintaan batik dengan pewarna alami sedang banyak dicari. Ini membuktikan bahwa masyarakat terutama pelaku usaha pembuat batik mulai sadar penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan.

Nah, Sobat Millens, dengan ini kita juga harus berhati-hati ya dalam penggunakan suatu produk. Keren kan, bisa melestarikan budaya, tapi juga melestarikan lingkungan. (IB07/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: