BerandaPasar Kreatif
Senin, 4 Agu 2019 16:15

Mendulang Rupiah dari Bisnis Suvenir Gerabah

Proses produksi kerajinan gerabah di galeri Supoyo. (Kumparan/Elsa Olivia)

Selain mengubah kebiasaan yang berkembang di desanya, usaha Supoyo dalam membuat kerajinan gerabah juga mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Usahanya tersebut juga mampu melestarikan warisan turun menurun di desanya.

Inibaru.id – Di Desa Klipoh, Kecamatan Borobudur, Jawa Tengah mulanya usaha pembuatan gerabah hanya dilakukan oleh kaum perempuan. Sementara kaum lelaki hanya bertugas mencari bahan baku berupa tanah liat di sawah.

Namun kini kebiasaan tersebut perlahan berubah. Supoyo, lelaki 48 tahun itulah yang berusaha membuat inovasi bahwa lelaki juga dapat ikut membuat gerabah. Dia merupakan lelaki Desa Klipoh pertama yang mau ikut membuat gerabah.

Supoyo di galerinya. (Kumparan/Elsa Olivia)

Sejak 2004 Supoyo berusaha untuk memajukan industri kerajinan gerabah di desanya dengan membuka galeri. Kerajinan gerabah yang dihasilkan Supoyo pun bermacam-macam. Mulai dari cobek, kendi, hingga patung para tokoh seperti Buddha dan Sidharta Gautama. Harganya setiap kerajinan bervariasi, mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Usaha Supoyo nggak sia-sia. Saat ini dia bisa memeroleh pendapatan hingga Rp 10 juta setiap bulannya. Kerajinan gerabah Supoyo telah dipasarkan hingga ke Sumatera dan Kalimantan.

Membuka Kelas Kerajinan

Niat Supoyo untuk melestarikan kerajinan gerabah di wilayahnya nggak hanya diwujudkan dengan membuat produk. Sejak 2016 dia juga membuat kelas bagi warga yang berminat untuk menjadi pengrajin gerabah. Hingga 2018, jumlah warga yang ada di Desa Klipoh telah mencapai 84 orang lo.

Kelas kerajinan ini juga terbuka untuk wisatawan, Millens. Harganya pun relatif terjangkau. Wisatawan dari kalangan pelajar akan dikenai biaya sebesar Rp 20 ribu untuk tiga kali pertemuan. Sementara, wisatawan domestik akan dikenai biaya yang sama untuk satu kali pertemuan.

Ragam hasil kerajinan gerabah di galeri Supoyo. (Kumparan/Elsa Olivia)

Kelas ini sengaja diadakan oleh Supoyo agar kerajinan gerabah tetap lestari terutama di tangan generasi muda.

“Sayang jika kerajinan gerabah yang sudah turun menurun hingga 10 generasi tiba-tiba berhenti di generasi muda,” pungkas Supoyo, dikutip dari Kumparan, belum lama ini.

Sobat Millens berminat untuk membeli suvenir gerabah atau sekalian ikut kelas kerajinannya? Sambil belajar, sambil melestarikan budaya juga nih! (IB10/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: