BerandaPasar Kreatif
Jumat, 11 Des 2025 11:56

Bebas Pilih Menu; Makan Gratis di Warmah Semarang untuk Korban Bencana Sumatra

Kedai Warmah di bilangan Undip Semarang menyediakan program makan gratis untuk korban terdampak bencana Sumatra. (Inibaru.id/ Sundara)

Banjir dan longsor di Sumatra memunculkan gerakan warga bantu warga. Nggak hanya di lokasi kejadian, upaya ini juga dilakukan dengan menyediakan makan gratis untuk korban terdampak bencana, salah satunya di kedai Warmah Semarang yang berlokasi di bilangan kampus Undip Tembalang.

Inibaru.id - Kepedulian masyarakat Indonesia terhadap bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh dan Sumatra yang hingga kini belum juga ditetapkan sebagai bencana nasional kendati menelan korban begitu besar nggak hanya diwujudkan dengan aksi di tempat kejadian.

Orang-orang yang nggak punya kesempatan untuk menjadi sukarelawan di lokasi bencana pun bergerak cepat untuk mewujudkan tagline "warga bantu warga". Salah satunya dilakukan oleh pemilik warung makan Warmah di Kota Semarang yang menggratiskan makanan bagi mahasiswa terdampak bencana.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemilik warung makan yang berlokasi di bilangan kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap duka mendalam yang dialami mahasiswa yang keluarganya tengah didera musibah.

Melalui akun Instagram resminya, @warmah.semarang, pemilik kedai Dion Edyson mengatakan bahwa para mahasiswa dari Sumatra yang keluarganya terdampak bencana bisa makan gratis di tempatnya yang berlokasi di Jalan Tirto Agung No 64 Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Bebas Pilih Menu

Ditemui Inibaru.id pada Senin (8/12/2025) sore, Dion mengatakan bahwa inisiatif itu lahir sebagai bentuk solidaritas untuk meringankan semua orang yang terdampak bencana, mengingat dirinya juga pernah merasakan gimana nggak enaknya menahan lapar karena uang kiriman telat saat menjadi mahasiswa rantau.

"Kiriman dari rumah telat dua hari saja rasanya sudah sengsara karena harus menahan lapar, apalagi para mahasiswa korban bencana ini yang menurut saya kondisinya jauh lebih memprihatinkan," ujarnya. "Makan adalah kebutuhan pokok. Jadi, meski kiriman telat, mereka harus tetap makan agar fokus kuliah.

Pegawai di kedai Warmah Semarang saat sedang menyiapkan menu pesanan. (Inibaru.id/ Sundara)

Untuk menunya, Dion mengungkapkan, para korban bencana ini dipersilahkan memesan apa saja. Bebas pilih menu. Syaratnya, cukup menunjukkan kartu identitas yang menunjukkan bahwa mereka berasal dari Aceh, Sumut, atau Sumbar. Mau datang 2-3 kali sehari juga boleh.

"Bebas pesan apa saja. All you can eat. Ada ramen, nasi goreng, dan soto. Ada nasi goreng Padang yang rasanya mirip dengan di kampung halaman mereka. Silakan datang. Gratis, karena niat kami memang agar bisa sedikit mengurangi kesedihan para korban," tuturnya.

Belum Banyak yang Datang

Dion mengatakan, program makan gratis di Warmah Semarang rencananya akan berlangsung selama 1-2 bulan ke depan, menyesuaikan perkembangan penanganan bencana di Sumatra. Sejauh ini, belum banyak yang datang; baru ada empat mahasiswa yang datang. Keempatnya berasal dari Aceh.

"(Di antara mahasiswa yang datang) ada yang curhat bahwa dia belajar ke Semarang untuk meningkatkan strata ekonomi keluarga, dengan biaya yang diambil dari uang tabungan hasil ternak. Akibat bencana ini, harta benda termasuk ternak dan rumah tidak bersisa lagi," ucapnya.

Namun begitu, Dion menambahkan, para mahasiswa ini mengaku masih beruntung karena anggota keluarganya masih utuh setelah sempat membuat cemas karena nggak bisa dihubungi hingga lima hari pascabencana.

"Sekarang komunikasi mulai pulih, tapi mereka bilang rumah sudah tidak ada. Bentuknya pun tidak terlihat lagi," kata Dion dengan bibir bergetar. "Mereka sempat tunjukkan (foto bekas lokasi rumah) tapi saya tidak berani melihatnya karena takut."

Terkait program makan gratis ini, Dion mengaku nggak lagi memikirkan untung rugi. Menurutnya, bantuan yang diberikannya nggak besar, tapi kalau bisa meringankan beban korban yang sedang berduka, dia akan dengan senang hati melakukannya. Yang penting bermanfaat.

Sepakat, Mas Dion. Dalam aksi sosial, nggak ada istilah "si paling-paling". Besar atau kecilnya bantuan tentu akan tetap berarti bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan. Lekas sembuh, Sumatra! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: