BerandaMusik
Kamis, 23 Agu 2017 15:46

Inkonsistensi Waktu Hingga Insiden Pengusiran Afgan Warnai Prambanan Jazz 2017

Afgan Syahreza di gelaran Prambaran Jazz Festival 2017. (Foto: instagram)

Penyanyi Afgan Syahreza di usir dari panggung Prambaran Jazz Festival 2017, kenapa?

Inibaru.id – Kurang lebih 32 ribu tiket ludes dalam waktu tiga hari dalam gelaran Prambaran Jazz Festival 2017. Kendati menyedot animo tinggi dari masyarakat, pagelaran yang dipromotori Rajawali Indonesia ini nampaknya juga menyisakan kekecewaan bagi sebagaian pengisi acara dan juga pengunjung. Betapa tidak, parade musik yang mengusung tagline Art, Music & Culture bermasalah dengan kebiasaan buruk dan tidak menghargai waktu yang menimbulkan rasa kurang nyaman.

Alhasil, beberapa pengisi acara terpaksa harus menunggu berjam-jam untuk dapat tampil menghibur para penggemarnya. Tak hanya itu, akibat kebiasaan buruk, ketidaktepatan waktu menjadikan beberapa artis harus mengurangi durasi penampilannya.

Hal ini yang terjadi pada gelaran Prambanan Jazz Festial 2017 hari ketiga. Ketidakprofesionalan pihak penyelenggara dalam menata set panggung, menyebabkan pertunjukkan harus ditunda selama beberapa jam. Pertunjukkan yang semestinya dimulai pukul 13.00 WIB harus diundur tiga jam kemudian.

Akhirnya, beberapa pengisi acara seperti NDX, Hivi, Star and Rabbit, Payung Teduh, Tompi, Syaharani, Sandhy Sandoro, Yovie & Nuno, Tompi, Glend Fredly hingga KAHITNA, harus mengurangi durasi pentasnya. Rata-rata mereka berhenti ditengah penampilan pada lagu keempat atau kelima.

Meski telah meminta maaf, seperti halnya yang dilakukan Tompi, namun, hal itu sepertinya belum bisa menghilangkan raut wajah kecewa dari para pengunjung.

Baca juga: Sedot Animo Masyarakat, 32 Ribu Tiket Prambanan Jazz 2017 Ludes Terjual

Sebelumnya, di hari kedua, insiden yang sama juga di alami oleh penyanyi pop Indonesia, Afgan Syahreza. Melalui postingan di akun Instagramnya, ia menggungkapkan kekecewaan terhadap pihak penyelenggara Prambanan Jazz Festival 2017. Pasalnya, akibat ketidaktepatan waktu dari panitia, membuat dirinya harus menunggu dua jam untuk dapat perform di atas panggung.

Alih-alih, meminta maaf dan dipersilahkan dengan baik, pihak panitia justru meminta kepada Afgan untuk tak usah tampil malam itu karena bintang tamu yang didatangkan dari manca negara akan segera tampil. Afgan tentu saja menolak, mengingat para penggemarnya yang telah datang dan menantikan penampilannya.

Kemudian, Afgan memaksa naik ke atas panggung dan memulai penampilannya meskipun pada awalnya ia tak mendapat dukungan sound. Ditengah penampilannya, lampu panggung tiba-tiba padam, seperti merasa diusir dari panggung. Bersama fansnya, ia melanjutkan penampilannya dengan di bantu pencahayaan dari telepon pintar pengunjung yang datang.

Afgan menyebutkan, bahwa insiden yang terjadi kala itu merupakan kejadian terburuk yang pernah ia alami. (NA/IB)

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ganti Karangan Bunga dengan Tanaman Hidup, Imbauan Bupati Temanggung Terpilih

19 Feb 2025

Perjalanan Kasus Korupsi Wali Kota Semarang sebelum Resmi Jadi Tersangka KPK

20 Feb 2025

Tiongkok Buka Lowongan 'Pasukan Pertahanan Planet': Cegah Asteroid Hantam Bumi

20 Feb 2025

Mudik Gasik, Kebiasaan Unik Warga Kampung Satai di Boyolali Sambut Sadranan

20 Feb 2025

Operasi Pasar GPM Digelar Pemerintah Jelang dan Selama Ramadan 2025

20 Feb 2025

'Kabur Aja Dulu' adalah Autokritik untuk Kebijakan yang Lebih Baik

20 Feb 2025

Profil Sukatani, Band Purbalingga yang Tarik Lagu karena Dianggap Singgung Polisi

21 Feb 2025

Tidak Ada Lagi Subsidi BBM pada 2027, Klaim Luhut Binsar Pandjaitan

21 Feb 2025

Mengapa Huruf N pada Tulisan Nutella Berwarna Hitam?

21 Feb 2025

Polda Jateng Gelar Ramp Check di Mangkang: Uji Emisi dan Cek Fasilitas Keselamatan

21 Feb 2025

Di Masjid Sheikh Zayed Solo Kamu juga Bisa Cari Jodoh!

21 Feb 2025

Serunya Menonton Pesawat Lepas Landas dan Mendarat di Gardu Pandang YIA Kulon Progo

21 Feb 2025

UMKM Perlu Prioritaskan Pajak dan Legalitas untuk Hindari Risiko Kerugian

21 Feb 2025

Faceless Content: Solusi bagi Introvert yang Ingin Menjadi Kreator

21 Feb 2025

Sejarah Kode ACAB yang Kembali Populer setelah Klarifikasi Sukatani

22 Feb 2025

Viral Band Sukatani Minta Maaf dan Tarik Lagu, Polda Jateng Klaim Menghargai Kebebasan Berekspresi

22 Feb 2025

Warteg Warmo, Lokasi yang Jadi Inspirasi Lagu 'Begadang' Rhoma Irama

22 Feb 2025

Memahami Rasa Trauma dan Duka Mendalam lewat Film 'The Graduates'

22 Feb 2025

Sejarah Nama Kawasan Kalibanteng di Kota Semarang

22 Feb 2025

Janji Bupati; Rembang Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kendal Lanjutkan Pembangunan

22 Feb 2025