BerandaKulinary
Kamis, 1 Feb 2023 09:24

Tempe Kemul, Gorengan Favorit di Wonosobo

Tempe kemul, camilan khas Wonosobo. (Wonosobozone/Wahyu Tri Atmojo)

Banyak orang mengira tempe kemul sebagai varian lain dari mendoan. Padahal, keduanya beda. Tempe kemul memiliki keunikan yang membuatnya terasa nikmat dan memiliki tampilan yang menggoda.

Inibaru.id – Banyak orang yang mengira tempe kemul sebagai versi lain dari mendoan. Padahal, keduanya berbeda meski sama-sama memakai bahan utama tempe dan tepung. Satu hal yang pasti, tempe kemul nikmat untuk dijadikan lauk atau camilan, apalagi jika kondisinya masih hangat.

Jika tempe mendoan sudah siap disajikan meski baru dimasak setengah matang, tempe kemul benar-benar digoreng dengan matang. Teksturnya pun jadi lebih keras dan renyah jika dibandingkan mendoan. Selain itu, keberadaan daun kucai dan kunyit yang sudah dicampur pada tepung membuat camilan ini memiliki warna kuning cerah yang menggoda!

Tempe kemul adalah kudapan khas Wonosobo, Jawa Tengah. Mengapa disebut dengan ‘kemul’ yang merupakan kata Bahasa Jawa untuk selimut? Sederhana saja, karena tempenya diselimuti dengan tepung.

O ya, camilan ini nggak hanya bisa kamu temui di gerobak-gerobak kaki lima yang ada di Wonosobo. Terkadang, tempe kemul juga disediakan penjual mi ongklok, penjual bakso, warung makan, atau pedagang asongan yang ada di terminal angkutan umum.

Cocok Dimakan dengan Nasi Megono

Nasi megono dan tempe kemul, kombinasi menu sarapan khas Wonosobo. (Instagram/Zaenabachsan)

Meski cocok untuk dijadikan camilan atau lauk makanan jenis apapun, orang Wonosobo menyebut tempe kemul sebagai pasangan terbaik bagi nasi megono. Yap, kombinasi dari kedua makanan tersebut jadi salah satu menu favorit warga kabupaten yang ada di dataran tinggi tersebut.

O ya, jangan kira nasi megono khas Wonosobo sama dengan yang disediakan di Pekalongan dan Magelang, ya, Millens? Di Pekalongan, nasi megono berisi cacahan nangka muda, parutan kelapa, dan bunga kecombrang. Kalau di Magelang, jenis sayur yang dimasukkan lebih beragam yaitu kol, kacang panjang, kecambah, dan pete. Sementara itu, nasi megono khas Wonosobo berisi irisan kubis hijau, parutan kelapa, dan ebi dengan jumlah parutan kelapa yang lebih sedikit.

Salah satu tempat nasi megono dan tempe kemul diburu warga Wonosobo untuk sarapan adalah di sebuah warung yang ada di Dusun Munggang, Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah. Warung tersebut dikelola oleh Sa’adah.

“Warung saya sudah buka sejak pukul 05.00 WIB dan dipenuhi pelanggan sejam setelahnya. Biasanya pukul 09.00 WIB sudah habis,” cerita Sa’adah sebagaimana dilansir dari Harian Jogja, (27/10/2022).

Meski jualan utamanya adalah nasi megono, Sa’adah sengaja memastikan tempe kemul yang disediakan sebagai lauk utama penganan tersebut tetap hangat. Suaminya pun terus menggorengnya agar pelanggan selalu mendapatkan tempe kemul dengan kenikmatan maksimal.

“Suami saya yang mengurus gorengannya, saya sibuk menyajikan nasi megono,” ceritanya.

Wah, jadi makin penasaran ya seperti apa kenikmatan mencicipi tempe kemul hangat di tengah suhu udara Wonosobo yang dingin, ya, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: