BerandaKulinary
Selasa, 21 Apr 2025 15:06

Pulang Kampung, Menyuap Nostalgia di Warung Alas Pijar Kudus

Keramaian warung alas pijar selama lebaran (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Nggak hanya menumpas rasa lapar, makan Warung Alas Pijar Kudus akan membuatmu seolah tengah menyuap nostalgia dengan berbagai masakan tradisionalnya disajikan secara prasamanan di dapur klasik.

Inibaru.id - Pulang kampung selalu menjadi momen yang pas untuk mengenang masa lalu. Remahan nostalgia terserak dalam pelbagai jalan yang sempat dilalui, melekat pada bangunan yang pernah disinggahi, atau masakan yang acap dirasai.

Di Kabupaten Kudus, momen melepas rindu dengan masakan yang dulu familiar di lidah kita bisa kamu temukan di Pijar Park. Bertempat di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, kamu bisa menikmati berbagai sajian ndeso di Warung Alas Pijar.

Warung Alas Pijar merupakan bagian dari kompleks wisata Pijar Park. Alih-alih menyajikan hidangan kekinian yang seringkali didominasi masakan western, kedai dengan arsitektur dominan kayu ini justru dipenuhi berbagai masakan lokal yang khas rumahan.

Sedari awal, Warung Alas Pijar memang menawarkan konsep bertemakan "bali deso" atau kembali ke desa. Konsep yang diluncurkan bertepatan dengan momen libur lebaran ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan kuliner rumahan setelah puas berwisata di kawasan hutan pinus Pijar Park.

Sederhana dan Menyehatkan

Pengunjung sedang mengambil sayur secara prasmanan (Alfia Ainun Nikmah)

Pengelola Warung Pijar Park Pujiharto mengungkapkan, pihaknya memang sengaja menjadikan momen libur lebaran sebagai waktu yang tepat untuk meluncurkan tempat makan yang menyajikan berbagai masakan tradisional tersebut. Konsep utamanya adalah: Bali Deso, Bali Roso.

"(Konsep Bali Deso, Bali Roso) ini maksudnya kembali ke desa dan bernostalgia dengan rasa, karena kami menawarkan hidangan khas desa di Kudus pada zaman dahulu yang masakannya sederhana, tapi menyehatkan," tutur lelaki yang akrab disapa Pak To tersebut, awal April lalu.

Sajian andalan yang tersedia di restoran ini antara lain sayur lodeh, nasi jangkrik, nasi jagung, berbagai olahan ikan seperti belut, wader, dan kepala manyung, serta aneka sayuran yang dipetik langsung dari hutan sekitar kawasan Pijar Park.

Sedikit informasi, Pijar Park berlokasi di lingkungan hutan wisata milik Perhutani. Maka, menemukan sayuran segar yang dipetik langsung di wilayah tersebut atau dari pemasok setempat tentu bukan perkara sulit. Bahan berupa sayuran segar yang alami tanpa kontaminasi pestisida memang menjadi andalan di tempat ini.

“Semua sayuran yang kami gunakan berasal dari petani lokal dan ditanam tanpa menggunakan pestisida. Kami sangat memperhatikan kualitas bahan yang kami sajikan, agar pengunjung bisa menikmati makanan yang sehat dan aman,” paparnya.

Sedekat Mungkin dengan Alam

Pengunjung mengambil nasi dari tuku secara langsung (Alfia Ainun Nikmah)

Selama libur lebaran, setiap hari Warung Pijar Park menyediakan sekitar 1.000 hingga 1.500 porsi nasi dengan berbagai menu yang variatif. Semuanya disajikan dengan cara tradisional, termasuk berbagai peralatan seperti tungku dan dandang yang dulu menjadi perabot wajib di dapur tradisional.

"Masakan disajikan prasmanan. Kami ingin dekat dengan alam, termasuk memasak di tungku. Untuk sambal, pelanggan juga bisa mengulek sendiri secara dadakan," kata dia.

Laiknya berada di dapur nenek, kamu akan dipersilakan mengambil nasi sendiri sesuka hati yang disajikan langsung di atas tungku, termasuk sayur dan lauk yang dihidangkan secara prasamanan.

"Kami buka mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Selain itu, kami juga mempersilakan pengunjung apabila ingin menyambal sendiri. Bahan-bahan kami sediakan,” terang Pujiharto.

Salah satu menu andalan di sini adalah sayur tumpang daun kopi yang memiliki rasa berbeda, termasuk bakso kopi yang dapat menghilangkan bau amis daging. Banyak pengunjung yang tertarik untuk mencoba kedua menu itu, sebab ada sensasi lain saat mereka mencobanya.

Di samping menu kuliner zadul, kamu juga bisa menikmati sajian menu penutup seperti kacang rebus dan pisang rebus disajikan di atas tampah dari bambu. Dia berharap, keberadaan food court ini bisa menambah daya tarik wisata yang berkunjung ke destinasi wisata hutan pinus Pijar Park Kudus.

"Setelah puas berwisata, bisa menikmati makanan tradisional di warung alas ini," tandasnya.

Tertarik menikmati menu kuliner kampung khas tempo doeloe yang sehat di Warung Pijar Park? Silakan mampir ke sini ya, Millens! (Alfia Ainun Nikmah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: