BerandaKulinary
Senin, 8 Feb 2026 09:01

Mencicipi Kuliner Langka Kota Semarang; Soto Bayam Bu Cempluk

Soto Bayam Bu Cempluk Kota Semarang. (Nusantara Jaya Sakti)

Kepikiran nggak soto gurih dicampur bayam dan disiram dengan bumbu sambal kacang? Menu inilah yang bisa kamu cicipi di Soto Bayam Bu Cempluk Kota Semarang.

Inibaru.id - Di tengah semakin banyaknya kuliner modern dan makanan kekinian di Kota Semarang, ada satu hidangan lawas yang masih bertahan dengan caranya sendiri, yaitu Soto Bayam Bu Cempluk. Kuliner ini bisa dibilang langka, bahkan nyaris terlupakan. Padahal ia merupakan salah satu makanan khas Semarang yang sudah ada sejak era 1980-an.

Soto bayam sendiri adalah perpaduan yang terdengar nggak biasa. Bayangkan soto sapi dengan kuah gurih, lalu dipertemukan dengan sayuran yang biasa ditemukan di pecel yang disiram sambal kacang. Dua kuliner yang berbeda ini justru menyatu dengan harmonis di satu piring di warung Soto Bayam Bu Cempluk.

Warung sederhana ini berlokasi di kawasan Semarang Utara, tepatnya di sekitar Jalan Yos Sudarso atau Lodan Raya, tak jauh dari Puskesmas Bandarharjo. Meski ukurannya kecil dan tampilannya mirip warung rumahan biasa, jangan remehkan isinya. Sejak berdiri sekitar tahun 1982–1985, warung ini konsisten menyajikan soto bayam dengan resep yang nyaris tak berubah.

Dalam satu porsi soto bayam, kamu akan mendapatkan nasi hangat yang disiram kuah soto sapi, lengkap dengan irisan daging sapi yang empuk, taoge, daun bayam rebus, lalu disiram sambal kacang khas pecel. Taburan bawang goreng di atasnya membuat aromanya makin menggoda. Kuah sotonya terasa gurih dan ringan, sementara sambal kacangnya menghadirkan rasa manis, pedas, dan sedikit aroma kencur yang khas.

"Nggak disangka sih, kombinasi kuah soto dan bumbu pecel ternyata enak," ungkap warga Genuk, Kota Semarang yang mencoba soto bayam di sana, Ardianto, Senin (2/2/2026).

O ya, sambal kacang di sini dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti kacang tanah, cabai, kencur, terasi, dan daun jeruk, lalu diperkaya dengan gula jawa, gula pasir, dan sedikit kaldu. Sayuran seperti bayam dan taoge direbus sebentar saja, sehingga tetap segar dan tidak lembek saat disantap.

Warung Makan Bu Cempluk yang menyediakan kuliner soto bayam. (Google Street View)

Pengalaman pertama mencicipi soto bayam Bu Cempluk juga meninggalkan kesan tersendiri. Iema Halim di ulasan Google menulis; “sarapan sederhana dengan cita rasa baru. Soto ayam dengan kuah yang ringan berpadu dengan sayur disiram bumbu kacang. Baru pertama nyoba dan rasanya unik, tapi enak nggak bikin kapok. Pelayanannya ramah ibunya, gorengan hangat.”

Kalau merasa satu piring soto bayam belum cukup, tersedia banyak pilihan lauk tambahan. Mulai dari telur dadar, telur ungkep, babat, tahu bacem, perkedel kentang, tempe goreng, hingga aneka gorengan. Di meja juga tersedia berbagai kerupuk seperti kerupuk udang, emping, dan kerupuk terung.

Menariknya, dengan harga yang sangat ramah di kantong, yakni sekitar Rp8.000 hingga belasan ribu rupiah, kamu sudah bisa menikmati kuliner khas Semarang yang unik ini. Tak heran jika warung Bu Cempluk nyaris tak pernah sepi setiap kali buka Senin sampai Sabtu dari pukul 07.00 sampai 15.00 WIB.

Selain soto bayam, warung ini juga menyajikan nasi rames, nasi pecel, hingga nasi koyor yang juga layak untuk dicoba pas lagi keroncongan, Gez.

Keberadaan warung Bu Cempluk bukan sekadar soal makan, tapi juga tentang menjaga ingatan kolektif akan kuliner khas kota Semarang. Tertarik mencobanya? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Istimewanya Wisata Kuliner di Warung Brongkos dan Mangut Pak Wakidi Magelang

25 Jan 2026

Coba Ingat-ingat, Mimpimu Berwarna Atau Hitam Putih, Ya?

25 Jan 2026

Buang Sampah Sembarangan di Kota Semarang masuk Kategori Tindak Pidana Ringan

25 Jan 2026

Jejak Stasiun Samarang NIS yang Nyaris Habis di Kampung Sporlan

25 Jan 2026

Hobi Hangatkan Makanan Sisa? Duh, Simak Dulu Kata Ahli Gizi Biar Nggak Jadi Racun!

25 Jan 2026

Sering Kalap Belanja Pas Mau Haid? Ternyata Ini Pengaruh Hormon!

25 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Pantai Ujung Negoro di Kabupaten Batang

26 Jan 2026

Cerita Kim Seon-ho tentang Karakternya, Joo Ho-jin di 'Can This Love be Translated'

26 Jan 2026

Beberes Rumah tanpa Habiskan Banyak Waktu dengan 'Singkirkan Satu per Satu'

26 Jan 2026

Wacana Pilkada lewat Parlemen, DPRD Kota Semarang Belum Satu Suara

26 Jan 2026

Lautan Makin 'Mendidih', Rekor Panas 2025 Setara Ledakan 12 Bom Atom Per Detik!

26 Jan 2026

Belajar dari Kasus Lucky Element, Kenali TB Ginjal yang Sering Sembunyi Tanpa Gejala!

26 Jan 2026

Lezatnya Kuliner Legendaris Sop Empal Bu Haryoko Muntilan

27 Jan 2026

Cerita Logo Korpri dan Penciptanya, Aming Prayitno

27 Jan 2026

Perjalanan Tjahjono Rahardjo Melacak Stasiun Kereta Pertama di Indonesia

27 Jan 2026

Membaca Sejarah Kudus dalam Balutan Busana Warisan

27 Jan 2026

Waspada Virus Nipah! Hindari Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar

27 Jan 2026

ChatGPT Diam-Diam Ngintip Lewat Kamera? Jangan Parno Dulu, Ini Fakta Teknisnya!

27 Jan 2026

Menguak Sejarah Es Gabus di Indonesia

28 Jan 2026

Go Youn-jung Ungkap Perbedaan Cha Mu-hee dan Do Ra-mi di 'Can This Love be Translated?'

28 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: