Inibaru.id - Di tengah semakin banyaknya kuliner modern dan makanan kekinian di Kota Semarang, ada satu hidangan lawas yang masih bertahan dengan caranya sendiri, yaitu Soto Bayam Bu Cempluk. Kuliner ini bisa dibilang langka, bahkan nyaris terlupakan. Padahal ia merupakan salah satu makanan khas Semarang yang sudah ada sejak era 1980-an.
Soto bayam sendiri adalah perpaduan yang terdengar nggak biasa. Bayangkan soto sapi dengan kuah gurih, lalu dipertemukan dengan sayuran yang biasa ditemukan di pecel yang disiram sambal kacang. Dua kuliner yang berbeda ini justru menyatu dengan harmonis di satu piring di warung Soto Bayam Bu Cempluk.
Warung sederhana ini berlokasi di kawasan Semarang Utara, tepatnya di sekitar Jalan Yos Sudarso atau Lodan Raya, tak jauh dari Puskesmas Bandarharjo. Meski ukurannya kecil dan tampilannya mirip warung rumahan biasa, jangan remehkan isinya. Sejak berdiri sekitar tahun 1982–1985, warung ini konsisten menyajikan soto bayam dengan resep yang nyaris tak berubah.
Dalam satu porsi soto bayam, kamu akan mendapatkan nasi hangat yang disiram kuah soto sapi, lengkap dengan irisan daging sapi yang empuk, taoge, daun bayam rebus, lalu disiram sambal kacang khas pecel. Taburan bawang goreng di atasnya membuat aromanya makin menggoda. Kuah sotonya terasa gurih dan ringan, sementara sambal kacangnya menghadirkan rasa manis, pedas, dan sedikit aroma kencur yang khas.
"Nggak disangka sih, kombinasi kuah soto dan bumbu pecel ternyata enak," ungkap warga Genuk, Kota Semarang yang mencoba soto bayam di sana, Ardianto, Senin (2/2/2026).
O ya, sambal kacang di sini dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti kacang tanah, cabai, kencur, terasi, dan daun jeruk, lalu diperkaya dengan gula jawa, gula pasir, dan sedikit kaldu. Sayuran seperti bayam dan taoge direbus sebentar saja, sehingga tetap segar dan tidak lembek saat disantap.
Pengalaman pertama mencicipi soto bayam Bu Cempluk juga meninggalkan kesan tersendiri. Iema Halim di ulasan Google menulis; “sarapan sederhana dengan cita rasa baru. Soto ayam dengan kuah yang ringan berpadu dengan sayur disiram bumbu kacang. Baru pertama nyoba dan rasanya unik, tapi enak nggak bikin kapok. Pelayanannya ramah ibunya, gorengan hangat.”
Kalau merasa satu piring soto bayam belum cukup, tersedia banyak pilihan lauk tambahan. Mulai dari telur dadar, telur ungkep, babat, tahu bacem, perkedel kentang, tempe goreng, hingga aneka gorengan. Di meja juga tersedia berbagai kerupuk seperti kerupuk udang, emping, dan kerupuk terung.
Menariknya, dengan harga yang sangat ramah di kantong, yakni sekitar Rp8.000 hingga belasan ribu rupiah, kamu sudah bisa menikmati kuliner khas Semarang yang unik ini. Tak heran jika warung Bu Cempluk nyaris tak pernah sepi setiap kali buka Senin sampai Sabtu dari pukul 07.00 sampai 15.00 WIB.
Selain soto bayam, warung ini juga menyajikan nasi rames, nasi pecel, hingga nasi koyor yang juga layak untuk dicoba pas lagi keroncongan, Gez.
Keberadaan warung Bu Cempluk bukan sekadar soal makan, tapi juga tentang menjaga ingatan kolektif akan kuliner khas kota Semarang. Tertarik mencobanya? (Arie Widodo/E07)
