BerandaHits
Selasa, 26 Jan 2026 17:55

Lautan Makin 'Mendidih', Rekor Panas 2025 Setara Ledakan 12 Bom Atom Per Detik!

Laut menyerap panas tertinggi selama 2025. (Pexels)

Tahun 2025 resmi jadi tahun dengan kandungan panas lautan tertinggi sepanjang sejarah. Dampaknya nggak main-main, mulai dari badai ekstrem hingga pola hujan yang makin kacau.

Inibaru.id - Kalau kamu merasa cuaca belakangan ini makin nggak menentu, ternyata ada alasan kuat di baliknya. Bukan cuma daratan yang makin gerah, lautan kita pun baru saja mencatatkan rekor suhu terpanas sepanjang sejarah pada 2025!

Melansir dari Eos.org dan Advances in Atmospheric Science, lautan dunia menyerap panas jauh lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya sejak pengukuran dimulai tahun 1960. Bayangkan, lautan itu ibarat "spons" raksasa yang menyerap lebih dari 90 persen kelebihan panas di atmosfer akibat emisi gas rumah kaca. Kalau lautnya makin panas, itu tandanya perubahan iklim lagi nggak main-main.

Para peneliti menemukan kalau lautan menyerap tambahan energi panas sebesar 23 zettajoule pada tahun 2025. Mungkin angka itu terdengar asing di telinga kita, tapi coba bayangkan ini: tambahan energi panas tersebut setara dengan 12 bom Hiroshima yang meledak di laut setiap detiknya selama setahun penuh!

Angka ini naik drastis dibanding tahun 2024 yang "hanya" menyerap 16 zettajoule. Rekor panas ini bahkan sudah pecah selama sembilan tahun berturut-turut. Duh, kebayang kan gimana "mendidihnya" rumah bagi para ikan di bawah sana?

Kenapa Kita Harus Peduli?

Arktika bisa cepat mencair jika lautan panas. (via Okezone)

Lautan yang makin panas bukan cuma urusan makhluk air saja, Gez. Suhu laut yang tinggi punya dampak berantai ke kehidupan kita di darat:

  • Badai Makin Ganas: Laut yang panas adalah bahan bakar utama buat badai tropis dan siklon yang lebih ekstrem.
  • Hujan Nggak Teratur: Pola curah hujan global jadi kacau, bisa bikin banjir bandang di satu tempat tapi kekeringan hebat di tempat lain.
  • Es Kutub Terancam: Rekor terpanas di Arktika juga ikut memicu mencairnya es lebih cepat.

Bumi Sedang "Demam"

Normalnya, Bumi harusnya mengeluarkan energi panas ke luar angkasa sebanyak yang diterima dari matahari. Tapi sekarang, gara-gara emisi, Bumi malah menahan panas itu. Wilayah seperti Samudera Hindia utara, Laut Mediterania, hingga Atlantik mencatatkan suhu tertinggi dalam sejarah mereka.

Data ini jadi alarm keras kalau sistem iklim kita lagi nggak seimbang. Lautan sudah berusaha maksimal jadi "pendingin" Bumi, tapi kalau bebannya terus ditambah, dampaknya bakal makin terasa ke pintu rumah kita sendiri.

Ngeri juga ya kalau dibayangkan? Yuk, mulai kurangi jejak karbon kita dari hal-hal kecil biar "demam" Bumi nggak makin parah! (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: