Inibaru.id - Kalau sedang melintas di Kabupaten Banyumas, khususnya kawasan Sokaraja, jangan cuma berburu getuk goreng sebelum lanjut jalan. Ada satu kuliner legendaris yang sudah puluhan tahun bikin orang rela antre sejak pagi, yaitu Soto Sutri yang layak kamu coba. Warung soto yang satu ini bukan cuma terkenal di kalangan warga lokal, tapi juga sering jadi tujuan wajib para pecinta soto khas Banyumasan.
Soto Sutri sendiri sudah berdiri sejak 1984. Nama “Sutri” diambil dari sang pendiri, Ibu Sutriyah, yang merintis usaha ini secara sederhana. Lokasinya berada di Jalan Pramuka nomor 24, Sokaraja Kulon, sedikit masuk gang, dan nggak tepat di pinggir jalan besar. Meski lokasinya agak tersembunyi, jangan heran kalau warung ini selalu ramai sejak buka di pagi hari.
Yang membuat Soto Sutri istimewa adalah bahan-bahan yang dipakai di setiap porsinya. Kalau soto pada umumnya disajikan dengan nasi dan kuah bening, di sini justru menggunakan ketupat sebagai sumber karbohidrat.
Kuahnya berasal dari kaldu daging sapi yang gurih, lalu dipadukan dengan sambal kacang yang kental dan memiliki kombinasi rasa pedas dan manis. Sekilas memang terlihat seperti “gado-gado berkuah”, tapi begitu diseruput, rasanya langsung bikin paham kenapa soto ini melegenda.
Isian Soto Sutri terbilang royal. Dalam satu mangkuk, kamu akan menemukan irisan daging sapi yang cukup tebal, tauge khas Banyumas yang melimpah, daun bawang, bawang goreng, serta kerupuk yang sudah ikut terendam kuah. Kamu juga bisa memilih varian daging saja atau campur dengan jeroan sapi seperti babat dan lainnya. Menariknya, meski menggunakan jeroan, aroma amis nyaris tak terasa karena bumbunya benar-benar meresap.
Soal rasa, banyak pelanggan menyebut Soto Sutri punya karakter gurih, sedikit manis khas Jawa Tengah, dan memiliki sentuhan pedas dari sambal kacang. Sensasinya ringan tapi nagih. Tak heran kalau banyak yang bilang, sekali coba pasti ingin balik lagi.
“Rasanya gurih, manis, dan ada sensari rempahnya. Aku habiskan sampai tetesan kuah terakhir,” ungkap salah seorang pengunjung bernama Arini yang datang ke sana pada awal November 2025.
Harga Soto Sutri juga masih tergolong ramah di kantong. Satu porsi soto dibanderol sekitar Rp27.000. Di atas meja, tersedia beragam lauk pendamping seperti sate-satean, tempe, kerupuk, mireng, hingga klanting yang bisa diambil sesuai selera. Untuk minuman, tersedia teh manis panas atau es teh dengan harga Rp5.000 per gelas.
Jam buka Soto Sutri biasanya mulai pukul 08.00 atau 09.00 pagi hingga sore hari, sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, jangan kaget kalau datang lewat jam makan siang dan mendapati sotonya sudah habis. Banyak pelanggan mengaku sudah kehabisan soto saat datang sekitar pukul 14.00 WIB.
Dengan segala keunikannya, Soto Sutri bukan sekadar tempat makan, tapi juga bagian dari cerita panjang kuliner Sokaraja yang patut dicoba setidaknya sekali seumur hidup. Yuk, kapan kita wisata kuliner ke sana, Gez? (Arie Widodo/E07)
