BerandaKulinary
Jumat, 19 Mar 2026 11:01

Mencicipi Kelezatan Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi Solo yang Melegenda

Lapak Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi di Solo. (Vinka Laurensia)

Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi buka di dua tempat yang berbeda. Di Jalan Slamet Riyadi, bukanya pada pagi hari, sementara di Jalan Yos Sudarso, bukannya pada malam hari.

Inibaru.id - Di Solo, urusan kuliner memang seolah tak pernah ada habisnya. Dari sekian banyak makanan khas yang menggoda, nasi liwet termasuk salah satu yang paling ikonik. Nah, kalau sedang berburu nasi liwet legendaris di Kota Bengawan, nama Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi pasti masuk daftar rekomendasi.

Warung sederhana ini sudah eksis sejak tahun 1989. Awalnya, Bu Parmi yang berasal dari Duwet, Baki, Sukoharjo, berjualan nasi liwet dengan cara keliling di sekitar Solo Raya. Saat itu, pelanggannya belum banyak dan usahanya masih di fase merintis. Namun, seiring waktu, ia memutuskan untuk menetap dan membuka lapak di pinggir jalan Slamet Riyadi.

Kini, usaha tersebut berkembang menjadi salah satu kuliner legendaris yang sering diburu wisatawan maupun warga lokal.

Menariknya, Nasi Liwet Bu Parmi punya dua “mode” waktu jualan. Pada pagi hari, warung ini buka di Jalan Slamet Riyadi No. 428, Purwosari, tak jauh dari Stasiun Purwosari. Warung ini melayani pembeli mulai pukul 05.30 hingga 10.00 WIB. Banyak penumpang kereta yang baru tiba di Solo sengaja mampir untuk sarapan nasi liwet hangat di sini.

Sementara itu, bagi yang ingin menikmati suasana malam di Solo, Bu Parmi juga membuka lapak di Jalan Yos Sudarso No. 241, Kratonan, Pasar Kliwon. Lokasi ini mulai ramai pengunjung sejak pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.

Seporsi nasi liwet dengan rasa legendaris. (Travelingyuk)

Menu utama di sini tentu saja nasi liwet khas Solo. Sepincuk nasi gurih yang dimasak dengan santan disajikan bersama sayur labu siam yang dimasak dengan rempah seperti kunyit, jahe, dan lengkuas. Tambahan suwiran ayam kampung, telur, serta siraman areh alias santan kental khas Solo, membuat rasanya semakin kaya.

Proses memasaknya juga tidak sembarangan. Ayam yang digunakan direbus hingga sekitar tiga jam menggunakan kayu bakar agar teksturnya empuk dan rasanya tetap alami. Setelah itu, ayam disajikan bersama nasi dan sayur labu siam yang sedikit pedas sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih yang pas.

Selain nasi liwet, ada satu menu yang juga tak kalah menarik untuk dicoba di tempat ini, yaitu cabuk rambak. Hidangan khas Solo ini terbuat dari irisan ketupat yang disiram saus wijen bercampur kemiri dan kelapa parut, lalu ditambah karak atau kerupuk puli yang renyah. Rasanya unik, perpaduan gurih, sedikit manis, dan tekstur renyah dari rambak.

Harga makanan di warung ini juga ramah di kantong. Seporsi nasi liwet dibanderol mulai sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000, tergantung lauk yang dipilih. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati sepincuk nasi liwet lengkap dengan ayam dan telur.

Meski tempat makannya sederhana, banyak pengunjung rela duduk lesehan di emperan toko. Hangatnya nasi liwet, aroma santan, dan suasana santai khas Solo membuat siapa saja betah berlama-lama di sana.

Tak heran jika Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi masih bertahan hingga puluhan tahun. Rasanya yang konsisten dan cerita panjang di baliknya menjadikan tempat ini bukan sekadar warung makan, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner Solo. Tertarik wisata kuliner di sana, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: