BerandaKulinary
Kamis, 9 Okt 2019 18:00

Mlipir Makan Satai Kelinci di Lokawisata Baturraden

Satai kelinci banyak ditemui di Lokawisata Baturraden. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Menikmati satu porsi satai kelinci hangat sambil melayangkan pandangan ke setiap sudut Baturraden menjadi perpaduan yang aduhai.

Inibaru.id - Kalau berkunjung ke Kota Purwokerto, jangan lupa mampir ke lokawisata Baturraden. Selain pemandangan indah dan udara yang sejuk, Baturraden juga menawarkan wisata kuliner yang khas, yaitu satai kelinci. Di dalam lokawisata Baturraden, banyak sekali pedagang satai kelinci yang bersisian. Kalau mau coba, tinggal pilih deh mau beli di pedagang yang mana.

Pedagang biasanya menyediakan satai kelinci dan satai ayam. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Pedagang satai kelinci berada di bagian dalam lokawisata Baturraden. Jadi, kamu harus membeli tiket masuk dulu, ya. Setiap pengunjung harus membayar Rp 14.000.

Satu porsi satai kelinci dihargai Rp 25.000. Isinya beberapa potong ketupat dan 10 tusuk satai. Pedagang baru akan membakar satai ketika ada pemesan. Jadi dijamin fresh. Menunggu satai matang juga nggak lama kok. Sekitar 7 menit satai siap di hadapan.

Tampilannya sih nggak istimewa. Bumbu yang digunakan pun sama dengan satai pada umumnya, yaitu bumbu kacang, kecap, bawang merah, dan cabai. Rasa dari daging kelinci juga kurang lebih sama dengan daging ayam. Yang membedakan ialah teksturnya. Daging kelinci sedikit lebih kenyal dibanding daging ayam. Selebihnya enak! Apalagi makannya sambil disuguhi udara dingin dan pemandangan ciamik Baturraden. Duh!

Sate langsung dibakar ketika ada yang memesan. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Sebagian orang mungkin akan menganggap kuliner ini ekstrem lantaran memandang kelucuan kelinci. Nggak jarang jika ada pengunjung yang nggak tega buat memakannya. Kalau kamu gimana, Millens? (Inadha Rahma Nidya/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: