BerandaJalan-jalan
Minggu, 16 Sep 2017 16:04

Jelajah Palang Karaya, Menyusuri Sungai Hitam dan Disambut Orangutan di Sebangau

Foto: Salah satu sudut di Taman Nasional Sebangau (tnsebangau.com)

Setidaknya ada 808 jenis tumbuhan, 15 jenis mamalia, 182 jenis burung, dan 54 spesies ular di taman tersebut. Jenis flora yang tumbuh juga sangat spesifik dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, semisal Pohon Ramin.

Inibaru.id - Taman Nasional Sebangau merupakan salah satu destinasi wisata yang harus Anda kunjungi kala berkunjung ke Kalimantan. Menyajikan keindahan rerawa gambut nun luas, taman nasional ini dijamin tak akan mengecewakan dan tak kalah eksotis dibanding taman nasional lain yang tersebar di Tanah Borneo.

Anda mungkin tak begitu mengenal Sebangau. Maklumlah, taman nasional ini baru gencar diperkenalkan pada 2004. Namanya tak selegendaris Taman Nasional Kutai dan Tanjung Puting yang telah beroperasi sejak 1982.

Taman ini juga tak sefamiliar Betung Kerihun, Bukit Baka Bukit Raya, Danau Sentarum, Gunung Palung, atau Kayan Mentarang. Namun, untuk urusan ragam flora dan fauna, Sebangau juga tak kalah dengan taman nasional lainnya.

Berlokasi di Kalimantan Tengah, Sebangau menjadi rujukan pelancong lantaran taman ini menyuguhkan pengalaman baru berada di ekosistem rawa gambut yang begitu menarik untuk dijelajahi.

Baca juga: Tempat Asli Indonesia Ini Akan Membuat Kita Makin Bangga dengan Tanah Air

Dilansir dari Beritagar, Sebangau merupakan lahan luas yang secara administratif mencakup tiga wilayah, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Sebelum menjadi taman nasional, Sebangau adalah hutan produksi.

Minimnya sumber daya alam di Palangka Raya, Ibukota Kalimantan Tengah, memaksa pemerintah setempat mencoba mengembangkan sektor pariwisata, hingga terciptalah Taman Nasional Sebangau di bekas hutan produksi tersebut.

"Dibanding wilayah lain, sumber daya alam kita tidaklah seberapa. Karena itu kami fokus ke sektor pariwisata," ungkap Walikota Palangka Raya, Muhammad Riban Satia, dikutip dari Otonomi.

Keunikan sudah terpampang jauh sebelum Anda menuju Sebangau. Sungai yang harus Anda lalui berwarna hitam. Namanya Sungai Koran, terletak dipinggir Palangka Raya. Sungai itu merupakan akses termudah menuju taman tersebut.

Rawa gambut di bawah perairan yang menjadikan sungai itu berwarna hitam. Dibutuhkan waktu setidaknya 3-4 jam melintasi sungai ini sebelum Anda tiba di Sebangau. Jalur yang berkelok menyerupai labirin berliku memang terkesan mencekam. Namun, aneka satwa liar yang tersaji di samping kanan dan kiri perahu akan menghalau itu semua.

Baca juga: Berencana Berwisata ke Sulawesi Tengah? Sempatkan Mengunjungi Destinasi Wisata yang Masih Alami Ini

Memancing juga bisa menjadi agenda menarik bagi Anda di sepanjang perjalanan. Kalau beruntung, ikan Kerandang atau Toman berukuran besar kadang akan menggetarkan joran Anda. Berat ikan-ikan itu bisa mencapai 3 kilogram. Maka, bersiaplah!

Dengan luas wilayah yang mencapai 568.700 hektare, rasanya tak akan cukup jika Anda hanya menyempatkan berada di taman itu selama sehari, terutama bagi Anda yang begitu menikmati panorama dan satwa liar.

Setidaknya ada 808 jenis tumbuhan, 15 jenis mamalia, 182 jenis burung, dan 54 spesies ular di taman tersebut. Jenis flora yang tumbuh juga sangat spesifik dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, semisal pohon Ramin. Sementara untuk satwa liar, bersiaplah untuk berjumpa orangutan, bekantan, beruang madu, owa, rangkong, dan monyet ekor panjang sepanjang perjalanan.

Musim penghujan adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk berkunjung ke Sebangau. Debit air Sungai Koran yang cukup tinggi akan membuat kelotok (perahu motor khas Palangka Raya) yang Anda sewa melaju lancar tanpa kandas di rawa gambut dan memaksa Anda turun di tengah perjalanan. (OS/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: