BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 17 Nov 2022 09:14

Rokok Daun Talas, Inovasi Terbaru di Dunia Kretek Indonesia

Agus Pabekti dan daun talas yang dijadikan bahan rokok. (Tribunnews/Hanes Walda)

Inovasi di dunia kretek Indonesia kembali muncul. Ada rokok yang dibuat dari daun talas. Bahan rokok ini bahkan sudah diminati pasar Australia, lo. Seperti apa sih bahan rokok yang nggak biasa ini?

Inibaru.id - Meski keberadaannya kontroversial dan sering dituding sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan, nyatanya rokok masih jadi komoditas yang sulit dihilangkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Menurut data per 2018 lalu saja, terungkap bahwa 316,1 miliar batang rokok terjual di Indonesia. Jumlah ini meningkat dari penjualan rokok tahun 2017 yang mencapai 238 miliar batang.

Pasar rokok yang tinggi membuat inovasi di dunia kretek Indonesia pun terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan memakai bahan baku lainnya. Yang terbaru adalah penggunaan daun talas sebagai pengganti tembakau, Millens.

Inovasi ini muncul dari Agus Pabekti, warga Desa Sukoharjo, Pabelan, Kabupaten Semarang. Dia mulai mengolah daun talas sebagai bahan tembakau sejak 2019 lalu.

Sebenarnya, ide memakai daun talas ini nggak murni berasal dari dirinya. Laki-laki berusia 43 tahun ini mengaku mendapatkan informasi tentang tanaman pengganti tembakau ini dari Pandeglang, Jawa Barat. Setelah melakukan pengecekan, termasuk tentang cara budidaya tanaman yang berjenis talas beneng (xanthosoma undipes) tersebut, Agus pun mulai memantapkan hati menanamnya di lahan nggak produktif.

Mengapa di lahan nggak produktif? Alasannya sederhana, yaitu karena dia masih coba-coba. Lagipula, dia belum tahu harus menjual ke mana hasil talas beneng yang dia tanam nantinya. Agus dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Berkah Jaya yang ada di Dusun Kalangan ini kemudian berusaha untuk meracik sendiri hasil panen daun talas beneng menjadi rokok.

“Kita saat itu tahunya (hanya bisa dijadikan) rokok dan mencoba meraciknya sendiri, ternyata bisa,” ucap Agus sebagaimana dilansir dari Tribunnews, Kamis (17/11/2022).

Ekspor ke Australia

Daun talas yang bisa dijadikan bahan rokok. (Jatengprov/Rendra Adiguna)

Berkat pemasaran online yang tepat, inovasi bahan rokok dari daun talas ini ternyata mendapatkan minat dari Australia. Saat pandemi Covid-19 baru memasuki Indonesia, dia mengirim satu sampel bahan rokok daun talas ke Negeri Kanguru tersebut. Setelah itu, dia mengirim empat kontainer besar. Ekspor ini masih berlanjut hingga sekarang.

“Sampai sekarang kami sudah mengirim daun talas beneng yang sudah dirajang dan dikeringkan ke Australia sebanyak 6 ton,” ungkap Agus sebagaimana dilansir dari RRI, Rabu (9/11).

Peminat bahan rokok dari daun talas nggak hanya dari luar negeri. Agus mengaku salah satu produsen rokok dalam negeri sudah mengontaknya. Tapi, dia masih dalam tahapan negosiasi agar para petani talas beneng di daerahnya mendapatkan untung dari kerja sama ini.

“Saat ini, kami masih komunikasi dengan sebuah pabrik rokok nasional untuk menyepakati kuota dan harganya,” jelasnya.

Omong-omong, harga daun talas beneng yang dijadikan bahan rokok ini mencpai Rp20 ribu – 26 ribu per kilogram. Harga ini dianggap cukup menguntungkan bagi petani. Meski begitu, Agus mengaku nggak berhenti menjadikan daun talas ini sebagai bahan rokok konvensional saja. Soalnya, dia juga baru menemukan inovasi lain dari tanaman ini, yaitu dijadikan bahan shisha atau teh.

“Soal teh dan shisha ini, risetnya kami lakukan dengan kerja sama dari perusahaan dari Kanada dan Dubai,” ujarnya.

Menarik juga ya inovasi bahan rokok dari daun talas ini, Millens. Kamu mau menjajal rokok, shisha, atau tehnya? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: