BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 20 Agu 2026 11:48

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

Pengakuan Mesir pada 1946 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan diplomasi Indonesia untuk memperoleh pengakuan internasional. (Chatgpt)

Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto, sementara dukungan terhadap perjuangan Indonesia telah datang dari Palestina bahkan sebelum Proklamasi 1945.

Inibaru.id - Proklamasi 17 Agustus 1945 menandai lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka. Namun, perjuangan bangsa Indonesia belum berhenti setelah Soekarno-Hatta membacakan teks Proklamasi.

Di tengah upaya mempertahankan kemerdekaan dari Belanda, Indonesia juga harus memperjuangkan pengakuan dari negara-negara lain. Dukungan internasional menjadi penting untuk memperkuat posisi Republik Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

Dalam perjalanan diplomasi tersebut, Mesir tercatat sebagai negara pertama yang memberikan pengakuan de facto kepada Indonesia pada 22 Maret 1946. Pengakuan itu kemudian diperkuat melalui pengakuan de jure pada 10 Juni 1947.

Pengakuan Mesir menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah diplomasi Indonesia. Pada 22 Maret 1946, Mesir secara de facto mengakui keberadaan Republik Indonesia.

Pengakuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengakuan de jure pada 10 Juni 1947. Penandatanganan pengakuan dilakukan oleh Perdana Menteri Mesir dan disaksikan oleh tokoh diplomasi Indonesia, AR Baswedan dan Agus Salim.

Menurut Azyumardi Azra dalam buku Indonesia, Islam, and Democracy, kedekatan masyarakat Indonesia dan Mesir sebagai sesama negara dengan mayoritas penduduk Muslim turut menjadi salah satu faktor yang mendorong dukungan tersebut.

Dukungan Mesir bahkan tidak berhenti pada pengakuan diplomatik. Pemerintah Mesir membentuk Komite Pembela Kemerdekaan Indonesia yang melibatkan tokoh-tokoh Mesir, Arab, dan Islam.

Mesir juga memberikan bantuan kepada warga Indonesia yang berada di negara tersebut. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa pengakuan terhadap Indonesia bukan sekadar tindakan diplomatik, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas terhadap perjuangan bangsa Indonesia.

Jika pertanyaannya adalah siapa yang kali pertama mengakui Indonesia sebagai negara secara de facto, jawabannya adalah Mesir. Namun, jika berbicara mengenai pihak yang memberikan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia sebelum Proklamasi, Palestina memiliki posisi penting.

Menurut buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri karya Zein Hassan, dukungan dari Palestina telah muncul pada 1944. Pada 6 September 1944, Syekh Muhammad Amin Al Husaini menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia melalui Radio Berlin, Jerman. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Indonesia masih berada di bawah pendudukan Jepang, hampir setahun sebelum Proklamasi.

Karena itu, Palestina sering disebut sebagai salah satu pihak pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Namun, dukungan tersebut berbeda dengan pengakuan diplomatik terhadap Indonesia sebagai negara berdaulat yang kemudian diberikan oleh Mesir.

Setelah Proklamasi, Indonesia menghadapi persoalan besar. Belanda berusaha kembali menguasai wilayah Indonesia dan tidak mengakui keberadaan Republik Indonesia.

Dalam kondisi tersebut, diplomasi menjadi salah satu senjata penting Indonesia.

Secara umum, keberadaan sebuah negara berkaitan dengan unsur wilayah, rakyat, pemerintahan yang berdaulat, serta pengakuan dalam hubungan internasional. Karena itu, memperoleh dukungan dan pengakuan dari negara lain menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Republik Indonesia di dunia internasional.

Para diplomat Indonesia kemudian aktif menjalin hubungan dengan berbagai negara. Hasilnya, semakin banyak negara yang memberikan pengakuan maupun dukungan terhadap perjuangan Indonesia.

Negara-Negara Awal yang Mendukung Indonesia

Selain Mesir dan Palestina, sejumlah negara lain juga memberikan pengakuan atau dukungan terhadap Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Arab Saudi memberikan pengakuan terhadap Indonesia pada 18 November 1946. Kedekatan agama dan hubungan antarmasyarakat menjadi salah satu faktor yang memperkuat hubungan kedua negara.

Lebanon memberikan pengakuan de jure pada 29 Juli 1947. Hubungan Indonesia dan Lebanon kemudian berkembang melalui kerja sama diplomatik dan berbagai bidang lainnya.

Suriah juga menjadi salah satu negara yang mendukung perjuangan Indonesia. Dalam Sidang PBB pada 1947, Suriah turut menyuarakan dukungan terhadap Indonesia ketika Belanda melancarkan Agresi Militer.

Irak termasuk negara yang memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia setelah Perang Dunia II. Hubungan diplomatik kedua negara kemudian dimulai pada 1950.

Vatikan menunjukkan dukungan terhadap keberadaan Republik Indonesia dengan membuka perwakilan Apostolic Delegate di Jakarta, pada 6 Juli 1947.

Sementara itu, Afganistan secara resmi menyatakan pengakuannya terhadap Indonesia pada 23 September 1947. Hubungan kedua negara kemudian diperkuat melalui Treaty of Friendship yang ditandatangani di Bandung pada 1955.

Yaman memberikan pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia pada 3 Mei 1948. Hubungan kedua negara selanjutnya berkembang dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Adapun Turki turut memberikan dukungan terhadap kedaulatan Indonesia pada 1949. Hubungan diplomatik kedua negara kemudian semakin berkembang, termasuk dengan berdirinya Kedutaan Besar Turki di Jakarta pada 1957.

Perjalanan Indonesia menjadi negara merdeka tidak hanya ditentukan oleh perjuangan bersenjata dan politik di dalam negeri. Diplomasi di luar negeri juga memainkan peran penting.

Pengakuan Mesir pada 1946 menjadi salah satu pintu awal bagi Indonesia untuk memperoleh legitimasi yang lebih luas di dunia internasional. Dukungan Palestina bahkan telah muncul sebelum Proklamasi, sementara negara-negara lain kemudian mengikuti dengan memberikan pengakuan dan dukungan terhadap Republik Indonesia.

Sejarah tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan kemerdekaan membutuhkan perjuangan di banyak bidang. Setelah Proklamasi dikumandangkan, para pejuang dan diplomat Indonesia masih harus memastikan bahwa kemerdekaan tersebut diakui dan dihormati oleh dunia internasional.

Dengan demikian, 17 Agustus 1945 bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan panjang Indonesia untuk benar-benar berdiri sebagai negara yang berdaulat di mata dunia. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: