BerandaInspirasi Indonesia
Selasa, 14 Mei 2018 19:41

Krisseptiana, Istri Walikota Semarang yang Rajin "Blusukan"

Krisseptiana (inibaru.id/Faidah Umu)

Di balik penghargaan Kota Semarang sebagai kota terbaik untuk kesehatan ibu dan anak, ada upaya besar yang dilakukan Pemkot Semarang dan instansi terkait. Krisspetiana selaku eksekutor program pemerintah melalui PKK dan Forum Kota Sehat rutin melakukan pembinaan supaya Semarang bisa menjadi kota yang sehat. Apa saja kegiatan yang dijalankannya?

Inibaru.id – Penghargaan Kota Semarang sebagai kota terbaik untuk kesehatan ibu dan anak bukanlah perkara yang mudah diperoleh. Begitu banyak hal yang dilakukan pemerintah Kota Semarang untuk memperoleh predikat tersebut. Ada tim penggerak yang solid dan kuat untuk menjalankan segala hal yang telah mereka rencanakan agar terealisasi.

Krisseptiana adalah salah seorang penggeraknya. Bersama tim yang tegabung dalam Forum Kota Sehat dan Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Tia, sapaan akrabnya, blusukan ke berbagai wilayah untuk melakukan pembinaan. Bertemu dengan kader-kader paling dasar dan warga menjadi kegiatan rutin yang Tia dan kawan-kawannya jalani.

Menjadi istri dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, nggak lantas membuat Tia berpangku tangan. Dia termasuk istri pejabat yang cukup sibuk. Nggak mudah menemui perempuan cekatan tersebut. Pun ketika tim Inibaru.id hendak menemuinya di sela kegiatan padatnya beberapa waktu lalu.

“Kegiatan kami, ya, kalau berkaitan dengan PKK maupun Forum Kota Sehat, kami selalu melihat ke wilayah-wilayah," ujar Tia di jeda kegiatannya di wilayah Candisari, Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Terkait kota sehat, Tia mengatakan, dirinya dan tim memang harus melakukan pembinaan ke tatanan-tatanan yang ada di kota sehat.

"Jadi kami lebih banyak pembinaan ke kader-kader, pembinaan ke warga supaya mereka tergerak untuk melakukan apa yang kami sampaikan,” ungkap ibu dari Anindya Felita Syariendrar, Arya Nardhana Syariendrar, Marsanda Dara Syariendrar tersebut.

Menurutnya, ada beberapa inovasi yang telah dilakukan Semarang dalam kaitannya dengan kesehatan ibu dan anak. Inovasi-inovasi tersebut di antaranya Universal Health Coverage (UHC), Ambulance Hebat, Pendampingan terhadap ibu hamil, dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Semua itu, lanjutnya, dieksekusi PKK dan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK), yang dibantu Gasurkes (Petugas Surveilans Kesehatan). Instansi-instansi itulah yang akan melakukan monitoring terhadap persoalan kematian ibu dan bayi, angka demam berdarah, dan HIV.

“Dalam menjalankan semua itu kami bergerak bersama, sesuai motto pemkot. Jadi, kegiatan kami merupakan rancangan dari program pemerintah. Semua ini bergerak sejalan agar selaras, nggak ada yang namanya satu ke mana, satunya lagi ke mana,” terang Tia.

Dengan program-program dan segala inovasi mengenai kesehatan yang telah dilakukan tersebut, Tia ingin warga Semarang akan hidup dengan bersih dan sehat. Dia pun berharap anak-anak muda Semarang mempunyai perilaku yang sehat.

“Hindari narkoba, hindari seks bebas, tidak merokok, supaya nanti negara Indonesia akan dipimpin oleh orang-orang yang sehat,” pesannya di akhir wawancara.

Yap, kamu bisa mencontoh apa yang dilakukan Bu Tia, ya, Millens. Benar-benar terasa perannya sebagai first lady Kota Semarang. Semoga Semarang semakin hebat deh! (Faidah Umu/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: