BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 21 Apr 2018 12:38

Edisi Spesial Kartini: Anne Avantie, Masyhur Berkat Fokus pada Kebaya

Anne Avantie (Caucasusjournalist.com)

Hanya menempuh studi hingga SMP, Anne Avantie tak menyerah berusaha. "Kartini masa kini" ini kemudian malah meraih kesuksesan dari mendesain pakaian. Di Indonesia, dia adalah salah seorang desainer paling kondang yang karyanya diapresiasi begitu tinggi.

Inibaru.id – Siapa yang tak mengenal sosok Anne Avantie? Perempuan kelahiran Semarang, 20 Mei 1954 itu kini menjadi salah satu figur perempuan paling inspiratif di dunia fesyen Tanah Air. Selain desain-desainnya yang begitu elegan, perempuan asli Kota Lunpia ini juga dikenal sebagai pengusaha fesyen di negeri ini.

Berkat kreativitas Anne, kebaya, pakaian tradisional Nusantara, hasil kreasinya beberapa tahun lalu menjadi rujukan fesyen di mana-mana. Karya-karyanya melanglang buana. Ini semua tercapai berkat kegigihan Anne yang selalu berusaha dan melakukan yang terbaik.

Seperti ditulis Tribunnews.com (3/9/2014), Anne selalu memegang teguh tiga prinsip kesuksesannya. Pertama, berserah pada Tuhan. Sementara, prinsip kedua adalah komitmen, sedangkan yang ketiga adalah bekerja keras.

“Kerja keras berarti kita bekerja hingga di luar kemampuan kita,” tegas Anne.

Buah ketekunan itu kini telah dipetiknya. Sejumlah penghargaan disematkan hanya untuk dirinya. Pada 2004, 2005, dan 2008, ibu dari tiga anak ini menyabet penghargaan “Kartini Award” yang diberikan langsung Ani Bambang Yudhoyono, first lady Indonesia kala itu.

Kemudian, pada 2008 dia juga mendapat penghargaan “Wanita Indonesia Bisa atau Indonesia Women Able” dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia Meutia Hatta.

Sejak kecil, Anne memang telah menunjukan ketertarikan pada dunia busana dan mode. Sebagaimana ditulis Indotrading.com (9/8/2016), kala itu Anne telah mampu membuat berbagai kreasi hiasan pita atau hiasan rambut yang dia jual kepada teman-temannya. Ibunya, yang memiliki usaha salon kecantikan, adalah sosok yang kali pertama menemukan bakat Anne.

Bakat itu kemudian semakin berkembang lantaran Anne senantiasa mengasah kemampuannya. Beranjak dewasa, dia mulai merancang kostum penari dari kelompok yang ada di sekolahnya. Dari sanalah awal mula Anne berkecimpung dalam dunia fesyen.

Pakaian Tari

Kali pertama Anne Avantie membuat pakaian tari adalah pada 1989. Dari situ, Anne mencoba membuat sebuah pola rancangan baru untuk produk fesyen. Kebaya adalah salah satunya. Anne mengaku mencurahkan segala pikirannya untuk membuat pola rancangan kebaya yang unik dan terkesan tradisional.

“Saya mendapatkan inspirasi itu dari mana saja. Karunia Tuhan itu sangatlah besar. Jadi, tidak ada tuh cerita mencari atau mengambil inspirasi sampai ke luar negeri,” tambahnya.

Anne mengaku sangat suka kepada kebaya dan dia memiliki pandangan lain tentang kebaya yang dibuatnya. pada saat kebanyakan desainer muda lebih memilih untuk memproduksi busana modern, Anne malah memilih membuat kebaya tradsional dengan sentuhan yang modis dan trendi.

Namun, pada akhirnya justru kebaya Anne menjadi simbol status perempuan dan desainnya yang kontemporer mampu menjadi mode bagi masyarakat kelas atas.

Bisnis kebaya itu terus berkembang meski harus mengalami jatuh bangun. Kesuksesan ini juga berhasil diraih Anne meski dirinya nggak pernah menempuh studi tentang bisnis atau busana. Dia bahkan tidak sempat menempuh pendidikan tinggi dan hanya menyelesaikan sekolah sampai SMP. Namun, pendidikan bukanlah halangan baginya.

“Tuhan tidak pernah membiarkan seseorang bergulir dengan segala kekurangannya. Tuhan menciptakan manusia tidak seperti bermain dadu," terangnya.

Menurut Anne, Tuhan memiliki ketepatan yang sangat sempurna. Inilah yang membuat dirinya teguh menjalani profesinya tersebut. Satu kuncinya: Bersungguh-sungguh!

"Ya, saya selalu bersungguh-sungguh dalam pekerjaan saya,” tegasnya.

Yap, itulah, Millens. Bersungguh-sungguhlah! Kalau kamu punya sesuatu yang menurutmu benar dan baik, lakukanlah dengan segenap hati. Siapa tahu kamu bisa menjadi laiknya Anne Avantie ini. Hm, who knows? (IB06/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Lezatnya Mi Ayam Ceker Pak Kawit yang Melegenda di Pusat Kota Semarang

16 Jan 2026

Rupiah Masuk Daftar 5 Besar Mata Uang Terlemah di Dunia

16 Jan 2026

Kembali Didera Banjir, Warga Desa Wonorejo Memilih Bertahan di Rumah

16 Jan 2026

Bertahan dalam Banjir; dari Alasan Merawat Ternak hingga Menjaga Anggota Keluarga

16 Jan 2026

Yuk, Intip Tradisi Leluhur 'Nabung' Air Hujan yang Mulai Terlupakan

16 Jan 2026

Jateng Nol Desa Sangat Tertinggal, Kini Ribuan Berstatus Mandiri dan Maju!

16 Jan 2026

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: