BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 9 Sep 2017 12:08

Inspiratif! Kepala Desa Jember Ini Jadi Pembicara di PBB

Miftahul Munir bersama Bupati Jember, Faida. (Foto: David Priyasidharta/Tempo)

Kami hanya peduli terhadap nasib buruh migran, sehingga kebijakan untuk memberikan perlindungan dari hulu hingga hilir dilakukan di desa untuk memberantas calo TKI yang biasanya memberangkatkan buruh migran secara illegal.

Inibaru.id - Kepedulian Miftahul Munir terhadap buruh migran atau TKI/TKW di desanya berbuah manis. Kepala Desa (Kades) Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Jember ini diundang sebagai salah satu pembicara dalam sebuah konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di markas besar mereka di Jenewa, Swiss, awal September 2017 lalu.

Bupati Jember, Faida, mengatakan, Munir didapuk sebagai perwakilan dari Indonesia yang diberangkatkan ke Swiss guna mempresentasikan perlindungan buruh migran di negeri ini dalam kegiatan "Session United Nation 27 Committee on Migrant Workers".

Dilansir dari GNFI, kegiatan ini merupakan konferensi 27 negara yang tergabung dalam UN 27 Commite on Migran, sebuah federasi yang dibentuk oleh PBB yang fokus terhadap buruh migran.

Dalam acara tersebut, tamu undangan diminta mempresentasikan pencapaian perlindungan buruh migran dimasing-masing negara anggota atas pemberlakukan peraturan perlindungan buruh migran Internasional yang telah dimulai sejak 2012 lalu.

Baca juga: Jusman, Sang Loper Koran yang Berpredikat Cumlaude

“Kami mengapresiasi atas prestasi Kades Dukuh Dempok. Semoga di markas PBB nanti presentasinya berjalan lancar karena berbagai program berkaitan dengan buruh migran di desanya telah dilakukan,” jelas Faida pada Antara, baru-baru ini.

Faida mengaku bangga dengan prestasi Munir. Ia menambahkan nahwa peran Munir terhitung berhasil dalam menangani para buruh migran di desanya. Bahkan, kiprahnya yang baru dirintis 2016 lalu mendapat perhatian yang serius dari dunia internasional melalui PBB.

Sementara itu, Munir sendiri sebelumnya mengaku tidak pernah sekalipun bermimpi bakal mendapat undangan khusus sebagai pembicara di PBB.

“Kami hanya peduli terhadap nasib buruh migran, sehingga kebijakan untuk memberikan perlindungan dari hulu hingga hilir dilakukan di desa untuk memberantas calon TKI yang biasanya memberangkatkan buruh migran secara ilegal," tutur Munir.

Sebagai informasi, dalam membela para TKI/TKW di desanya, Munir telah meluncurkan program Gerakan "Desbumi" atau Desa untuk Perlindungan Buruh Migran. Program ini menggandeng LSM Migrant Care, sehingga warga Desa Dukuh Dempok yang jadi calon TKI mendapat pendampingan yang sangat baik agar tidak jadi korban penyalur TKI illegal.

Baca juga: Widya Fahmaani, Announcer Berbahasa Jawa di Bandara Dubai

Selain itu, ia melalui perangkat desa juga memberi pendampingan kepada mantan TKI sepulang dari merantau. Bahkan, pendampingan terhadap mantan buruh migran ini juga diberikan kepada keluarga yang ditinggal anggota keluarganya ke luar negeri. Terutama, anak-anak mereka yang sekian lama tidak bisa berkomunikasi secara baik dengan orang tuanya saat menjadi buruh migran.

“Seluruh kegiatan pendampingan buruh migran itu sudah terakumulasi dengan baik dalam Peraturan Desa (Perdes) yang didukung dengan alokasi anggaran dan tahun 2017 dialokasikan khusus untuk pendampingan buruh migran sebesar Rp40 juta lebih” ujar Munir.

“Di tahun mendatang akan kita rancang lebih baik lagi, khususnya untuk pencapaian sistem informasi tentang TKI, sehingga nantinya kita akan tahu keberadaan mereka, kondisi, masa tugasnya dan lain sebagainya,” tambahnya.

Miftahul Munir sendiri dalam pertemuan yang berlangsung pada 3-7 September 2017 itu mempresentasikan bagaimana cara dan bentuk perlindungannya sebagai kepala desa terhadap tenaga kerja Indonesia kepada para peserta konferensi di markas besar PBB.

Keikutsertaan Munir diharapkan bisa menambah ilmu berharga yang kemudian dapat diterapkan di Indonesia, khususnya Jember. Yakni, menerapkan bentuk perlindungan terhadap buruh migran yang berstandar Internasional serta menjadi semangat pendorong bagi perangkat desa lainnya di seluruh penjuru Tanah Air untuk kreatif dan berprestasi demi masyarakat. (GIL/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: