BerandaInspirasi Indonesia
Senin, 24 Des 2017 10:41

Diadian Makunimau, Perawat Tangguh Pedalaman Pulau Alor

Diadian Mokunimai (Liputan6.com)

Mengabdikan dirinya sebagai perawat di pedalaman Pulau Alor, Diadian Makunimau aktif mengunjungi desa-desa terpencil meskipun medan yang dilaluinya sulit.

Inibaru.id - Nama lengkapnya Diadian Makunimau. Dia perempuan yang mendedikasikan dirinya sebagai perawat masyarakat pedalaman di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Bercita-cita menjadi perawat sejak kecil, Diadian nggak hanya menunggu pasien di Puskesmas saja. Tapi dia juga aktif menyambangi warga di desa-desa terpencil dengan sepeda motor.

Padahal mencapai desa-desa terpencil itu bukan hal yang mudah. Beberapa desa bahkan berada di pegunungan dengan kondisi tanah yang sulit dijangkau terutama pada musim hujan. Misalnya saja Desa Lona. Untuk menuju ke sana, dia harus bersusah payah meniti jalan tanah berbatu dan terus menanjak dengan sepeda motor, karena desanya berada di atas bukit.

Terkadang Diadian melakukannya bersama teman, dan jika medan yang ditempuh terlalu sulit, dia akan meminta bantuan mobil puskesmas keliling. Perjalanan yang harus dilaluinya pun terkadang membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Bahkan pernah suatu kali perempuan dengan tinggi 160 sentimeter itu harus menginap di tengah hutan dengan mendirikan tenda. Dia seringkali melakukan kunjungan rutin minimal sebulan sekali, terutama jika desa tersebut memiliki masalah kesehatan yang parah, seperti demam berdarah, muntah berak, dan gizi buruk.

Mengutip Liputan6.com (21/5/2017), biasanya saat melakukan pemeriksaan kesehatan keliling, dia akan menggunakan pengeras suara memanggil para warga desa untuk berkumpul di balai desa. Sayang, terkadang nggak semua warga bisa mengunjungi balai desa. Kontur wilayah desa yang cenderung berbukit, membuat warga yang sakit nggak bisa berobat ke posko kesehatan dadakan tersebut. Maka mau nggak mau, Diadian harus menjemput bola, mendatangi pasien itu dengan berjalan kaki.

Baca juga:
Geevv: Sudah Dapat Info, Kamu Beramal Pula
Plastik Kulit Udang Ciptaan Yuke yang Ramah Lingkungan

Pernah pula Diadian berjalan kali dari Desa Alatas ke Desa Ilemang yang medannya sangat sulit. Namun pulang ke rumah justru dia yang sakit. Nggak jarang pula tim kesehatan mengalami bengkak kaki karena harus berjalan sangat jauh hingga membuat tim kesehatan nggak mampu berjalan. Kadang-kadang mereka sampai didorong oleh teman-temannya..

Dilansir dari Pressreader.com (7/12/2016), meskipun bekerja di wilayah yang luas dan sulit di jangkau, nyatanya  nggak membuat perempuan berusia 37 tahun itu menyerah. Malah semangatnya selalu menyala. Setiap kali Diadian pergi ke lapangan, dia akan mencatat secara rinci kondisi kesehatan masyarakat dan keadaan geografisnya., termasuk mencatat aliran sungai, tanjakan dan gunung di setia desa. Dengan demikian, dia memiliki informasi dasar kesehatan masyarakat, jumlah sasaran dari setiap desa dan tingkat kesulitan untuk mencapai desa tersebut.

Pada setiap  kunjungannya, Diadian selalu mengajarkan kebiasaan hidup sehat seperti cuci tangan sebelum makan, mencuci sayur dan buah-buahan sebelum dimasak atau dikonsumsi, tidak buang hajat sembarangan dan menggunakan kelambu ketika tidur. Dia juga mencatat nomor telepon warga, kepala desa, ketua PKK desa, dan beberapa tokoh masyarakat setempat agar dia dapat mengawasai kondisi kesehatan warga.

Diadian kali pertama ditempatkan di Puskesmas Bukapiting pada 2013 dengan status pegawai negeri sipil (CPNS). Berada di Kecamatan Alor Timur, Puskesmas Bukapiting merupakan salah satu dari 24 Puskesmas di Kabupaten Alor. Wilayahnya meliputi delapan desa dengan jumlah penduduk 10.598 jiwa.

Baca juga:
Maryetha Samay, Pejuang Pendidikan di Pedalaman Sui Utik
Hafiza Elfira dan Motivasi Kreatif untuk Penderita Kusta

Ketertarikan Diadian pada dunia perawat terjadi saat dia berusia lima tahun. Dia melihat seorang perawat yang datang merawat anggota keluarganya yang sakit di Kalabahi, Alor. Perawat itu menarik perhatiannya karena murah senyum, ramah dan sopan. Sejak saat itu, dia ingin menjadi perawat. Setamat dari SMA, Diadian lalu melanjutkan pendidikan ke Politeknik Kesehatan Kupang dan lulus pada 2012. 

Saat menjadi perawat PTT di Puskesmas Kabir, Pulau Pantar yang berwaktu tempuh empat jam dari Kalabahi, Diadian pun mengabdi total. Setahun bertugas di sana, banyak pengalaman yang dia dapat. Pengalaman itu membuatnya semakin ingin mengabdikan diri di kepulauan Alor. Berada di pedalaman dengan akses jalan yang sulit, dia tetap melaksanakan tugas dan kewajibannya walaupun dia nggak mendapatkan bayaran untuk itu. (ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: