BerandaIndie Mania
Kamis, 28 Mar 2018 22:32

"Pengabdi Setan" Versi Lawas Bakal Kembali Tayang

Press Conference peluncuran VFF dan screening film "Pengabdi Setan". (Tribunnews.com)

Film-film lawas Indonesia akan ditayangkan kembali dalam Vintage Festival Film (VFF). "Pengabdi Setan" versi pertama bakal menjadi film pembuka festival khusus film-film lawas tersebut. Penasaran seperti apa?

Inibaru.id - Setelah Pengabdi Setan di-remake Joko Anwar pada September 2017 lalu dan sukses di pasaran, film aslinya yang diproduksi pada 1980 lalu juga akan ditayangkan kembali, lo. Film besutan Sisworo Gautama Putra itu bakal segera bisa ditonton penikmat film Tanah Air. Film yang telah direstorasi itu bakal diputar dalam pembukaan Vintage Film Festifal (VFF), Kamis (29/3/2018).

Seperti ditulis CNN Indonesia, dalam konferensi pers VFF sekaligus Gala Premiere Pengabdi Setan versi lawas di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (27/3), CEO Flik Manoj Samtani mengatakan, film tersebut sengaja dipilih sebagai pembuka lantaran Pengabdi Setan versi Joko Anwar begitu menyedot perhatian penikmat film.

“Film ini baru meledak dan dulu telah menginspirasi Joko Anwar untuk menjadi sutradara. Kami pun ingin membawa kejayaan film lawas Indonesia,” kata Manoj Samtani.

Baca juga:
Cinema Lovers Comunity Purbalingga Hadir untuk Menghibur dan Mendidik
Ketoprak Siswo Budoyo di Pati Terus Eksis sebagai Kesenian Rakyat

Sebagai informasi, VFF merupakan festival yang akan menyuguhkan berbagai film lawas Indonesia yang telah direstorasi, sehingga memiliki kualitas film mutakhir. Flik, salah satu perusahaan film yang memiliki teknologi restorasi film, bekerja sama dengan CGV Cinema dan Gotix untuk menayangkan kembali film-film lawas Indonesia dalam festival ini.

“Upaya merestorasi film lawas Indonesia begitu penting untuk menyelamatkan koleksi film-film ini dari kerusakan,” ujar Manoj.

Selain Pengabdi Setan, sejumlah film lawas lain juga bakal ditayangkan dalam VFF. VP Consumer Solution LOKÉT Rama Andrian mengatakan, banyak film Indonesia karya sineas pendahulu yang sebenarnya berkualitas. Film-film tersebut, kata dia, memiliki jalan cerita yang menarik dan mengandung pesan moral yang baik untuk masyarakat Indonesa.

"Sayang, sejauh ini karya-karya tersebut nggak bisa dinikmati masyarakat masa kini karena kualitas film yang sudah kurang baik," ungkap Rama, dikutip dari Antaranews.com, Selasa (27/3), "Melalui berbagai upaya restorasi inilah film lawas Indonesia dapat diselamatkan."

VFF perdana ini rencana bakal dilangsungkan selama sebulan penuh, mulai 29 Maret hingga 29 April mendatang di 10 kota yang memiliki jaringan bioskop CGV Cinemas Indonesia, di antaranya CGV Grand Indonesia (Jakarta), CGV Bekasi Cyber Park (Bekasi), CGV Paris Van Java (Bandung), CGV Grage City Mall (Cirebon), CGV Teras Kota (Tangerang), CGV Depok Mall (Depok), CGV Sahid Jwalk (Yogyakarta), CGV Festive Walk (Karawang), CGV BG Junction (Surabaya), dan CGV Focal Point (Medan).

Baca juga:
Idealisme Jamaah Cinema Mahasiswa yang Nggak Lekang oleh Waktu
Komunitas Sinema Semarang Lahir dari Keprihatinan

Ayo ajak teman-teman, keluarga, atau pacarmu untuk menonton film-film lawas Indonesia ini! Jangan lupa ajak pula generasi zaman old seperti bapak, ibu, nenek, atau kakekmu untuk nonton bareng! Gas yuk, Millens! (CUT/GIL)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: