BerandaIndie Mania
Sabtu, 11 Mei 2018 17:00

Keberagaman Kota Semarang dalam Loenpia Jazz 2018

Acara konferensi pers Loenpia Jazz 2018. (Inibaru.id/Putri Rachmawati)

Kamu penyuka musik Jazz? Pas banget. Pada Sabtu (12/5/2018) besok ada festival musik Jazz di Semarang yang bernama Loenpia Jazz. Kali ini, festival musik tersebut akan digelar di Hutan Wisata Tinjomoyo dengan tema “Unity in Diversity”.

Inibaru.id - Loenpia Jazz merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh komunitas Jazz Ngisoringin Semarang. Pada penyelenggaraan ke-7 yang berlangsung kali ini, Loenpia Jazz akan diadakan di Hutan Wisata Tinjomoyo Semarang.

Starring Commite Loenpia Jazz 2018, Katerina mengatakan, dipilihnya Hutan Wisata Tinjomoyo sebagai lokasi Loenpia Jazz 2018 karena hutan itu memiliki nilai historis bagi warga Semarang dan tempat tersebut masih berada di kawasan administratif Kota semarang. Kawasan itu juga nggak jauh dari pusat kota.

“Selain itu juga ada titipan dari Pak Hendi (Walikota Semarang) untuk menggalakkan agar Hutan Tinjomoyo dapat ramai kembali,” terang Keket, panggilan akrabnya, dalam konferensi pers, Kamis (10/5/2018) di Room Inc Hotel, DP Mall, Semarang.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, Loenpia Jazz selalu mengusung tema besar yang unik. Jika pada 2016 lalu mengangkat tema lingkungan, kali ini festival tersebut mengusung tema “Unity in Diversity”.

“Kami mengambil tema itu karena ramainya isu sosial di Indonesia akhir-akhir ini, sehingga menimbulkan perpecahan.  Kami sebagai musisi berkontribusi dalam bentuk pertunjukan. Semua orang dari berbagai kalangan berkumpul di Semarang nyanyi bareng, dan Semarang bisa jadi simbol keberagaman,” jelas  musikus sekaligus anggota Jazz Ngisoringin, Gatot Hendraputra.

Tema tersebut juga dituangkan ke penamaan setiap stage-nya yang unik. Ada tiga stage yang disediakan dalam acara ini, yakni stage Salaman, stage Gandengan, dan stage utama bernama Rangkulan.

Loenpia Jazz 2018 juga memiliki tagline khusus yakni “Piye kabare? Iseh penak jazz-ku tho?”. Gatot mengungkapkan, tagline tersebut terinspirasi dari kata-kata yang tertulis di belakang truk.

“Semarang kan identik dengan pantura-nya. Nah, kami nyari simbol yang ke-pantura-panturaan. Akhirnya karena sering lihat truk yang di belakangnya ada tulisannya, diambillah itu salah satu kata-kata yang sering ada di belakang truk,” jelasnya, lalu tertawa.

Jalur masuk

Bagi Sobat Millens yang pengin datang ke Loenpia Jazz 2018, panitia telah menyediakan rute masuk ke tempat acara di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo. Ada dua jalur utama yang bisa kamu lewati, yaitu dari arah Sampangan atau dari arah Jatingaleh. Keduanya menuju ke kampus Unika.

Untuk yang membawa mobil, kamu bisa memarkirkan kendaraan di kampus Unika. Sementara, bagi kamu pengendara motor, dari arah kampus Unika kamu bisa langsung masuk ke kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo. Di sana telah disediakan tiga tempat parkir motor untukmu. Kemudian, bagi kamu yang menggunakan angkutan umum atau yang tidak mau capek berjalan kaki ke lokasi, jangan khawatir, karena panitia telah menyediakan lima shuttle bus hingga ke lokasi.

Keket mengatakan, dua shuttle bus berada di dekat halte BRT Unika dan tiga lainnya di depan ATM Center Unika. Acara ini bakal dimulai pukul 14.00 hingga 00.00 WIB.

Sobat Millens, ayo ajak keluarga, teman, atau gebetanmu buat nonton dan nyanyi bareng di Loenpia Jazz 2018, karena bakal ada 35 grup yang menjadi line up nasional dan lebih dari 200 musikus yang akan memeriahkan Loenpia Jazz 2018! (Putri Rachmawati/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ganti Karangan Bunga dengan Tanaman Hidup, Imbauan Bupati Temanggung Terpilih

19 Feb 2025

Perjalanan Kasus Korupsi Wali Kota Semarang sebelum Resmi Jadi Tersangka KPK

20 Feb 2025

Tiongkok Buka Lowongan 'Pasukan Pertahanan Planet': Cegah Asteroid Hantam Bumi

20 Feb 2025

Mudik Gasik, Kebiasaan Unik Warga Kampung Satai di Boyolali Sambut Sadranan

20 Feb 2025

Operasi Pasar GPM Digelar Pemerintah Jelang dan Selama Ramadan 2025

20 Feb 2025

'Kabur Aja Dulu' adalah Autokritik untuk Kebijakan yang Lebih Baik

20 Feb 2025

Profil Sukatani, Band Purbalingga yang Tarik Lagu karena Dianggap Singgung Polisi

21 Feb 2025

Tidak Ada Lagi Subsidi BBM pada 2027, Klaim Luhut Binsar Pandjaitan

21 Feb 2025

Mengapa Huruf N pada Tulisan Nutella Berwarna Hitam?

21 Feb 2025

Polda Jateng Gelar Ramp Check di Mangkang: Uji Emisi dan Cek Fasilitas Keselamatan

21 Feb 2025

Di Masjid Sheikh Zayed Solo Kamu juga Bisa Cari Jodoh!

21 Feb 2025

Serunya Menonton Pesawat Lepas Landas dan Mendarat di Gardu Pandang YIA Kulon Progo

21 Feb 2025

UMKM Perlu Prioritaskan Pajak dan Legalitas untuk Hindari Risiko Kerugian

21 Feb 2025

Faceless Content: Solusi bagi Introvert yang Ingin Menjadi Kreator

21 Feb 2025

Sejarah Kode ACAB yang Kembali Populer setelah Klarifikasi Sukatani

22 Feb 2025

Viral Band Sukatani Minta Maaf dan Tarik Lagu, Polda Jateng Klaim Menghargai Kebebasan Berekspresi

22 Feb 2025

Warteg Warmo, Lokasi yang Jadi Inspirasi Lagu 'Begadang' Rhoma Irama

22 Feb 2025

Memahami Rasa Trauma dan Duka Mendalam lewat Film 'The Graduates'

22 Feb 2025

Sejarah Nama Kawasan Kalibanteng di Kota Semarang

22 Feb 2025

Janji Bupati; Rembang Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kendal Lanjutkan Pembangunan

22 Feb 2025