BerandaHits
Rabu, 5 Agu 2025 15:01

World Breastfeeding Week: Bukan Hanya Ibu, Menyusui Juga Tanggung Jawab Ayah!

Ilustrasi: Untuk memperoleh hasil maksimal, proses pemberian ASI eksklusif juga menjadi tanggung jawab ayah sebagai bagian dari tim inti yang perannya bukan sekadar membantu. (Hegen)

Momen World Breastfeeding Week bisa dimaknai dengan menggali ulang peran ayah dalam memberikan ASI eksklusif untuk buah hati. Saat ibu menyusui, tugas ayah bukan hanya membantu, tapi sebagai bagian dari tim inti dengan tanggung jawab yang sama.

Inibaru.id - World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Sedunia yang jatuh pada 1-7 Agustus dimaknai Ahmad Hanan dengan berbeda tahun ini. Istrinya baru saja melahirkan bulan lalu. Karena tinggal di perantauan, mereka pun harus mengurus segalanya berdua, tanpa bantuan orang lain.

"Dibilang siap, enggak. Tapi, saya merasa mulai bisa beradaptasi, karena sejak awal kehamilan, istri sudah meminta saya untuk belajar mengurus anak," tutur lelaki asal Palembang yang saat ini bermukim di Kota Semarang tersebut, Sabtu (2/8/2025).

Menurutnya, sejauh ini, yang paling bikin gugup adalah momen-momen awal memberikan ASI untuk buah hatinya. Hanan bercerita, dia mengaku sempat panik lantaran air susu istrinya nggak langsung keluar saat awal menyusui.

"Anak saya sudah nangis keras, mungkin kelaparan, tapi air susu nggak juga keluar. Panik banget! Sudah begitu, istri mengeluh kesakitan, bahkan sampai nangis-nangis juga," kenangnya.

Bukan Hanya Tanggung Jawab Ibu

Hanan bersyukur karena momen menegangkan yang penuh drama itu telah berlalu. Menurutnya, sebanyak apa pun orang tua belajar meng-ASI-hi, momen seperti itu pasti akan terjadi. Dia pun membayangkan, andaikan istrinya nggak pernah memintanya untuk belajar tentang, akan seperti apa jadinya menghadapi situasi itu?

"Kesadaran (tentang ASI) ini penting, terutama bagi para lelaki. Ya, karena menyusui itu bukan hanya tanggung jawab ibu, tapi juga membutuhkan peran ayah yang untuk mendukung ibu menyusui," tegasnya.

Pertanyaannya, apa yang bisa dilakukan seorang ayah selama periode menyusui tersebut? Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu diketahui bahwa berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi pemberian ASI eksklusif 0-5 bulan secara nasional adalah 68,6 persen.

Salah satu faktor yang menghambat pemberian ASI eksklusif untuk anak adalah kurangnya dukungan keluarga, terutama dari suami. Padahal, menurut WHO dan UNICEF, peran aktif pasangan, termasuk dalam bentuk dukungan emosional, praktik, dan logistik, berkontribusi besar pada keberhasilan menyusui.

Peran Ayah Bukan Figuran

Ilustrasi: Keterlibatan ayah akan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. (iStock via Mom)

Ada sebuah penelitian pada 2022 yang menunjukkan bahwa keterlibatan ayah meningkatkan kemungkinan keberhasilan ASI eksklusif hingga 73 persen di wilayah perkotaan. Artinya, dalam hal ini peran seorang ayah bukan hanya figuran. Berikut adalah sejumlah peran konkret yang bisa dilakukan ayah:

1. Memberikan dukungan emosional dan psikologis

Penelitian yang sama menyebutkan bahwa ibu menyusui yang merasa didukung pasangannya cenderung lebih bahagia dan jenak saat memberikan ASI untuk buah hatinya. Yakinlah bahwa komentas simpel seperti “Istirahat dulu, aku yang jaga bayinya!” juga akan dampak besar bagi ibu menyusui.

2. Berbagi peran dalam urusan ruma tangga

Bangun malam, mengganti popok, mensterilkan botol air susu ibu perah (ASIP), mencuci pakaian bayi, dan menyerdawakan bayi setelah minum ASI, adalah beberapa peran yang bisa diambil ayah. Perlu diketahui bahwa menyusui membutuhkan energi yang besar, maka jauhkanlah istri dari urusan domestik.

3. Belajar bersama tentang laktasi

Ikuti kelas menyusui bersama istri, cari tahu soal teknik pelekatan, pompa ASI, hingga manajemen ASIP. Di beberapa puskesmas atau komunitas laktasi, ayah bahkan diajak ikut konseling menyusui. Ingat, peran ayah bukanlah membantu atau "ikut-ikutan", tapi menjadi bagian dari tim inti!

4. Menghadapi tekanan sosial dan keluarga besar

Nggak jarang ibu menyusui dikritik karena ASI belum keluar atau bayi menangis terus. Di sinilah ayah harus jadi tameng. Tegaskan bahwa menyusui butuh proses dan bukan ajang kompetisi dan pastikan selalu menjadi pembela pertama untuk menetralisasi tekanan sosial agar ibu tetap percaya diri.

Menjadi Sosok Ayah yang Inklusif

Menurut hasil studi yang diterbitkan Unicef pada 2024, bayi yang disusui secara eksklusif selama enam bulan memiliki risiko 14 kali lebih rendah meninggal akibat infeksi dibandingkan yang nggak mendapatkan privilese tersebut. Maka, usahakanlah sekuat tenaga selama memungkinkan untuk dilakukan.

Kurangnya peran ayah menyebabkan kelelahan emosional yang tinggi pada ibu menyusui, yang bisa berujung pada baby blues atau depresi postpartum. Lupakan budaya patriarki yang mendarah daging, karena peran lelaki dalam keluarga sejatinya bukan hanya pencari nafkah, tapi bagian dari tim pengasuhan.

Pekan Menyusui Sedunia seharusnya bukan hanya jadi panggung edukasi bagi ibu, tapi juga ruang refleksi untuk ayah. Sudahkah kita cukup hadir dalam keluarga, sudahkah menjadi support system, atau justru menjadi beban dan pemicu depresi di rumah?

Tubuh ibu menyediakan ASI, maka ayah berperan menyediakan pelukan, tenaga, waktu, dan perlindungan. Secara emosional, ini juga bagian dari meng-ASI-hi, bukan? Sekali lagi, perlu dipahami bahwa menyusui adalah kerja tim agar prosesnya berjalan lebih ringan, bermakna, dan sehat untuk semua pihak.

Saat dunia bicara soal Breastfeeding Week, kita perlu menegaskan bahwa mendapatkan ASI adalah hak bayi, tapi proses memberikannya adalah tanggung jawab bersama. Jadi ayah yang inklusif, yuk! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: