BerandaHits
Minggu, 30 Mar 2019 13:26

Lala Timothy: Film Indonesia Makin Dilirik Produser Hollywood

Lala Timothy. (Kompas/Yuniadhi Agung)

Presiden Direktur LifeLike Pictures Lala Timothy mengatakan film Indonesia semakin dilirik produser Hollywood. Ini lantaran film-film Indonesia punya cita rasa lokal yang kuat dan berpotensi berkembang.

Inibaru.id – Presiden Direktur LifeLike Pictures sekaligus produser Lala Timothy mengungkapkan perfilman Indonesia semakin dilirik produser Hollywood. Cita rasa konten lokal yang kuat dalam film Indonesia adalah penyebabnya. Selain itu, Indonesia juga punya populasi besar sehingga berpotensi lebih berkembang.

"Bukan hanya sebagai lokasi untuk memasarkan film mereka, tapi mereka juga tertarik untuk bekerja sama dengan produser lokal. Karena untuk masuk ke tiap-tiap negara mereka butuh touch dari lokal taste-nya masing-masing negara," kata Lala Timothy dalam sesi wawancara di Tokopedia Tower, seperti ditulis Medcom.id, Sabtu (30/3/2019).

Kerja sama itu dilakukan sebagai bentuk pendekatan antara produser luar dengan produser Indonesia. Salah satu contohnya yakni kerja sama penggarapan film Wiro Sableng antara LifeLike Pictures dengan 20th Century Fox. Lalu, garapan sutradara Joko Anwar dengan Ivanhoe Pictures untuk tiga proyek, serta film Marlina yang sukses berkeliling di festival dilm dunia.

Ketertarikan insan film Hollywood terhadap film Indonesia itu bermula saat film The Raid rilis. Film arahan sutradara Gareth Evans itu menyuguhkan gaya film aksi yang mengusung ilmu bela diri silat khas Indonesia. Nilai lokal yang kuat terlihat dalam film ini.

Inilai yang membuat studio Hollywood melirik Indonesia. Bahkan, dibanding film-film Tiongkok, mereka lebih menyukai film Indonesia.

"Dan jangan lupa The Raid itu membuka banyak sekali peluang film Indonesia. Kenapa? Karena dengan action dia membawa martial art Indonesia yaitu pencak silat dikenal luas. Indonesia seperti memiliki style film action sendiri. Sekarang ada (film laga Indonesia) The Night Comes for Us yang menjadi original Netflix dan sebagainya," ungkap Lala.

Lebih lanjut, Lala juga menuturkan suasana perfilman Indonesia belakangan tengah diterpa angin segar. Ini terjadi sejak pemerintah mulai membuka Daftar Negatif Investasi pada 2015 pada industri perfilman.

Kendati begitu, Indonesia perlu banyak berkaca pada konten cerita produksi Korea dan Thailand yang filmnya diterima pasar dengan cepat. Film dari kedua tersebut mampu menyuguhkan genre universal yang dapat diterima semua penonton tanpa dibatasi bahasa dan budaya dengan baik.

“Jadi film fantastik seperti action, horor itu paling mudah. Karena tanpa mengerti bahasanya pun, action, contohnya The Raid, orang bisa paham. Negara mana pun bisa menikmati action tersebut," ujar Lala.

Lain halnya dengan Korea yang lebih banyak menyuguhkan konten cerita drama. Ini karena Korea dinilai memiliki struktur penulisan naskah yang baik sehingga genre drama, sejarah, bahkan komedi dapat diterima juga di pasar dunia.

“Itu yang perlu kita pelajari. Struktur penceritaan, pembabakan dia di mana,” pungkas Lala.

Kans Indonesia di dunia perfilman dunia cukup besar nih, Millens. Semoga semakin banyak film Indonesia yang mendunia, ya! Eh, by the way, selamat Hari Perfilman Nasional. (IB07/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: