BerandaHits
Sabtu, 13 Sep 2024 13:07

Untuk Hasil Optimal, Prabowo Inginkan Kabinet Zaken, Apa Itu?

Presiden terpilih, Prabowo Subianto berencana akan membentuk Kabinet Zaken. (Antara/Aprillio Akbar)

Presiden terpilih Prabowo Subianto berniat akan membentuk Kabinet Zaken. Kabinet ini pernah diaplikasikan pada pemerintahan Indonesia di masa lalu. Apa itu Kabinet Zaken?

Inibaru.id - Sebagai presiden terpilih, Prabowo Subianto tentu sudah ancang-ancang tentang siapa saja yang akan mengisi kursi kabinet yang kelak akan membantunya merealisasi program-program nasional. Dalam beberapa kesempatan, dirinya menyebut ingin membentuk Kabinet Zaken. Ini adalah kabinet yang diisi oleh para menteri yang ahli di bidangnya masing-masing, bukan sekadar representasi partai politik (parpol).

Hm, tentu kabar ini terdengar melegakan ya, Millens? Terlepas dari bakal seperti apa kabinet yang dibentuk oleh Prabowo, mari kita sejenak mengulas tentang jejak Kabinet Zaken di Indonesia!

Sekali lagi, Kabinet Zaken dikenal sebagai kabinet yang anggotanya terdiri atas para profesional dan ahli. Anggota kabinet ini dipilih berdasarkan kompetensi individu dan bukan hubungan politik dengan partai, guna memastikan pemerintahan berjalan efektif dan efisien.

Konsep zaken kabinet di Indonesia kali pertama muncul pada masa-masa awal setelah kemerdekaan. Kabinet ini diusulkan sebagai solusi atas kegagalan kabinet yang sering terjadi akibat adanya tekanan atau perselisihan politik dan kepentingan partai.

Ada tiga Kabinet Zaken yang sempat terbentuk setelah pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS) dan kembali ke Republik Indonesia. Kabinet itu adalah Kabinet Natsir, Kabinet Wilopo, dan Kabinet Djuanda.

Terbentuknya Kabinet Zaken berawal dari ketidakstabilan partai politik pada 1950 sampai pasca-Pemilu 1955, yang saat itu dianggap sebagai pemilu paling demokratis. Besarnya jumlah partai menyebabkan munculnya kerawanan politik, sehingga setiap kabinet pun bersandar pada koalisi yang menghimpun berbagai partai.

Tiga Kabinet Zaken yang Pernah Ada di Indonesia

Kabinet Djuanda, salah satu Kabinet Zaken pada era pemerintahan Presiden Sukarno. (Wikipedia Commons)

1. Kabinet Natsir

Dulu, pemerintahan Indonesia sempat menjadi rusak karena ketidakpercayaan masyarakat. Hal itu disebabkan parpol-parpol dan parlemen lebih mengutakaman kepentingannya ketimbang kepentingan umum.

Lantas, Sukarno mengangkat Mohammad Natsir sebagai Perdana Menteri pada 6 September 1950. Dia kemudian menunjuk para menteri dari kalangan profesional. Akan tetapi, selama Kabinet Natsir berjalan, banyak terjadi pemberontakan, seperti Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), Gerakan Andi Azis, Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), dan Republik Maluku Selatan (RMS).

Karena banyaknya pemberontakan, Natsir pun memutuskan untuk mundur dari jabatannya 21 Maret 1951. Hal itu juga menandai berakhirnya Kabinet Natsir.

2. Kabinet Wilopo

Sebelum Kabinet Natsir berakhir, Sukarno menunjuk Wilopo untuk membentuk kabinet pada 19 Maret 1952. Senasib dengan Kabinet Natsir, pemerintahan Kabinet Wilopo pun dirundung berbagai persoalan gerakan separatisme. Alhasil dia menyerahkan kembali mandat kepada Presiden Soekarno pada 2 Juni 1953.

3. Kabinet Djuanda

Presiden Sukarno kemudian memberikan mandat kepada Perdana Menteri Ir Djuanda Kartawidjaja untuk membentuk kabinet pada 9 April 1957. Djuanda juga menerapkan konsep Kabinet Zaken. Tujuan pembentukannya adalah menghindari terjadinya malfungsi kabinet, menghindari terjadinya praktik korupsi di kabinet, memaksimalkan kinerja dari para menteri anggota kabinet.

Tapi, poros-poros politik di parlemen saat itu nggak seluruhnya mendukung Kabinet Djuanda. Selain itu pada masa Kabinet Djuanda diliputi ketidakstabilan politik dengan munculnya pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia-Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI-Permesta). Ada juga upaya pembunuhan terhadap Presiden Sukarno di Cikini, Jakarta Pusat, pada 30 November 1957.

Masa pemerintahan Kabinet Djuanda berakhir ketika Presiden Sukarno menerbitkan dekrit pada 9 Juli 1959. Dekrit tersebut berisi penghapusan Konstituante dan pemberlakuan kembali Undang Undang Dasar 1945. Hal itu mengakhiri era Demokrasi Liberal di Indonesia.

Wah, meski tujuannya mulia, rupanya Kabinet Zaken di masa lalu nggak ada yang berjalan sesuai harapan ya, Millens? Semoga hal tersebut nggak terjadi di masa sekarang saat Prabowo membentuk Kabinet Zaken! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: