BerandaHits
Jumat, 12 Mar 2026 13:01

Terminal Bayangan Bikin Data Bus Masuk-Keluar Semarang Sulit Terpantau

Salah satu terminal bayangan yang berlokasi di Jalan Siliwangi atau bilangan Krapyak, Kota Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Maraknya terminal bayangan di Kota Semarang membuat pendataan bus dan penumpang Terminal Mangkang saat arus mudik dikhawatirkan kurang optimal.

Inibaru.id - Keberadaan terminal bayangan di beberapa titik di Kota Semarang membuat pencatatan jumlah bus dan penumpang yang masuk atau keluar Ibu Kota Jawa Tengah itu menjadi kurang akurat. Hal itu sebagaimana dikatakan Kepala Terminal Mangkang Reno Adi Pribadi.

Menurutnya, bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal resmi berpotensi membuat data jumlah penumpang sulit tercatat dengan baik, sekaligus menjadikan aktivitas penumpang di terminal Tipe A itu tampak berkurang menjelang mudik Lebaran 2026.

"Ini menjadi perhatian serius kami, karena sangat berpengaruh," kata Reno saat ditemui di Terminal Mangkang, Selasa (10/3/2026). "Di Kota Semarang, ada tiga titik yang dikenal sebagai terminal bayangan, yaitu kawasan Terboyo, Sukun-Banyumanik, dan Krapyak atau Jalan Siliwangi."

Penertiban terminal bayangan, Reno menambahkan, adalah kewenangan Pemkot Semarang. Sementara, yang bisa dilakukannya adalah rutin mengimbau penumpang hingga pengusaha otobus agar menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal resmi.

"Kami sudah bersurat kepada pengusaha bus dan menyarankan agar semua kegiatan dilakukan di terminal resmi. Kalau mau menjual karcis dipersilakan, asalkan ada izin dari Dinas Perdagangan atau instansi terkait," terangnya.

Statistik Nggak Sesuai Realitas

Reno menekankan, menurunkan dan menaikkan orang di terminal resmi akan membuat penumpang lebih aman. Selain itu, pengawasan fasilitas dan kebersihan yang tersedia untuk penumpang juga lebih terjaga dibandingkan dengan beraktivitas di terminal bayangan.

Sebagaimana disebutkan Reno sebelumnya, selama ini keberadaan terminal bayangan di Semarang memang membuat data bus yang memasuki Kota Lunpia sulit terpantau lantaran sebagian besar kendaraan nggak tercatat dalam sistem yang ada di terminal resmi.

"Karena jumlah bus yang masuk Semarang tidak terpantau, statistik bus yang masuk menjadi tidak sesuai dengan realitas karena banyak yang berhenti di terminal bayangan," keluhnya.

Dia menyebut, bus yang tercatat melakukan aktivitas keluar-masuk Terminal Mangkang dalam sehari rata-rata 80 hingga 100 bus; hasil akumulasi 24 jam, mengingat terminal yang berlokasi di ujung barat Kota Semarang ini juga berfungsi sebagai terminal lintas.

"Jumlah itu diperkirakan baru 30-40 persen dari keseluruhan," tuturnya.

Aktivitas di Terminal Bayangan Sudah Dilarang

Untuk menyambut pemudik, Reno mengungkapkan, Terminal Mangkang telah menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk di dalamnya area istirahat untuk para penumpang yang dibuat dengan memanfaatkan ruang kosong di dalam gedung terminal.

"Puncak arus mudik di Terminal Mangkang diprediksi tiga hari sebelum lebaran. Kami berharap bus dan penumpang tetap beraktivitas di terminal resmi demi keamanan yang lebih terjamin," tandasnya.

Sementara itu, menanggapi persoalan ini, Kabid Lalu Lintas Jalan Dishub Jateng, Erry Derima Ryanto menegaskan bahwa aktivitas bus maupun penumpang di terminal bayangan sudah dilarang. Menurutnya, berhenti di terminal resmi penting untuk menjaga ketertiban sekaligus menghindari kemacetan.

"Sanksi berupa teguran sudah sering diberikan Pemkot Semarang. Namun, untuk penanganan lebih lanjut, silakan tanyakan ke mereka (Pemkot)," tandas Erry.

Terminal resmi acap nggak dipilih karena mungkin lokasinya terlalu jauh. Namun, untuk alasan keamanan, pengawasan, dan kelengkapan fasilitas, jauh sedikit nggak apa-apa dong? Mudik kali ini, kamu masuk tim yang naik bus di terminal resmi atau bayangan nih, Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Menguak Asal Istilah 'Udan Kethek', Fenomena Hujan Turun saat Cuaca Sedang Panas

28 Feb 2026

Benarkah Tidur Setelah Sahur Selalu Bikin Mimpi Buruk?

28 Feb 2026

Jadi Tujuan Utama Mudik 2026, Jateng Siapkan Layanan dan Pengawasan Ketat

28 Feb 2026

Pameran Tatah 2026, Etalase Karya Ukir Jepara di Museum Nasional

28 Feb 2026

Bukan Lemah, Ini Alasan Kenapa Air Matamu Gampang Banget Menetes

28 Feb 2026

Sambut Pemudik, Kemantapan Jalan Nasional di Jateng Tembus 93,47 Persen

28 Feb 2026

Mencicipi Lezatnya Rasa Serabi Ndeso di Grobogan

1 Mar 2026

Sering Ikut Tren Bikin Karikatur dengan AI Memakai Foto Diri, Berbahaya nggak Sih?

1 Mar 2026

Dampak Eskalasi Konflik di Timur Tengah terhadap Perjalanan Umrah Indonesia

1 Mar 2026

Feminization of Poverty dan Kemiskinan yang Berparas Perempuan

1 Mar 2026

Biar Nggak Gagap Bencana, Kemendikdasmen Rilis Panduan Pendidikan Kebencanaan Terbaru!

1 Mar 2026

Nestapa Padang Rumput, Hilang Senyap di Balik Bayang Hutan

1 Mar 2026

Jelang Musim Semi, Cek Jadwal Mekarnya Sakura di Korea Berikut

2 Mar 2026

Cerita Perantau yang Mengaku Nggak Harus Melakukan Mudik Lebaran Tahun Ini

2 Mar 2026

Selain Menghafal Qur'an, Santri Ponpes di Kauman Semarang Juga Belajar Jualan di Tiktok

2 Mar 2026

Diskon Tarif Tol 30 Persen dan 6 Ruas Fungsional Gratis pada Mudik Lebaran 2026

2 Mar 2026

Telur Mimi, Takjil Ikonik Kendal dengan Filosofi Dalam

2 Mar 2026

Wangi sih, tapi Amankah? Kupas Tuntas Mitos Semprot Parfum di Leher

2 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: