BerandaHits
Rabu, 31 Agu 2021 15:57

Tancap Gas Pembangunan Menara BTS di Natuna Terkendala PPKM

Percepatan internet di Kabupaten Natuna menjadi sebuah keharusan. (Metro TV)

Jaringan internet yang memadai menjadi hal penting yang harus dipenuhi di tengah pandemi Covid-19. Namun, PPKM yang diterapkan pemerintah sejak Juni lalu membuat pembangunan menara BTS yang dijanjikan BAKTI mengalami kendala.

Inibaru.id - Jaringan internet menjadi kebutuhan mendesak di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Pandemi Covid-19 yang menjadikan segala kegiatan harus dilakukan daring membuat teknologi itu begitu penting. Namun, hingga kini kebutuhan tersebut belum juga terpenuhi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Natuna Raja Darmika mengatakan, pihaknya saat ini sudah melayangkan surat resmi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) untuk percepatan tersebut.

"Kami membuat surat bupati kepada BAKTI Kominfo. Anak sekolah butuh internet. Kami bekerja dari desa juga harus lancar, karena bekerja dari rumah," ujarnya belum lama ini.

Raja, sapaan akrabnya, mengatakan, surat tersebut dibuat agar pihak terkait segera mempercepat pembangunan 17 menara base transceiver station (BTS) yang sempat dijanjikan BAKTI Kominfo. Hingga kini, imbuhnya, sembilan dari total keseluruhan BTS yang dijanjikan sedang dalam tahap penggarapan.

"Dengan surat bupati ini mudah-mudahan nggak hanya sembilan lokasi yang dipercepat, tapi juga ke-17 lokasi," kata Raja.

Terkendala Pengiriman Bahan

Pembangunan BTS mengalami kendala. (Metro TV)

Salah satu lokasi pembangunan menara BTS berada di Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Kepri. Proses pembangunan menara di tempat tersebut hingga kini masih dalam tahap pemasangan besi penyangga.

Proses pembangunan ini sempat mengalami kendala karena adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlangsung sejak akhir Juni. PPKM menjadikan pengiriman bahan bangunan tertahan di Batam.

Hal ini tentu memunculkan kekecewaan di benak masyarakat yang sudah nggak sabar untuk merasakan kelancaran jaringan internet. Hadirnya jaringan internet tentu akan mempermudah aktivitas harian yang belakangan harus dilakukan daring.

Kepala Desa Pengadah H Muhtar Harun mengungkapkan, banyak kegiatan terhambat akibat keterbatasan jaringan internet. Akses informasi yang seharusnya bisa diakses melalui jaringan tersebut juga terputus.

"Seluruh kegiatan kami terhambat. Misal, laporan tidak bisa dikirim," ujar Muhtar. "Saya banyak kena teguran dari pemkab. Mereka menunggu laporan dari desa yang nggak juga dikirim."

Muhtar berdalih, keterlambatan pengiriman itu terjadi karena dirinya belum menerima instruksi lantaran nggak ada sinyal. Dia kemudian menambahkan, kesusahan sinyal juga membahayakan nelayan andai mereka kena musibah di laut.

"Kami nggak dapat informasi, gimana mau bantu?" tuturnya.

Saat pembangunan menara BTS selesai, Muhtar berharap tingkat kemajuan Desa Pengadah bisa setara dengan desa-desa lainnya, baik dalam segi bisnis, pendidikan, maupun kegiatan sosial.

"Jika tidak ada sinyal, bakal makin parah," tandasnya. (IB04/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: